Antisipasi Agar PMK Tidak Mewabah Lagi di Kota Malang, 700 Ekor Sapi Divaksin

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Gumilang

26 Februari 2024 20:40 26 Feb 2024 20:40

Thumbnail Antisipasi Agar PMK Tidak Mewabah Lagi di Kota Malang, 700 Ekor Sapi Divaksin Watermark Ketik
Pj Wali Kota didampingi Kepala Dispangtan Kota Malang turut menyuntikkan vaksin kepada hewan ternak. (Foto: Lutfia/Ketik)

KETIK, MALANG – Sebanyak 700 sapi di Kota Malang akan dilakukan vaksinasi guna mencegah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak. Rencana tersebut akan dituntaskan hingga triwulan pertama tahun 2024.

Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat secara langsung meninjau lokasi peternak sapi di Kelurahan Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang. Peternak itu ialah Purnomo yang memiliki tujuh ekor dan satu anakan sapi. Sapi-sapi miliknya mendapatkan vaksinasi gratis dari Pemkot Malang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan).

"Saya punya tujuh ekor sapi dan anaknya satu, dua di antaranya lembu lemosin. Mereka rutin memproduksi susu tpai cuma tiga ekor karena yang lain tidak produksi," ujar Purnomo usai ternaknya divaksin di kediamannya pada Senin (26/2/2024).

Dalam sehari, sapi-sapi Purnomo memproduksi sekitar 25 liter susu segar. Per liternya dijual seharga Rp 10 ribu hingga Rp 12 ribu di pasar. "Sehari produksinya sedikit hanya 25 liter itu yang tiga ekor. Harga di pasaran sekarang Rp 12 ribu tapi ada yang dijual Rp 10 ribu di Pasar Kasin, sekitar 10 liter," urainya.

Sementara itu, Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menjelaskan pemberian vaksin tersebut diharapkan mampu mengantisipasi ternak-ternak terkena PMK. Berbagai pihak termasuk dokter hewan pun selalu dilibatkan dalam pemantauan hewan ternak.

Foto Pemberian vaksin kepada ternak untuk menghindari PMK. (Foto: Lutfia/Ketik.co.id)Pemberian vaksin kepada ternak untuk menghindari PMK. (Foto: Lutfia/Ketik.co.id)


"Saat ini sedang naik lagi PMK, untuk antisipasi ada 700 sapi yang akan divaksin. Tadi sudah ada satu yang kita suntik dan di triwulan pertama akan kita selesaikan. Triwulan pertama ini mulai Januari, dan saat ini Februari kita suntik. Di Kota Malang tidak ada yang sampai dengan kemana-mana. Jadi ini memang vaksinnya untuk mengantisipasi," ucap Wahyu.

Saat ini terdapat sekitar 1500 ternak yang ada di Kota Malang. Beruntungnya belum ada temuan terkait PMK yang melanda ternak di Kota Malang. Selain pemberian vaksin, para ternak juga akan diberikan pakan serta vitamin secara gratis dari Dispangtan Kota Malang.

"Masyarakat diimbau untuk tetap rutin konsultasi apabila terjadi gejala dari sapi tersebut. Kemudian juga melaksanakan suntikan, vitamin secara rutin tetap dilakukan. Jadi mencegah penyebaran," pesannya.

Di sisi lain, Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan menelaskan target pemberian vaksin pada ternak di triwulan pertama ini sebanyak 800 hewan. Kegiatan tersebut tetap dilanjutkan pada triwulan kedua di bulan April hingga Juni 2024.

"Khusus tahun ini PMK di Kota Malang masih nihil. Kalau tahun 2023 ada tiga ekor yang mati, itu mendapatkan ganti rugi Rp 10 juta per ekor," jelas Slamet.

Untuk mencegah potensi PMK di Kota Malang, menurutnya sangat penting memperhatikan lalu lintas hewan yang masuk. Terlebih setiap ada kendaraan pengangkut hewan, harus dilengkapi dengan surat keterangan bahwa ternak tersebut dalam kondisi sehat.

"Kalau mau vaksinasi nanti ke Dispangtan bidang pertanian dan peternakan, gratis. Untuk mencegah PMK, makanya setiap lalu lintas hewan itu harus disertai surat keterangan sehat. Paling banyak (ternak datang) dari Kabupaten Malang," tuturnya. (*)

Tags:

Vaksinasi PMK hewan ternak Sapi Perah Kota Malang Ternak Sapi Malang Penyakit Mulut dan Kuku PMK Sapi