Soan dan Tonam Loka, Budaya Suku Makian dan Kayoa di Tiap Penghujung Ramadan

Jurnalis: Mursal Bahtiar
Editor: M. Rifat

7 April 2024 15:39 7 Apr 2024 15:39

Thumbnail Soan dan Tonam Loka, Budaya Suku Makian dan Kayoa di Tiap Penghujung Ramadan Watermark Ketik
Ketua PKK Halsel dan Lomba Soan di Halsel (7/4/2024). (Foto: Mursal Bahtiar/Ketik.co.id)

KETIK, HALMAHERA SELATAN – Tradisi atau kebiasaan merupakan bagian dari kehidupan setiap masyarakat daerah di Indonesia. Pada umumnya tradisi-tradisi yang ada berjalan secara linier.

Di Maluku Utara khususnya, tradisi jelang akhir bulan Ramadan akan sangat dinanti oleh anak-anak dan para orang tua. Seperti tradisi Soan yang dilaksanakan di desa Kampung Makian Kecamatan Bacan Selatan Kabupten Halmahera Selatan, Minggu (7/4/2024).

Soan biasanya dilakukan oleh orang suku Makian Luar dan Makian Dalam. Suku Kayoa menyebutnya Tonam Loka. Karena pada dasarnya Soan dan Tonam loka dilaksanakan saat malam 27 Ramadan untuk berharap kehadiran malam seribu bulan atau Lailatul Qadar.

Selain kedua tradisi ini, lebih luas orang-orang Maluku Utara lebih mengenal Ela-ela atau Obor.

Soan dan Tonam loka adalah tradisi suku Makian dan Kayoa yang dikemas dengan cara menghias batang pohon pisang.

Beberapa sumber menyebut Soan bertujuan menjadi penyemangat anak atau memuliakan anak. Sementara Tonam Loka dari suku Kayoa mempunyai makna menanam pisang. Tidak berbeda, keduanya dilakukan dengan cara dan tujuan yang sama.

Foto Kemeriahan dan kegembiraan Lomba Soan dan Tonam Loka (Foto Mursal Bahtiar)Kemeriahan dan kegembiraan Lomba Soan dan Tonam Loka (Foto: Mursal Bahtiar/Ketik.co.id)

Melalui insiatif ketua PKK Halmahera Selatan Rifa'at Al Sa'adah, tradisi ini diperlombakan dan telah mencapai finis penilaian pada Minggu (7/4/2024) di desa Kampung Makian.

Kemeriahan dan kegembiraan tertuang dalam senyum anak-anak dan orang tua yang ikut dalam lomba Soan. Acara ini menjadi spirit tersendiri dalam memotivasi anak-anak untuk tetap menjaga tradisi di momen Ramadan.

Soan dan Tonam Loka mengingatkan masyarakat pada kekuatan tradisi yang dijadikan media dan dakwa para leluhur masa lampau.

Selain bernilai edukasi, tradisi tersebut bukan hal sepele bila digali lebih jauh. Dalam sudut pandang lain, Soan dan Tonam Loka atau Ela-ela di Maluku Utara adalah barisan etnis yang terangkai dalam pepatah suku Ternate, adat matoto agama, agama matoto Kitabullah, Kitabullah matoto Jou Allah Ta'ala (adat bersendikan agama, agama bersendikan kitabullah, kitab Allah bersendikan Allah SWT).

Pola tradisi Soan, Tonam Loka, dan Ela-ela, menjadi isyarat pengampuanan, kelahiran, dan cahaya di malam Lailatul Qadar. (*)

Tags:

Soan dan Tonam Loka Ela-ela Obor cahaya perlombaan Desa Kampung makian Halsel Rifa’at Al Sa’adah Spirit peyemangat anak
04. Home Sidebar 1
06. Home Sidebar 3 21. Home Sidebar 4 04. Home Sidebar 1