AdvertorialKutim

Anggota DPRD Harpandi Ketua DAD Kutim, Jadi Jembatan Masyarakat Adat

KUTAI TIMUR- Dewan Adat Dayak (DAD) Cabang Kutim dikukuhkan di Ruang Akasia, Gedung Serba Guna, Rabu (27/2/2019). Anggota DPRD Kutim Harpandi resmi Ketua DAD Kutim periode 2017-2022.

Pengukuhan Harpandi dan pengurus lainnya dilakukan Ketua DAD Kaltim DR Edi Gunawan Areq Lung.

Acara pengukuhan disaksikan langsung Bupati Kutim H Ismunandar dan Wakil Bupati H Kasmidi Bulang, SERTA perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), beberapa DPRD Kutim, unsur FKPD, tokoh-tokoh adat Kutim, tokoh dayak se Kutim, serta perwakilan PT KPC juga hadir menyaksikan prosesi yang berjalan hikmat tersebut.

Bupati Kutim, Ismunandar dalam kesempatan itu mengatakan, DAD ini untuk lebih menjalin kekerabatan serta kompak dalam membangun Kutim semakin maju dalam semangat bersama dan berharap nanti saat hari jadi Kutim ada festival khusus satu sesi untuk tarian Dayak. “Tampil persatu persatu suku Dayak dari hulu hingga suku daya hilir. Selain penampilan tarian dari pedalaman, juga bagus jika ditampilkan pula budaya pesisir sampai selesai,” katanya.

Sementara itu Ketua DAD Kutim Harpandi menjelaskan bahwa tugas organisasi ini adalah untuk melestarikan adat dan budaya. Sehingga tak lekang oleh waktu. Agar menjadi warisan bagi anak cucu.”Tugas kami melestarikan adat dan budaya agar tidak terkikis moderenisasi. Serta mengawal terus untuk menjadikan hutan Wehea menjadi hutan adat,” ujar Harpandi dalam pidato sesudah dilantik menjadi Ketua DAD.

Harpandi mengatakan pihaknya siap bekerja sesuai anggaran dasar dan anggaran dewan adat. Untuk memajukan Kutim dalam pelestarian adat dan budaya. Ia berharap agar Dewan Adat Kaltim yang hadir dapat membimbing DAD Kutim pasca pelantikan.

[penci_related_posts taxonomies=”undefined” title=”Baca Juga :” background=”” border=”” thumbright=”no” number=”4″ style=”list” align=”none” displayby=”cat” orderby=”random”]

Terakhir, Harpandi juga ingin bersinergi dengan seluruh tokoh-tokoh adat serta stakeholder yang ada di-Kutim. Mengapa? Agar nantinya dapat menjadi jembatan bersama membangun masyarakat adat yang ada di Kutim. “Orang dayak dekat dengan alam, bersatu dengan alam maka tugasnya menjaga alam dan lestarikan alam yang ada,” tutup Harpandi

Pengukuhan pengurus DAD Kutim sempat tertunda dua tahun karena beberapa alas an internal. Adapun susunan pengurus, pengurus inti Ketua Harpandi SE, Ketua I Ledjie Taq, Ketua II Felly Lung, Ketua III Arang Jau, Ketua IV Barnabas Jejer, Ketua V Yeperi Eka. Sekretaris Siang Geah, Seketaris I Barto Langi, Seketaris II Yorden Ampung. Bendahara Lukas Himuq, Bendahara I Drs Darius Djiu, Bendahara Aweq Ampung.

Bidang Sekretariat Kordinator Irang Ajang, Anggota Tommy Palanungkai, Dian Pisasa, Kasianus Jeng, Bidang Hukum Adat Istiadat dan Pembelaan kordinator Kristian Hasmadi, Anggotta Bripka Yeppi, Arianto, Brigadir Feri Wahyudi. Bidang Kebudayaan dan Parawisata kordinator Petrus Ivung anggota Bit Sing, Boy Alexander, Kolonel Danu Mapi.

Bidang Sosial dan Pemberdayaan Perempuan kordinator Ina Wandra Wati anggota Mariana, Dewi Afrikana, Beling Lehat, Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Kordinator DR Sugiarto Anggota Hendri, Yatim, Yohana Meriang, Bidang Pemuda dan Olahraga Kordinator Kajan Lahang anggota Nelman, Parel Yanto Jalung, RenoL. Bidang Ekonomi Kewiraswastaan, Koprasi, dan Pemberdayaan kordinator Ises Robi Paul anggota Yuro Bisco, Minggu, Lejie Be, Bidang Pendidikan dan Pelatihan Kordinator Riko Hartano anggota Bayau, Esa, Thesia Mening. (adv/jok)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close