Buka Misi Dagang, Khofifah Jalin Kerja Sama dengan Provinsi Bengkulu

Jurnalis: Husni Habib
Editor: Marno

3 Juli 2023 10:46 3 Jul 2023 10:46

Thumbnail Buka Misi Dagang, Khofifah Jalin Kerja Sama dengan Provinsi Bengkulu Watermark Ketik
Gubernur Khofifah bersama Gubernur Rohidin Mersyah saat menandatangani MoU. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

KETIK, BENGKULU – Mengawali misi dagang dan ivestasi di Provinsi Bengkulu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menandatangani Nota Kesepahaman atau MoU.

Penandatanganan itu dilakukan di Ruang Garuda, Gedung Daerah Balai Raya Semarak, Bengkulu, Minggu, (2/7/2023). MoU kerja sama tersebut  untuk memperkuat hubungan kedua provinsi. Dimana, terdapat empat sektor utama yang menjadi fokus yaitu sektor pertanian, perkebunan , perikanan dan peternakan.

 "Penajaman kerja sama di empat sektor yaitu pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan ini memiliki potensi besar untuk dibangun partnership oleh kedua provinsi," ungkap Khofifah.

Khofifah menjelaskan, salah satu keunggulan sektor pertanian Jatim adalah produksi beras dan kualitasnya. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) produksi padi di Jatim tahun 2022 tercatat sebesar 9,526 juta ton Gabah Kering Giling (GKG).

Tingginya produksi padi ini salah satunya didorong oleh faktor teknik mekanisasi. Dimana padi tidak dipanen secara manual, melainkan menggunakan combine harvester sehingga bisa mengurangi potensi loss 9 sampai 11%.

"Jadi beberapa hal yang bisa memberikan nilai tambah petani sesungguhnya secara teknologi sudah dimungkinkan," tutur Khofifah.

Selanjutnya, Gubernur Khofifah mengatakan di sektor perkebunan komoditas kopi dan coklat marketnya luar biasa. Dari 32 jalur tol laut, sebanyak 27 tol laut melewati Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. 

Terakhir, Khofifah mengungkapkan sektor peternakan meliputi banyak hal yang berpotensi untuk dikerjasamakan salah satunya daging sapi potong di Jawa Timur. Terlebih, di Jatim saat ini populasi sapi terdapat lebih dari 5 juta ekor.

"Kultur beternak sudah jadi, teknologi sudah siap. Tinggal bagaimana kekuatan ekonomi baru masyarakat kita untuk melahirkan peternak handal," ujarnya. 

Foto Gubernur Khofifah dan Gubernur Rohidin Mersyah saat menunjukkan MOU. (Foto: Humas Pemprov Jatim)Gubernur Khofifah dan Gubernur Rohidin Mersyah saat menunjukkan MOU. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Inisiatif Gubernur Khofifah untuk menjalin kerja sama di respon baik oleh Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah. Terlebih, lewat misi dagang, kata dia, menjadi ajang mempertemukan trader dan buyer. Kolaborasi ini dipercaya saling menguatkan potensi yang dimiliki oleh kedua provinsi. 

"Misi dagang merupakan instrumen, tapi tidak sekadar bicara bisnis, tapi jauh dari itu yakni bentuk merajut kepentingan anak bangsa," ujarnya. 

Menurutnya ketiga sektor tersebut terbuka peluang untuk dilakukan kerjasama, utamanya di sektor perkebunan mengingat Bengkulu penghasil kopi robusta terbaik secara nasional. (*)

Tags:

MoU kerja sama misi dagang Ekonomi Gubernur Khofifah Gubernur Rohidin Mersyah Pertanian Perkebunan Peternakan