Banjir Tahunan Melanda SMPN 2 Tanggulangin, Begini Kata Ketua Komite Sekolah dan Kepala Dinas Pendidikan Sidoarjo

Jurnalis: Fathur Roziq
Editor: M. Rifat

22 Januari 2024 11:01 22 Jan 2024 11:01

Thumbnail Banjir Tahunan Melanda SMPN 2 Tanggulangin, Begini Kata Ketua Komite Sekolah dan Kepala Dinas Pendidikan Sidoarjo Watermark Ketik
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo Dr Tirto Adi MPd melihat pompa air yang dipasang di SMPN 2 Tanggulangin didampingi Kepala SMPN 2 Tanggulangin Sukadi pada Kamis (18/1/2024). (Foto: Fathur Roziq/Ketik.co.id)

KETIK, SIDOARJO – Ilham dan teman-teman sebenarnya tidak ingin pindah. Namun, setiap SMPN 2 Tanggulangin kebanjiran, mereka tidak tenang belajar. Air bah dari hujan dan luapan sungai menggenang setinggi lutut. Bertahun-tahun relokasi diusulkan. Banyak pihak mendesak, tapi kapan dilaksanakan?

Rabu, 17 Januari 2024. Ramai di media sosial kabar tentang murid-murid SMPN 2 Tangulangin yang menguras air di kelas. Pagi itu mereka seharusnya duduk tenang. Riang gembira bersama bapak dan ibu guru.

Tapi, yang terjadi, anak-anak itu harus sibuk melakukan evakuasi. Mengangkat bangku-bangku. Menumpuknya di depan kelas. Memasang penghalang di depan pintu. Agar air tidak semakin tinggi. Mereka juga membersihkan lumpur yang masuk ke kelas.

Setelah itu, barulah mereka mengungsi. Pindah ke laboratorium komputer dan keterampilan. Belajar di sana. Ada enam kelas yang sering kebanjiran. Jadi, laboratorium pun tak cukup menampung anak-anak. Kondisi ini sudah berkali-kali terjadi.

”Banjir di SMPN 2 Tanggulangin ini terjadi setiap musim hujan. Sudah 5 tahun terakhir,” ungkap Slamet Urip, ketua Komite Sekolah SMPN 2 Tanggulangin.

Akibat genangan air di kelas dan area sekolah itu, lanjut Slamet, pembelajaran tidak bisa berjalan maksimal. Apalagi, genangan air tidak segera surut. Berhari-hari menggenang. Komite sekolah sudah berunding.

Hasilnya, para wali siswa telah mengajukan secara resmi permohonan relokasi SMPN 2 Tanggulangin. Surat disampaikan Maret 2023 lalu. Surat dikirim dari tingkat desa hingga ke pucuk pemerintahan di Kabupaten Sidoarjo.

Dari kepala SMPN 2 Tanggulangin, para desa (Kades) terdekat di wilayah Kecamatan Tanggulangin, kepala BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Sidoarjo, kepala dinas Perkim Cipta Karya dan Tata Ruang Sidoarjo, kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo.

”Surat tersebut juga kami tembuskan ke Bupati Sidoarjo dan ketua DPRD Sidoarjo,” tambah Slamet.

Surat itu berisi permintaan agar gedung SMPN 2 Tanggulangin direlokasi ke tempat yang lebih aman dan dan strategis di wilayah Tanggulangin. Selain itu, diberlakukan zona khusus terdampak banjir untuk anak-anak warga Desa Kedungbanteng, Banjarasri, Banjarpanji, Kalidawir, dan sekitarnya.

”Namun, sampai saat ini kami belum dapat info perkembangannya. Kami sangat berharap relokasi bisa segera dilakukan,” ungkap Slamet.

Foto Murid  SMP Negeri 2 Tanggulangin membersihkan lumpur yang masuk kelas karena banjir pada Kamis (18/1/2024) lalu. (Foto: Fathur Roziq/Ketik.co.id)Murid SMP Negeri 2 Tanggulangin membersihkan lumpur yang masuk kelas karena banjir pada Kamis (18/1/2024) lalu. (Foto: Fathur Roziq/Ketik.co.id)

Surat dan usulan Komite Sekolah SMPN 2 Tanggulangin itu sudah sampai ke meja Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo Dr Tirto Adi MPd. Saat mengunjungi sekolah itu pada Kamis (18/1/2024), Tirto Adi menyatakan ada solusi jangka pendek dan jangka panjang.

Untuk solusi jangka pendek, sudah ada anggaran Rp 1,2 miliar pada 2024 ini untuk meninggikan ruang kelas. Disdikbud juga memberikan sepatu boot untuk anak-anak. Total ada 1.000 sepatu boot. Sekitar 650 telah dibagikan tahun lalu. Sisanya juga segera dibagikan.

”Anak-anak ini sudah diberi sepatu boot karet. Inventaris sekolah. Jadi, walaupun banjir, pembelajaran tetap jalan," terang Tirto Adi.

Ada pula solusi jangka panjang. Tirto Adi menegaskan lagi wacana untuk merelokasi SMPN 2 Tanggulangin. Dua lokasi pilihan sudah muncul. Masing-masing Desa Putat dan Desa Gempolsari. Lahannya sedang dicari.

”Kami akan terus koordinasi dengan OPD terkait. Perlu dilakukan kajian dan feasibility study untuk mencari lahan pengganti. Yang pasti lokasinya tidak banjir lagi,” ungkap Tirto Adi.

Tirto memperkirakan, pada saat perubahan anggaran dan kegiatan (PAK) APBD 2024 nanti, penyusunan feasibily study (FS) relokasi SMPN 2 Tanggulangin bisa diajukan. Kira-kira lokasi mana yang paling mungkin menjadi pengganti SMPN 2 Tanggulangin saat ini. Tentu bukan daerah yang rawan banjir.

”Kita kuatkan studi kelayakannya. Nanti kita laporkan ke Pak Bupati,” tegas  Tirto Adi. (*)

Tags:

SMPN 2 Tanggulangin Banjir Tanggulangin Dr Tirto Adi Dinas Pendidikan Sidoarjo Pemkab Sidoarjo Banjir Kedungbanteng Kecamatan Tanggulangin