Dikunjungi Wabup Sidoarjo Subandi, Penderita Kanker Berterima Kasih Didoakan dan Disemangati

Jurnalis: Fathur Roziq
Editor: Marno

9 Juni 2023 23:39 9 Jun 2023 23:39

Thumbnail Dikunjungi Wabup Sidoarjo Subandi, Penderita Kanker Berterima Kasih Didoakan dan Disemangati Watermark Ketik
Wabup H Subandi didampingi H Rizza Ali Faizin (kiri) menjenguk Yayuk Puji Prihatin yang ditemani suami Tri Riedi, di rumah mereka, Jumat (9/6/2023). (Foto: Fathur Roziq/Ketik.co.id)

KETIK, SIDOARJO – Suatu pagi pada 2019 lalu, Yayuk terbatuk-batuk. Dadanya terus tersentak. Berobatlah kemudian dia ke seorang bidan. Namun, batuknya tidak kunjung sembuh. Hasil pemeriksaan bidan memukul batinnya.

Ada benjolan di bagian payudara. Diantar sang suami, Tri Riedi periksa ke dokter. Benar yang mereka cemaskan, ternyata benjolan itu kanker. Pasangan suami istri itu lemas.

Saat Wakil Bupati Sidoarjo H Subandi datang menjenguknya Jumat pagi (9/6/2023), Yayuk tengah terbaring di tempat tidur. Dalam kamar tengah di rumahnya, RT 01 RW 03, Desa Tanggul, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo.

Tumpukan obat terlihat di rak dekat pintu kamar. Foto Yayuk semasa sehat tergantung di dinding. Rambutnya masih lebat. Di atas kasur tempat berbaring. Tri Riedi duduk menemaninya di lantai.

”Sebenarnya aku malu. Nanti dikira minta bantuan,” bisik perempuan bernama lengkap Yayuk Puji Prihatin itu kepada suaminya.

”Sudah, nggak papa. Nggak perlu malu. Yang penting kita dapat doa banyak orang,” jawab Tri Riedi. Perempuan 36 tahun itu  pun mengangguk.

Subandi lalu duduk di dekat mereka. Ada Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo Feny Apridawati. Juga H Rizza Ali Faizin, anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo. Beberapa kali Yayuk terbatuk-batuk. Sambil menangis dan menyeka air matanya.

Dia sedih karena sakit. Terharu karena dikunjungi dan mendapatkan perhatian dari Wakil Bupati Subandi yang menyempatkan diri datang ke rumahnya. Membesuk rakyat yang sedang terkena musibah. Menyemangati agar tetap tabah dan sabar.

Foto Warga dan tetangga Yayuk-Tri Riedi serta anggota DPRD Sidoarjo H Rizza Ali Faizin (kiri) menyambut kedatangan H Subandi.  (Foto: Fathur Roziq/ketik.co.id)Warga dan tetangga Yayuk-Tri Riedi serta anggota DPRD Sidoarjo H Rizza Ali Faizin (kiri) menyambut kedatangan H Subandi. (Foto: Fathur Roziq/ketik.co.id)

Yayuk lebih banyak diam. Sesekali mengusap air mata, lalu kembali tutup mulut. Pertanyaan Subandi dijawab oleh Tri Riedi. Dia bercerita bahwa kanker itu mulai muncul pada 2019, saat maraknya Covid-19. Sulit sekali periksa waktu itu. Lebih-lebih mendapatkan pelayanan kesehatan lebih.

Empat tahun sudah berlalu. Semua itu mereka lalui bersama. Yayuk dan Tri Riedi sadar, ada dua anak yang masih harus mereka besarkan. Jefan dan Deliyah masing-masing berusia 15 dan 9 tahun itu.

Tri Riedi bekerja sebagai perangkat desa. Yayuk sudah berhenti dari pekerjaan di pabrik tisu. Dua anak yang masih duduk di bangku SMP dan SD itu masih perlu pendampingan orang tua. Sang ibu harus kuat.

”Bagaimana kondisi ibu sekarang,” tanya Subandi pelan. Kata Tri Riedi, kondisi Yayuk tidak tentu. Terkadang seperti tidak merasakan apa-apa. Baik-baik saja.

Namun, begitu kanker itu 'berontak', sakitnya bukan kepalang. Istrinya mengeluh kesakitan. ”Rasanya seakan-akan sudah mau meninggal saja,” ungkap lelaki 46 tahun itu menirukan rintihan sang istri.

Kalau Yayuk kambuh, Tri Riedi segera mengantarnya ke RSAL dr Ramelan di Surabaya. Pakai mobil siaga desa. Waktunya tidak pasti. Bergantung kondisi dan daya tahan tubuh Yayuk. Apalagi, paru-paru Yayuk juga terdeteksi kemasukan air.

Mengapa tidak ke RSUD Sidoarjo saja? ”Belum bisa,” katanya. Peralatan sudah ada, tapi, untuk perawatan pasien kanker secara khusus, RSUD Sidoarjo belum siap.

Saat ini, Yayuk dan suaminya berusaha mematuhi petunjuk dokter. Jika waktunya kontrol, mereka pun segera berangkat ke rumah sakit. Biasanya sebulan sekali periksa dengan layanan BPJS kesehatan. 

Tri Riedi selalu mendampingi berobat. Sambil mengingatkan sang istri. Agar tidak sering memikirkan penyakit yang bersarang di tubuhnya. Tetap menjalani kontrol pengobatan yang mungkin harus dilakukan selama hidup. Kalau penyakit selalu diingat dan dipikirkan, terkadang mendadak kambuh. Tersiksa sekali.

 Tri Riedi menyatakan sangat berterima kasih kepada Wabup Subandi. Atas perhatian dan bantuannya kepada sang istri. Kunjungan wakil bupati menjadi penyemangat bagi istrinya untuk terus berusaha kuat meski hidup dengan kanker.

Terutama doa orang baik dari pejabat yang peduli kepada rakyatnya.”Supaya bisa sembuh, yang utama adalah doa. Doa dari banyak orang,” tuturnya.

Selesai membesuk dan mendoakan kesehatan Yayuk, Wabup Subandi pun berpamitan. Dia dilepas oleh keluarga serta tetangga Tri Riedi dan Yayuk hingga naik ke mobil. (*)

Tags:

wabup sidoarjo subandi Kanker Payudara sidoarjo terkini