Berkat Label Haji Nunut Choirun Kini Jadi Muthawif Umrah dan Haji

Jurnalis: Kuncoro S.
Editor: Rudi

9 Juni 2023 14:35 9 Jun 2023 14:35

Thumbnail Berkat Label Haji Nunut Choirun Kini Jadi Muthawif Umrah dan Haji Watermark Ketik
Choirun Nasichin di rumahnya Jombang, menunjukkan foto bersama Gubernur Basofi Sudirman. (Foto: Dok. Choirun Nasichin)

KETIK, SURABAYA – Choirun Nasichin (62),  seorang haji yang dilabeli haji nunut asal  Sumobito, Jombang nasibnya kini berubah. Setelah menunaikan ibadah haji tahun 1994, dia masih dijuluki haji nunut.

Sejak menunaikan haji berbayar itulah  dia  banyak melakukan  aktivitas di luar. Karena ketekunan ibadah yang istiqomah, hidup Choirun kini   lebih baik katimbang masih dilabeli haji nunut.

Kini dia mendapat pekerjaan yang layak,  meski sampai sekarang  dia masih dipanggil haji nunut.  Choirun sekarang menjadi salah satu sales dan pemandu (muthawif) jemaah umrah dan haji.Foto Choirun Nasichin, insert saat menggunakan ihram di Arafah. (Foto: dok. Choirun Nasichin)Choirun Nasichin, insert saat menggunakan ihram di Arafah. (Foto: dok. Choirun Nasichin)

Mendengar nama haji nunut, tentu teringat pada musim haji 1992. Waktu itu Choirun menjadi pemberitaan semua media. Hal itu  karena keberaniannya naik pesawat Garuda dari Juanda yang membawa calon jemaah haji ke Makkah. Namun dia gagal turun di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah karena ketahuan bukan jemaah haji pada penerbangan kloter 09.

Kisah konyol keberanian Choirun ini  ditulis dalam buku berjudul "Haji Kok Nunut". Penulis buku  adalah wartawati senior Ita Nafsia. Mbak Ita, demikian panggilan akrab wartawati tersebut yang berhasil menemukan informasi haji nunut di Asrama haji Sukolilo, Surabaya.

Akal Choirun sampai lolos bisa naik pesawat memang cerdik. Pada tahun itu (1992) dia kepingin  bisa naik haji. Tetapi dua  tidak punya penghasilan tetap dan uang yang cukup. Kala itu hanya punya  uang pasan- pasan. "Di dalam tas yang saya tenteng hanya ada uang Rp 55 ribu, itu pun kurang Rp 5 ribu katanya.

Lalaki yang selalu memakai songkok haji putih itu mengatakan bisa menerobos pagar di Bandara Juanda tanpa ada petugas yang melihat. Sambil menenteng tas cokelat yang mirip tas calon jemaah haji, Choirun langsung naik tangga pesawat. Dia cerdik, memilih kursi di deretan belakang. Choirun tidak dicurigai oleh kru pesawat, Mulutnya terus komat kamit. "Saya selalu membaca doa selamat," katanya.

Bagaimana nasib haji nunut setelah diamankan  petugas kru pesawat Garuda. Lelaki bertubuh ramping ini  langsung diproses secara hukum.  Dia diadili di Pengadilan Negeri Sidoarjo. "Selama sidang sembilan kali  saya dijatuhi hakim hukuman lima bulan percobaan," kenangnya kepada Ketik.co.id.

Setelah Choirun bebas dari hukuman percobaan, putra asli Desa Ngelele,  Sumobito, Jombang ini  tidak putus asa untuk  bisa menunaikan ibadah haji dengan cara yang benar. Dia tiap malam sehabis salat wajib tak henti-hentinya melakukan salat sunah, wiritan  dan tak ketinggalan salat Tahayut.

Selain itu, Choirun tak pernah absen puasa sunah   Senin dan  Kamis.  Masih ditambah lagi puasa  Daud.

Berkat istiqomah salat wajib dan sunah juga pusa sunnah,  Choirun mendapat jalan yang diridoi oleh Allah SWT. Tahun 1994,  dia diberangkatkan haji oleh seorang  pengusaha tambak di daerah Tambak Langon,  Surabaya Barat. Semua biaya haji  dan uang saku selama berhaji didapat dari pengusaha tambak tersebut.

Choirun yang sudah berhaji sekali, beberapa  tahun kemudian berangkat haji lagi. Biaya hajinya ditanggung  oleh rekan akrabnya dan berangkat umrah pada tahun berikutnya.

Sepulang berhaji, Choirun masih belum punya  pekerjaan tetap. Berkat istiqomah silahturahmi ke rekan sesama haji, akhirnya dia mendapat pekerjaan sebagai pemandu jemaah umrah dan haji hingga sekarang. Dia bekerja sebagai muthawif di PT Busindo dan Aviha Travel Haji Umrah Surabaya.

Choirun kini sudah tidak lajang lali. Tahun  2010,  menemukan pasangan hidupnya, yaitu Yuni Prihatini,   salah seorang gadis asal kota Mojokerto. Akad nikah Senin, Jumat berangkat umrah berama istri yang dibiayai rekan dekatnya. Meski sudah berumah tangga sudah mapan ibadah tetap istiqomah. "Saya sekarang terus berdoa agar bisa punya momongan," pintahnya (*)

Tombol Google News

Tags:

Choirun Nasichin Haji Nunut 1992 Muthawif