Duh! Akibat Tak Dapat Pinjaman Ambulance Puskesmas, Nyawa Warga Situbondo Tak Tertolong

Jurnalis: Heru Hartanto
Editor: Naufal Ardiansyah

1 Maret 2024 19:30 1 Mar 2024 19:30

Headline

Thumbnail Duh! Akibat Tak Dapat Pinjaman Ambulance Puskesmas, Nyawa Warga Situbondo Tak Tertolong Watermark Ketik
Puskesmas Panarukan, di Jl. Raya Wringin Anom No. 29, Panarukan, Kabupaten Situbondo (1/3/2024). (Foto: Heru/Ketik)

KETIK, SITUBONDO – Mistari, warga Desa Pawoan, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo menyesalkan tindakan petugas Puskesmas Panarukan, Kabupaten Situbondo yang tidak mau membawa pasien kritis menggunakan mobil ambulance dari rumahnya ke Rumah Sakit, Sabtu (01/03/2024).

Akibatnya, mertua Mistari meninggal dunia karena tidak mendapatkan pinjaman Ambulans dari Puskesmas Panarukan yang berlokasi di Jl. Raya Wringin Anom No. 29, Panarukan, Kabupaten Situbondo.

Mistari, mengatakan bahwa mertua laki-lakinya sedang sakit parah dan membutuhkan pertolongan medis. Karena tidak ada kendaraan roda empat untuk membawa mertuanya ke rumah sakit, maka dirinya meminjam mobil ambulans ke Puskesmas berdasarkan inisatif kepala dusun.

"Ketika saya hendak meminjam Ambulans ke Resepsionis Puskemas Panarukan dan ketika ditanyakan ke kepala ruangan, ternyata mobil ambulance tersebut tidak dipinjamikan ke masyarakat umum dengan alasan ambulans puskesmas hanya untuk pasien rujuk dari puskesmas ke rumah sakit," jelas Mistari.

Akibat tidak segera mendapatkan penangan medis, kata Mistari, karena terkendala kendaraan untuk membawa ke rumah sakit, akhirnya mertua Mistari meninggal dunia di rumahnya.

"Ini jelas jika tidak ada peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Karena mobil ambulans yang dibeli dari uang negara untuk kepentingan rakyat tidak bisa dipakai untuk rakyat. Buktinya, ketika saya minta tolong agar mobil Ambulance menjemput pasien yang sakit parah diabaikan,” tegas Mistari.

Anehnya, sambung Mistari, ketika pihaknya menghubungi kepala dinas kesehatan dan diteruskan ke kepala puskesmas baru ambulans datang.

"Ketika mobil ambulance tiba di rumah saya, mertua sudah meninggal dunia. Mungkin, ketika saya tidak telepon kepala Dinas Kesehatan Situbondo Mobil Ambulance tak akan sampai ke rumah saya,” ujarnya.

Mistari menilai, layanan kesehatan puskesmas Panarukan telah mengabaikan peningkatan pelayanan publik.

“Pelayan publik di Puskesmas Panarukan sangat buruk dan harus ada reformasi dalam pelayanan kesehatan di Kabupaten Situbondo,” pungkas Mistari.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Panarukan dr. Yuni Verosita membenarkan jika pada Jumat (29/2/2024 ) malam ada keluarga pasien datang ke UGD Puskesmas Panarukan yang meminta keluarga di jemput dengan ambulance, tapi tidak terlayani.

“Mungkin ada mis komunikasi dalam penyampaiannya. Yang disampaikan via WhatsApp, keluarga pasien minta ambulans menjemput pasien di rumahnya untuk langsung dibawa ke rumah sakit bukan ke puskesmas," kata Kepala Puskesmas Panarukan.

Selain itu, lanjut dr Yuni Verosita, bahwa Puskesmas Panarukan tidak memiliki prosedur untuk peminjaman mobil ambulans untuk masyarakat, masyarakat sebenarnya bisa menggunakan ambulans desa, karena hampir semua puskesmas mempunyai prosedur rujukan emergency.

“Kalau prosedur emergency yang dimiliki Puskesmas Panarukan, pasien harus dibawa ke puskesmas terdahulu untuk dilakukan pertolongan pertama hingga kondisi pasien stabil untuk kemudian bisa dirujuk ke rumah sakit terdekat. Ambulans puskesmas itu tidak perlu sewa, jika memang emergency bisa difasilitasi di puskesmas," ujarnya.

Bukan hanya itu yang disampaikan, dr Yuni Verosita, namun dia menjelaskan bahwa keluarga pasien meminta jemput ke rumahnya di Desa Klatakan untuk dibawa ke Rumah Sakit.

"Ternyata ambulans sudah berangkat ke rumah pasien di Desa Klatakan untuk dibawa ke Paowan," tegasnya. (*)

Tags:

Puskesmas Panarukan Nyawa Warga Tak Tertolong Tak Boleh Pinjam Ambulance Situbondo Terkini Berita Situbondo Situbondo Hari Ini