Diskusi Lintas Sektor Pemberdayaan Remaja, Persiapkan Generasi Muda Hadapi Tantangan Abad 21

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: M. Rifat

5 Juni 2024 15:10 5 Jun 2024 15:10

Thumbnail Diskusi Lintas Sektor Pemberdayaan Remaja, Persiapkan Generasi Muda Hadapi Tantangan Abad 21 Watermark Ketik
Foto bersama peserta Diskusi Lintas Sektor Unicef, Dispendik Jatim, ITS dan Ketik Media Siber di JW Marriott Surabaya (5/6/2024) (Foto: Shinta Miranda/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – United Nations Children's Fund (Unicef), Intistitut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Dinas Pendidikan Jawa Timur dan Ketik Media menggelar Diskusi Lintas Sektor Pemberdayaan Remaja melalui Pendidikan dan Keterampilan. Acara berlangsung di lantai 4 Hotel JW Marriott Surabaya pada Rabu (5/6/2024).

Diskusi ini menghadirkan banyak narasumber kompeten dari berbagai sektor. Mereka berasal dari kalangan akademisi universitas, kewirausahaan, pakar pendidikan serta melibatkan para remaja secara langsung.

Kepala Kantor Unicef Jawa Bali Tubagus Arie Rukmantara menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan mencari akar masalah dan solusi untuk pendidikan ke depan.

Menurut Arie, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan digital skill khususnya untuk generasi muda dalam mempersiapkan Generasi Emas di 2045.

“Inilah pertama kali ada pembicaraan Digital skill, atau double track atau kemampuan siswa di luar bidang akademik untuk menjawab tantangan abad 21,” jelas Arie Rukmantara.

Foto Diskusi Lintas Sektor oleh Unicef, ITS, Dispendik Jatim dan Ketik Media di lt 4 Hotel JW Marriot Surabaya, Rabu (5/6/2024). (Foto: Shinta/Ketik co.id)Diskusi Lintas Sektor oleh Unicef, ITS, Dispendik Jatim dan Ketik Media di lt 4 Hotel JW Marriott Surabaya, Rabu (5/6/2024). (Foto: Shinta/Ketik co.id)

Ada 3 hal penting dalam menghadapi tantangan abad ke-21. Itu dengan tidak hanya harus belajar di lingkup sekolah, melainkan juga belajar keterampilan lain berupa pelatihan.

“Acara ini memastikan anak-anak back to learning, tidak hanya mempelajari mata pelajaran sekolah berupa PKBM, justru yang diharapkan punya skil yang menjawab tantangan abad 21,” terang Arie.

Adanya diskusi tentang digital skill, enterpreneurship dan bahasa ini adalah kesepakatan semua stakeholder yang hadir pada Diskusi Lintas Sektor ini untuk mempersiapkan anak-anak di abad 21.

“Bahwa yang dibutuhkan adalah digital skill, language skill dan yang ketiga enterpreneurship,” papar Arie.

Tidak hanya jago dalam 3 bidang tersebut, Arie menegaskan penting juga untuk mempersiapkan karakter masing-masing individu anak-anak maupun remaja di masa depan.

“Jadi bagaimana Indonesia menjadi pemain dunia tapi ada karakternya tapi bukan jago komputer, jago berbisnis, jago berbahasa asing tapi ada karakternya,” papar Arie.

Foto Diskusi Lintas Sektor oleh Unicef, ITS, Dispendik Jatim dan Ketik Media di lt 4 Hotel JW Marriot Surabaya, Rabu (5/6/2024). (Foto: Shinta/Ketik co.id)Diskusi Lintas Sektor oleh Unicef, ITS, Dispendik Jatim dan Ketik Media di lt 4 Hotel JW Marriott Surabaya, Rabu (5/6/2024). (Foto: Shinta/Ketik co.id)

Salah satu yang paling penting dalam karakter meliputi membangun kedisiplinan, rajin, memiliki mentalitas yang tinggi, kebersamaan juga kolaborasi dan toleransi.

“Budaya Indonesia tidak boleh hilang walaupun kita menguasai dunia,” pungkas Arie Rukmantara.

Acara Diskusi Lintas Sektor ini dihadiri Forum Anak Nasional atau FAS Jatim, Kepala Bidang Guru dan Tenaga Pendidikan Dindik Jatim, Pakar Pendidikan, Ketua Pendidikan Jatim, Ketua Surabaya Friendship Club, Perkumpulan CEO Jatim.

Hadir juga pakar pendidikan ITS, Direktur Pendidikan Unicef dan Ketua ISMI Jatim. Acara ini juga disupport penuh oleh Ketik Media yang menaungi media kolaborasi Indonesia, Ketik.co.id. (*)

Tombol Google News

Tags:

UNICEF ITS Diskusi Lintas Sektor ketik media Pendidikan Anak pakar pendidikan Digital skill