Pemkab Bandung - Unpad Bakal Garap Lahan Tidur Jadi Produktif

Jurnalis: Iwa AS
Editor: Akhmad Sugriwa

9 Juli 2024 22:17 9 Jul 2024 22:17

Thumbnail Pemkab Bandung - Unpad Bakal Garap Lahan Tidur Jadi Produktif Watermark Ketik
Bupati Dadang Supriatna bersama Dandim 0624 Kab Bandung Letkol Inf Tinton Amin Putra saat audiensi dengan para petani di Kec Arjasari, Selasa (9/7/24).(Foto: Iwa/Ketik.co.id)

KETIK, BANDUNG – Bupati Bandung Dadang Supriatna berencana menghidupkan kembali ribuan hektare lahan tidur menjadi lahan produktif untuk dikelola para petani dan masyarakat sekitar. 

"Saya berkeinginan menyulap lahan-lahan tidur dan tidak produktif, menjadi lahan yang subur dan menghasilkan. Hal itu harus dilakukan demi meningkatkan taraf hidup para petani kita," ujar Bupati Dadang Supriatna saat audiensi dengan para petani di Kecamatan Arjasari, Selasa (9/7/2024). 

Rencana itu dirancang Bupati Bandung dalam program pentahelix bersama Fakultas Pertanian Unpad, Kodim 0624, Pemdes Arjasari, Perumda Air MInum Tirta Raharja, Dinas Pertanian, Dinas PUTR Kabupaten Bandung, serta para petani dan pihak swasta.

Di hadapan para petani, Bupati yang akrab disapa Kang DS itu mengaku prihatin karena di Kabupaten Bandung masih banyak lahan yang tidak produktif dan tidak termanfaatkan. Hal itu salah satunya disebabkan karena tidak adanya sumber air di sekitar lahan tersebut. 

Seperti halnya yang terjadi di Desa/Kecamatan Arjasari, ada 200 hektare lahan milik Fakultas Pertanian Unpad yang tidak produktif, karena tidak adanya sumber air. Akibatnya, ratusan petani di sana kesulitan untuk bercocok tanam karena selama ini hanya mengandalkan air hujan. 

Melihat kondisi faktual tersebut, Kang DS hadir dan turun langsung untuk memberikan solusi kepada para petani maupun masyarakat sekitar yang selama ini mengeluhkan tidak adanya sumber air untuk mengairi lahan pertanian masyarakat Arjasari. 

"Saya akan hadirkan sumber air agar dapat mengairi lagi lahan pertanian di empat desa di Arjasari. Nantinya saya berharap lahan tidur ini bisa ditanami berbagai komoditi pertanian. Silakan mau ditanami jagung, padi gogo, kopi atau apapun. Tinggal ngobrol sama Unpad, apa (komoditi) yang cocok di sini," ungkapnya. 

Bupati Bedas pun langsung menginstruksikan Perumda Tirta Raharja dan Dinas PUTR agar dapat langsung mengeksekusi pembangunan sumber air untuk mengairi ratusan hektare lahan pertanian warga Arjasari, termasuk yang dikelola oleh Unpad tersebut. 

Pihaknya bersama para akademisi juga akan menghadirkan inovasi untuk menjaga ketahanan pangan. Di antaranya adalah dengan meningkatkan produktivitas pertanian. 

"Misalnya kami sudah siapkan inovasi budidaya padi gogo atau komoditi lainnya. Kalau setahun biasanya hanya satu kali panen, nanti bisa panen 3 hingga 4 kali. Ini suatu terobosan untuk meningkatkan kesejahteraan petani," ungkap Kang DS. 

Dengan demikian lahan pertanian yang dikelola para petani pun semakin luas dengan dihidupkannya kembali ribuan hektare lahan tidur yang selama ini terbengkalai menjadi sumber daya yang bernilai dan produktif. 

Jika lahan terbengkalai di tiap kecamatan dihidupkan kembali dan dimanfaatkan oleh para petani dan masyarakat sekitar, Kang DS optimistis dalam beberapa tahun ke depan Kabupaten Bandung akan menjadi salah satu lumbung pangan nasional, terutama komoditi padi. 

Upaya ini, tegas Bupati, juga sebagai strategi Pemkab Bandung untuk memperluas areal tanam baru guna menguatkan program ketahanan pangan di Kabupaten Bandung. 

"Namun saya titip, tolong utamakan para petani dari warga setempat untuk mengelola lahan-lahan tidur ini. Saya akan men-support apa yang harus disiapkan agar lahan-lahan ini dapat bermanfaat dan produktif," pesannya. (*)
 

Tags:

BUPATI BANDUNG DADANG SUPRIATNA Lahan tidur Pertanian petani UNPAD