Dikunjungi 1 Juta Visitors, Perpustakaan Digital Bimas Islam RI Jadi Rujukan Literasi Keagamaan

Jurnalis: Wandi Ruswannur
Editor: M. Rifat

1 Februari 2024 13:05 1 Feb 2024 13:05

Thumbnail Dikunjungi 1 Juta Visitors, Perpustakaan Digital Bimas Islam RI Jadi Rujukan Literasi Keagamaan Watermark Ketik
Dirjen Bimas Islam Kemenag RI, Kamaruddin Amin (Foto: Humas Kemenag RI)

KETIK, JAKARTA – Bidang Kepustakaan Bimas Islam Kemenag RI menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan mengundang perwakilan Kemendikbud, BRIN, Pustakawan Masjid Istiqlal, Pokja AKA, Pustakawan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, LTMNU, LPBKI MUI, dan tamu undangan lainnya pada Rabu (31/1/2024).

Hingga saat ini, Perpustakaan Digital Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kemenag RI, telah dikunjungi oleh 1.169.325 visitors atau kunjungan yang berasal dari berbagai latar belakang.

Dirjen Bimas Islam Kemenag RI, Kamaruddin Amin mengatakan saat ini aplikasi bernama Elektronik Literasi Pustaka Keagamaan Islam (Elipski) itu menyajikan 263 judul buku yang telah didigitalisasi, meraih 250.781 unduhan, dan memperoleh total sebanyak 1.002 likes.

"Keunggulan Perpustakaan Digital ini juga terlihat dari fitur layanan khotbah Jumat sebagai pedoman bagi para khatib, menawarkan 112 judul naskah dengan total kunjungan 29.786 dan unduhan sebanyak 3.580 terhitung dari Juni 2023 hingga saat ini," katanya saat, Rabu (31/01/2024).

Terkait dengan itu semua, Kamaruddin Amin juga menegaskan Perpustakaan Bimas Islam (Elipski) diharapkan dapat menjadi rujukan dan sumber literasi keagamaan yang mudah diakses masyarakat.

“Elipski harus menampilkan keunikan dengan menyajikan beragam literatur yang substansial, disertai akses yang mudah bagi masyarakat,” tegasnya dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Bidang Kepustakaan Islam bertema ‘Refleksi dan Evaluasi Elektronik Literasi Pustaka Keagamaan Islam', Rabu (31/1/2024).

Selain itu, dalam hal ini Dirjen juga menekankan peran pentingnya literatur keagamaan Islam modern maupun klasik agar termuat dalam Elipski.

“Ini merupakan bagian dari upaya melestarikan dan menjaga literatur keislaman secara digital, baik yang klasik maupun modern,” ungkapnya Dirjen dengan penyampaian yang jelas dan lugas.

Sementara itu, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Dir Urais Binsyar), Adib juga menambahkan, Elipski akan dikembangkan melalui pembaruan dalam tampilan, fitur, dan layanannya.

"Elipski akan hadir dengan nuansa yang lebih kekinian dan beragam, contohnya terdapat fitur kultum. Karenanya, roadmap yang disusun akan menyempurnakan tahap pengembangan layanan literasi dari Elipski," tandas Adib membeberkan. (*)

Tags:

Kemenag RI Perputakaan Digital literasi