Ada Pesan Mendalam di Balik Makna Idulfitri, PCNU Pacitan Beri Penjelasan

Jurnalis: Al Ahmadi
Editor: Mustopa

10 April 2024 12:27 10 Apr 2024 12:27

Thumbnail Ada Pesan Mendalam di Balik Makna Idulfitri, PCNU Pacitan Beri Penjelasan Watermark Ketik
Suasana Halal bi halal usai gelaran solat Idulfitri di masjid Darrusalam, Desa Banjarjo, Kecamatan Kebonagung, Pacitan, (10/4/2024). (Foto: Al Ahmadi/Ketik.co.id)

KETIK, PACITAN – Idulfitri merupakan momen spesial bagi umat Islam di seluruh dunia, tak terkecuali di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.

Di balik kemeriahan dan tradisi yang melekat pada Idulfitri, terdapat makna mendalam yang perlu dipahami oleh umat.

Mengawali itu, Ketua PCNU Pacitan, KH. Sutrisno, menjelaskan bahwa sejatinya setiap manusia tak pernah luput dari dosa dan kesalahan.

"Saya yakin setiap manusia adalah tempatnya salah dan dosa. Idulfitri inilah sebagai jawabannya, agar kita saling merendahkan jiwa dan raga, saling peduli, sehingga terjalin ukhuwah dan silaturahim untuk penebusan dosa-dosa kita kepada sesama," tuturnya.

Pun menjadikan Idulfitri sebagai ajang untuk saling memaafkan, membersihkan hati dari iri dengki, dan menumbuhkan rasa cinta kasih kepada sesama.

“Mari kita jadikan Idulfitri sebagai titik balik untuk menjadi pribadi yang lebih baik, dengan mengedepankan nilai-nilai toleransi dan saling menghormati,” tuturnya.

Sutrisno mengajak seluruh umat Islam untuk memaknai momen ini untuk membangun semangat kebersamaan dan persaudaraan. Idulfitri menjadi momentum untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan umat.

“Idulfitri bukan sekadar perayaan setelah sebulan penuh berpuasa, tetapi juga merupakan momen refleksi dan pembaharuan diri agar menjadi lebih baik,” ujar Sutrisno.

Sutrisno juga mengingatkan agar umat Islam tidak terjebak dalam euforia berlebihan.

“Meskipun Idulfitri identik dengan berbagai tradisi dan kebersamaan, mari kita tetap mengedepankan kesederhanaan dan kepedulian terhadap sesama,” pesannya.

PCNU Pacitan juga mengajak, momen Idulfitri dapat dirayakan dengan riang gembira dan kebahagiaan bersama keluarga, saudara, dan tetangga.

Foto Ketua PCNU Pacitan, KH. Sutrisno saat menerangkan cara memaknai perayaan Idulfitri. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.co.id)Ketua PCNU Pacitan, KH. Sutrisno saat menerangkan cara memaknai perayaan Idulfitri. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.co.id)

Menghiasi diri dengan balutan taqwa, dan saling menebarkan maaf.

"Mudah-mudahan, ketika usai Ramadhan terlaksana. Insyaallah dilengkapi dengan Idulfitri ini nantinya kita menjadi hamba yang terhindar dari banyak dosa. Apapun yang kita lakukan, apa yang kita perbuat dengan sesama, pasti disitu ada meninggalkan dosa," imbuhnya.

Tak lupa, Sutrisno atas nama PCNU Pacitan mengucapkan selamat Hari Raya Idulfitri 1445 Hijriah dan mohon maaf lahir dan batin.

"Atas nama PCNU Pacitan mengucapkan selamat hari raya Idulfitri minal aidzin wal faizin mohon maaf lahir dan batin, semoga kita menjadi orang yang kuat, orang yang mampu mengendalikan nafsu dan kita akan menjadi orang yang sempurna di hadapan Allah SWT," pungkasnya.

Lebih lanjut, PCNU Pacitan mendoakan agar Idulfitri tahun ini dapat membawa kedamaian, kebahagiaan, dan keberkahan bagi seluruh alam.

“Semoga momen ini menjadi perekat tali persaudaraan dan mengantarkan bangsa Indonesia menuju kejayaan yang gemilang,” pungkas Sutrisno. (*)

Tags:

PCNU PACITAN Idulfitri 1445 Hijriah