Di Wisuda Universitas Terbuka Surabaya, Wali Kota Madiun Ungkap UT Punya Mahasiswa Napi

Jurnalis: Siti Fatimah
Editor: M. Rifat

8 Maret 2024 08:03 8 Mar 2024 08:03

Headline

Thumbnail Di Wisuda Universitas Terbuka Surabaya, Wali Kota Madiun Ungkap UT Punya Mahasiswa Napi Watermark Ketik
Wali Kota Madiun Maidi, saat memberi sambutan di prosesi wisuda Universitas Terbuka Surabaya (7/3/2024) (Foto: Fatimah/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Hadir di acara wisuda Universitas Terbuka (UT) Surabaya, Kamis (7/3/2024), Wali Kota Madiun Maidi mengungkap UT Surabaya memiliki 20 mahasiswa narapidana binaan lapas Madiun.

Di hadapan ribuan wisudawan, lulusan perdana S3 UT ini mengungkap telah memberikan beasiswa dan fasilitas laptop kepada 20 narapidana supaya bisa berkuliah di UT Surabaya.

“Anak-anak yang di penjara, yang waktunya kuliah tapi tidak bisa kuliah, saya beri beasiswa 36 juta dan fasilitas laptop, UT harus datang ke penjara memberikan kuliah pada mereka,” ucapnya dalam sambutan di Gedung Dyandra Convention Center, Surabaya.

Pemberian beasiswa ini, lanjutnya, adalah satu-satunya program Universitas Terbuka yang hanya ada di Madiun.

Senada dengan itu, Direktur Universitas Terbuka, Dr. Suparti, M.Pd membenarkan adanya kerja sama antara Pemerintah Kota Madiun dengan UT Surabaya untuk memberikan pendidikan pada 20 narapidana di Lapas Kelas 1 Madiun.

“Sekarang ini ada 20 warga binaan yang diberi beasiswa Wali Kota Madiun untuk lanjut kuliah di UT pada program S1 Agribisnis. Alhamdulillah semester satu kemarin nilai mereka bagus-bagus,” ungkap Suparti pada wartawan.

Foto Suparti, Direktur Universitas Terbuka Surabaya (Foto: Fatimah/Ketik.co.id)Suparti, Direktur Universitas Terbuka Surabaya (Foto: Fatimah/Ketik.co.id)

Ketika pembelajaran berlangsung, tiap mahasiswa mendapat fasilitas laptop dari pemerintah kota Madiun supaya bisa mengikuti mata kuliah.

Dengan adanya beasiswa ini, diharapkan setelah keluar dari lapas para napi bisa bekerja di perkebunan kelapa kopyor milik pemerintah Madiun.

“Jurusannya dipilihkan S1 Agribisnis, karena Wali Kota Madiun mau membuat perkebunan kelapa kopyor. Jadi nanti diharapkan teman-teman binaan setelah keluar dari lapas bisa bekerja di perkebunan itu,” pungkasnya.

Dari adanya program ini, UT terus mengembangkan infrastruktur pendidikan jarak jauhnya, meningkatkan kualitas kurikulum dan pengajarannya, serta memperluas jaringan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dengan perusahaan dan organisasi masyarakat.

Melalui pendekatan inklusif dan akses yang luas, Universitas Terbuka memainkan peran kunci dalam mengurangi kesenjangan pendidikan dan meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan.

“UT terus mensosialisasikan kepada seluruh lapisan masyarakat siapapun dan di  manapun untuk bisa kuliah dan belajar,” ujar Suparti.(*)

Tags:

Mahasiswa narapidana beasiswa narapidana Madiun UT Surabaya Universitas Terbuka Surabaya