Banjir dari Tahun 2010 Belum Ditangani, Eri Cahyadi Berencana Bangun Tanggul

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Mustopa

18 Februari 2024 13:42 18 Feb 2024 13:42

Headline

Thumbnail Banjir dari Tahun 2010 Belum Ditangani, Eri Cahyadi Berencana Bangun Tanggul Watermark Ketik
Eri Cahyadi saat meninjau secara langsung banjir di Kecamatan Sambikerep. (Foto: Humas Pemkot Surabaya)

KETIK, SURABAYA – Banjir di Surabaya terjadi di beberapa titik, salah satunya di kawasan Jalan Tengger Raya, Kecamatan Sambikerep, serta di kawasan Jalan Raya Pakal Jaya 1, Kecamatan Pakal, Kota Surabaya, Sabtu (17/2/2024) malam.

Di kawasan Jalan Tengger Raya, Kecamatan Sambikerep, kurang lebih selama 14  tahun atau sejak 2010, warga harus berjibaku dengan banjir kiriman.

“Banjir ini sudah sejak tahun 2010,” ujar salah satu warga Jalan Tengger Raya.

“Dulu sepinggang, sekarang setelah ditinggikan, banjirnya selutut,” kata warga lainnya. 

Karenanya, sejumlah mobil pompa milik Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya dikerahkan untuk menyedot air banjir kiriman tersebut.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan permohonan maaf kepada warga dan berkomitmen untuk menyelesaikan persoalan banjir di Kota Pahlawan.

“Saya tadi berputar dari sana, Pakal banjir lalu di sini (Sambikerep) juga banjir padahal tidak hujan. Nah ini buangan air dari mana? Niki mboten udan (ini tidak hujan) tapi banjir. Ngapunten nggih (mohon maaf), segera saya selesaikan nggih,” kata Eri.

Di hadapan warga, Eri bersama jajaran Pemerintah Kota Surabaya berjanji akan melakukan pengecekan kembali di kawasan tersebut.

“Kalau begini terus kasihan warga. Dulu airnya bisa mencapai sepinggang, zaman saya setelah dinaikkan (jalan), airnya mencapai lutut saja,” ujarnya.

Setelah berkeliling melakukan pengecekan, Eri berpamitan kepada warga. Ia akan melakukan pengecekan di kawasan Kecamatan Pakal, Kota Surabaya. Di sana, juga muncul banjir kiriman yang meresahkan warga. 

“Saya mohon maaf selama belasan tahun anda mengalami hal ini, sekali lagi saya minta maaf, tahun ini saya selesaikan. Saya pamit nggih, Pakal juga seperti ini mendapat limpahan air. Pokoknya selesai langsung (dibuatkan) tanggul,” kata Wali Kota Eri sambil bersalaman dengan warga.

Sementara itu, Budi Efendi warga Jalan Tengger Raya, Kecamatan Sambikerep, Kota Surabaya mengapresiasi langkah cepat Eri dalam mengatasi banjir.

Menurutnya, Eri telah mengutamakan kepentingan warga agar bisa sesegera mungkin terhindar dari banjir kiriman itu. 

“Ya ngene iki pemimpin (ya begini ini pemimpin) Suroboyo jos. Pak Eri Cahyadi pemimpin yang luar biasa karena mengutamakan warga,” kata pria yang akrab disapa Budi Bonek ini. 

Ia mengaku salut, lantaran Eri turun langsung melakukan pengecekan untuk mengatasi banjir di kawasan Jalan Tengger Raya, Kecamatan Sambikerep. 

“Saya mencari pemimpin Surabaya selanjutnya seperti Pak Eri Cahyadi yang bisa mengatasi semua persoalan Surabaya. Saya salut karena persoalan banjir ini segera ditangani, terima kasih Pak Eri Cahyadi,” tegasnya.

Rombongan pun berlanjut ke kawasan Jalan Raya Pakal Jaya 1, Kecamatan Pakal, Kota Surabaya. Banjir kiriman yang melanda kawasan itu sudah sejak tahun 2013. Eri pun langsung berkeliling untuk mencari asal muasal banjir kiriman tersebut. 

Sejumlah mobil pompa milik DPKP Surabaya juga dikerahkan untuk menyedot air banjir kiriman tersebut. Di samping itu, Eri  juga melakukan rapat terbatas bersama jajaran perangkat daerah untuk mengatur strategi agar banjir kiriman tersebut tidak lagi menyusahkan warga Kecamatan Pakal.

“Ini surut langsung bekerja, jangan sampai seperti ini lagi. Langsung saya buatkan tanggul,” ujar Eri kepada warga. (*)

Tags:

Banjir di Surabaya Sambikerep Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi DPKP banjir 2010