DPKP Jatim Lakukan Sejumlah Langkah untuk Pastikan Ketahanan Pangan

Jurnalis: Husni Habib
Editor: Mustopa

22 April 2024 11:57 22 Apr 2024 11:57

Thumbnail DPKP Jatim Lakukan Sejumlah Langkah untuk Pastikan Ketahanan Pangan Watermark Ketik
Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur. (Foto: Husni Habib/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Untuk mengantisipasi musim kemarau yang diprediksi akan terjadi dalam kurun waktu Mei hingga Agustus 2024, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Jawa Timur telah melakukan sejumlah langkah untuk memastikan ketahanan pangan.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Dydik Rudy Prasetya mengatakan, pihaknya telah memonitoring dan mengoptimalisasi seluruh lahan pertanian di kabupaten/kota di Jawa Timur untuk meningkatkan produksi pangan.

Selain itu, dilakukan percepatan tanam bagi lahan-lahan yang sudah selesai panen dengan memanfaatkan benih varietas unggul bersertifikat dan toleran terhadap kekeringan.

"Kami juga mengantisipasi kekeringan dengan mengoptimalkan pemanfaatan pompa air eksisting baik yang swadaya maupun bantuan Pemerintah, Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT), Pembangunan Embung, Pembangunan Perpompaan besar dan menengah, serta perpipaan jaringan irigasi," terang Dydik saat dikonfirmasi, Senin (22/4/2024).

Foto Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Dydik Rudy Prasetya saat menghadiri Gerakan Integrasi Kelapa dengan Padi Gogo di Kabupaten Kediri (Foto: Instagram DPKP Jatim)Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Dydik Rudy Prasetya saat menghadiri Gerakan Integrasi Kelapa dengan Padi Gogo di Kabupaten Kediri (Foto: Instagram DPKP Jatim)

Pihaknya juga melakukan penyusunan pola tanam dengan teknologi yang beradaptasi seperti pemilihan varietas, penyiapan tim/regu Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) maupun budidaya ramah lingkungan.

Bekerjasama dengan instansi lain, seperti BMKG untuk memantauan iklim dan cuaca melalui Sistem Peringatan Dini (Early Warning System). 

"Kami juga menginformasikan dengan segera apabila terjadi bencana alam utamanya kekeringan pada pertanaman disertai dengan data yang akurat," tambahnya.

Dydik optimistis ketahanan pangan di Jatim dapat dijaga dengan beragam strategi yang telah direncanakan. Belum lagi Pemprov Jatim Baru saja mendapatkan bantuan dari Menteri Pertanian RI Andi Amran berupa alat dan mesin pertanian (alsintan), benih jagung hibrida dan benih padi inbrida.

"Bantuan tersebut akan dimanfaatkan untuk untuk kegiatan percepatan panen, olah tanah, dan tanam dengan memanfaatkan kondisi hujan yang masih ada," pungkasnya. 

Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran memberikan bantuan berupa benih jagung hibrida seberat 1.301.265 kg dan benih padi inbrida 6.150.000 kg senilai Rp161.715.900.000. Selain itu juga diterima bantuan sebanyak 3.700 unit pompa air dan DAM Parit senilai Rp124.223.000.000.(*)

Tombol Google News

Tags:

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim Antisipasi Kekeringan Dydik Rudy Prasetya BMKG ketahanan pangan Padi irigasi