KaltimKriminalKutim
Trending

Perawan 16 Tahun Digenjot Wakil Kepala Sekolah 24 Kali, Perdana Keluar Darah, Korban Trauma, Pelaku Kenyamanan

KUTAI TIMUR- Perawan memang beda. Mungkin itu yang ada dipikirin HS. Sehingga HS warga Jalan Poros SP 1 Desa Wanasari Kecamatan Muara Wahau, nekat mencabuli Juliet (16) (nama samaran) yang juga merupakan warga setempat.

Pelaku yang diduga merupakan Wakil Kepala Sekolah swasta tingkat SMA tersebut pertama kali menggarap Juliet pada saat umur 16 tahun. Korban merupakan salah satu murid pelaku. Namun sekarang kabarnya tak lagi menjabat sebagai Wakil ataupun guru.

Saat digagahi pertama kali pada Juli 2016 silam. Perbuatan tak terpuji tersebut berlangsung hingga 2019. Tak tanggung-tanggung, pelaku mencabuli korban sebanyak 24 kali. Jumlah yang terbilang fantastis.

Korban di rudal paksa oleh pelaku di beberapa tempat berbeda. Pertama di Hotel Kongbeng, Muara Wahau, dan Sangatta.

Awal mula peristiwa ‘berdarah’ tersebut, saat pelaku membawa korban yang masih menggunakan seragam sekolah. Dengan harapan diantar ke sekolah. Namun setan membisikkan lain. Akhirnya korban di bawa ke hotel. Dengan alasan bertemu dengan orang.

Namun orang yang disebut tak kunjung datang. Korban pun diminta menunggu di dalam kamar 40. Korban keluar dan mengunci kamar tersebut. Entah mengapa, korban tertidur. Selang beberapa waktu, korban masuk dan tergiur melihat korban tertidur.

Pelaku HS kemudian memeluk Juliet dari belakang. Korban terbangun. Namun HS sudah terbawa nafsu. Korban meronta. Dan meminta agar tak mengganggu korban.

Namun suasana berkata lain. Nafsu HS bergejolak. Ia menindih badan dan tangannya. Sembari membuka seragam baju korban. Serta mengangkat rok korban. Hingga berhasil membuka celana dalam korban.

Apa yang terjadi maka terjadilah. Korban tak dapat berbuat banyak. Peristiwa yang membuat korban trauma tersebut terjadi terus menerus hingga 2019.

“Pelaku dikenakan Pasal 81 ayat (1), (2), dan (3) Jo Pasal 76 D atau Pasal 82 ayat (1) dan (2) Jo Pasal 76 E UURI Nomor 17 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UURI No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun,” ujar Kasatreskrim AKP Ferry Semodra
(dy)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close