Catat! Ini Pentingnya Figur Ayah bagi Tumbuh Kembang Anak

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Gumilang

16 Maret 2024 15:45 16 Mar 2024 15:45

Thumbnail Catat! Ini Pentingnya Figur Ayah bagi Tumbuh Kembang Anak Watermark Ketik
Psikolog sekaligus Dosen Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang, Fuji Astutik, M.Psi. (Foto: Fuji Astutik)

KETIK, MALANG – Tugas dan tanggungjawab merawat anak tidak dapat dibebankan kepada ibu saja. Hadirnya sosok maupun figur ayah berperan penting dalam mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan sang anak.

Psikolog sekaligus Dosen Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang, Fuji Astutik, M.Psi. menjelaskan salah satu dampak kurangnya peran ayah ialah terhambatnya pembentukan karakter anak.

"Kebetulan saya pernah menulis terkait keterlibatan ayah. Tidak adanya ayah, salah satu dampaknya adalah karakter dia. Figur ayah bisa membangun karakter anak untuk mengambil keputusan dengan logic, berani menghadapi tantangan," ujar Fuji, Sabtu (16/3/2024).

Ketiadaan figur ayah khususnya pada anak laki-laki membuat anak bingung dengan peran dan cara menjadi seorang lelaki. Anak membutuhkan contoh dan identifikasi bagaimana karakter laki-laki.

"Misal ketika berkeluarga karena dia tidak tahu sebagai laki-laki, apa yang harus dia lakukan pada istrinya, dia akan kebingungan identitas dalam proses menempatkan diri sebagai suami dan ayah. Dia bisa saja sekolah parenting, tapi ada pengalaman yang secara langsung tidak pernah dia rasakan," lanjutnya.

Fuji menekankan bahwa figur ayah tidak selalu didapatkan dari ayah kandung secara biologis. Figur ayah dapat diperoleh dari sosok pengganti ayah, seperti kakek, paman, kakak laki-laki, dan sebagainya.

Beberapa kondisi menempatkan anak merasa tidak mendapatkan peran ayah meskipun sosok tersebut berada di sekitarnya. Kondisi tersebut sering disebut sebagai fatherless.

Meskipun sosok ayah tidak hadir secara langsung ataupun berada di jarak yang jauh dengan anak, ketika peran dan fungsinya masih dirasakan maka anak tetap dapat merasakan figur ayah dalam hidupnya.

"Maksud dari keberadaan sosok ini adalah sosok ayah itu sendiri sebagai perannya, maupun pengganti peran. Jadi tidak harus ayah langsung, namun bisa dengan pengganti peran. Ada orangnya tapi kalau tidak ada perannya, jadinya fatherless," sebutnya.

Momen-momen penting hadirnya figur ayah dalam kehidupan anak ialah sampai usia anak mencapai 13 tahun. Jelas Fuji, golden area anak berada dalm rentang usia 1-5 tahun. Pada usia tersebut anak mengalami pembentukan dasar karakter, sehingga apapun perkataan dan perlakuan orang tua akan menjadi value bagi diri anak.

"Kalau sudah 6 tahun ke atas dia sudah punya figur lain yaitu gurunya. Anak sudah mulai identifikasi orang dewasa lain selain orang tua. Tapi di 5 tahun ke bawah, full yang akan diidentifikasi adalah ayah dan ibunya. Kalau ayah dan ibu berperan dengan baik, anak sudah memiliki dasar yang kuat di dalam dirinya," kata Fuji.

Pada usia 6 tahun ke atas, anak mulai menyadari proses interaksi dan mulai dapat membandingkan yang ia dapatkan bersama orang tua dengan apa yang terjadi di luar. Hingga pada usia 13 tahun ke atas, peran orang tua mulai tergeser dengan kehadiran peer group atau teman sebaya.

"Kalau sudah 13 tahun ke atas, peran orang tua jadi sedikit tergeser karna anak sudah mulai percaya dengan peernya, mulai nyaman cerita dengan teman sebayanya. Sehingga peran orang tua ada tapi tidak full layaknya di usia anak sebelumnya," tutup Fuji. (*)

Tags:

Fuji Astutik Psikolog Malang Dosen Fakultas Psikologi UIN Malang UIN Maulana Malik Ibrahim Malang UIN Maliki Kota Malang Peran Ayah Bagi Tumbuh Kembang Anak Figur Ayah bagi Anak