Gelar Coffee Morning dengan Awak Media, Ini Sosok Kajari Sleman Bambang Yunianto

Jurnalis: Fajar Rianto
Editor: M. Rifat

17 Juli 2024 02:35 17 Jul 2024 02:35

Thumbnail Gelar Coffee Morning dengan Awak Media, Ini Sosok Kajari Sleman Bambang Yunianto Watermark Ketik
Bambang Yunianto Eko Putro, Kajari Sleman saat memperkenalkan diri pada wartawan (16/7/2024) (Foto: Fajar Rianto/Ketik.co.id)

KETIK, YOGYAKARTA – Kajari Sleman Bambang Yunianto Eko Putro mengungkapkan, di manapun ia bertugas dirinya selalu berkomunikasi dengan insan media.

Menurut Bambang Yunianto, media adalah partner utama. Hal tersebut ia sampaikan saat menggelar acara Coffee Morning dengan sejumlah awak media yang biasa melakukan peliputan di Kejari Sleman pada Selasa (16/7/2024). Termasuk Ketik.co.id.

Acara tersebut tergolong istimewa karena selama ini tidak semua pejabat Kejaksaan berani melakukan hal yang sama. Namun, hal ini nampaknya tidak berlaku bagi Bambang Yunianto.

Terlebih lagi saat dirinya bertugas di Kejaksaan Agung sebelumnya sudah terbiasa bersinggungan dengan para awak media. Juga saat mendampingi kunjungan para petinggi Kejagung di daerah.

Bambang Yunianto mengaku ingin Kejaksaan dicintai dan dibanggakan oleh masyarakat. Karena ada istilah tidak kenal maka tidak sayang. Untuk itu ia meminta bantuan media massa buat memberitakan.

Ia berharap dengan begitu masyarakat semakin tahu apa tugas dari Kejaksaan. Dipaparkannya, berdasarkan Undang-undang (UU) Nomor 11 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan Republik Indonesia, tugas dan fungsi Kejaksaan semakin banyak.

"Karena itulah institusi Kejaksaan saat ini dituntut selalu mengasah diri, meningkatkan kompetensi, kemampuan. Juga pengetahuan khususnya dalam penanganan teknis perkara," ucapnya.

Langkah Bambang Yunianto yang belum genap sebulan dilantik jadi Kajari Sleman ini mengingatkan pesan dari Jaksa Agung RI ST Burhanuddin di setiap kesempatan sebelumnya.

ST Burhanuddin secara tegas menyebutkan penegakan hukum dan pers seperti dua sisi yang tidak bisa dipisahkan. Selaku penegak hukum, laporan dan pengaduan seringkali didapatkan dari masyarakat melalui media maupun pemberitaan.

Selain itu, media massa juga berperan mengawasi setiap sudut dan sisi penegakan hukum agar dapat berjalan taat asas atau on the track.

Pesan menohok lainnya dari Jaksa Agung RI adalah kinerja tiada artinya tanpa adanya publikasi. Sebab masyarakat perlu mengetahui apa yang sudah di kerjakan oleh institusi Kejaksaan.

Nah, mengawali acara tersebut Bambang Yunianto mengenalkan diri serta menceritakan sekilas perjalanan karirnya. Bambang lahir di Banjarmasin dan selama 10 tahun bersama orang tuanya (Jaksa) tinggal di sana.

Foto Disela kegiatan coffee morning, Selasa (16/7/2024) Kajari Sleman Bambang Yunianto menyempatkan diri foto bersama para wartawan yang biasa meliput di Sleman. (Foto: Kejari Sleman for Ketik.co.id)Kajari Sleman Bambang Yunianto foto bersama para wartawan yang biasa meliput di Sleman Selasa (16/7/2024) (Foto: Kejari Sleman for Ketik.co.id)

Kemudian keluarganya yang berasal dari Jawa Tengah menetap di Boyolali hingga ia besar dan kuliah. Tahun 2002 ia mengawali karir di Kejaksaan Negeri Padeglang, Banten.

Saat itu kondisinya masih sepi. Kalau mau belanja, sebut Bambang, dirinya harus ke Serang. Jaraknya setengah jam. Saat itu ia pun dipromosikan jadi staff. Kemudian mengikuti pendidikan Jaksa.

Pada 2007 pertama kali jadi Jaksa di Tangerang. Setahun kemudian dipromosikan jadi Kasubsi Ekonomi dan Moneter seksi intelejen di Padeglang. Setelah itu ia dipromosikan jadi Kasubsi Sosial Politik, masih eselon 5.

Kemudian kembali lagi ke Tangerang 5 tahun sebagai sebagai Kasi Ekonomi dan Moneter. Setalah itu dipromosikan jabatan eselon 4 jadi Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara Kejati Cirebon selama 1 tahun 2 bulan.

Dia lantas dipromosikan lagi jadi Kasubag Protokol dan Pimpinan Kejaksaan Agung hampir 8 tahun lamanya.

Hingga ada penyesuaian organisasi dari eselon 4  ke eselon 3 atau dari Kasubag jadi Kabag. Dirinya yang mengusulkan soal itu.

Dengan tidak adanya rentang jabatan yang jauh antar pejabat protokol terkait, maka akan mempermudah koordinasi dengan protokol lintas instansi lainnya saat kunjungan ke daerah.

Tahun 2018 usulan tadi disetujui. Bambang Yunianto dipercaya menjabat Kabag Protokol dan Pimpinan yang pertama kalinya ada di Kejaksaan Agung.

Ia membawahi dua Kasubag yakni Kasubag protokol dan pimpinan Jaksa Agung serta Kasubag protokol dan pimpinan Wakil Jaksa Agung. Iapun mengikuti Jaksa Agung ST Burhanuddin selama 6 bulan lamanya.

Setelah itu  awal 2020 Bambang Yunianto dipromosikan jadi Kajari Kabupaten Sukabumi di Cibadak selama 2 tahun 7 bulan. Terakhir ia dipromosikan jadi Aspidsus Kejati Kalimantan Barat selama 1 tahun 9 bulan. Hingga akhirnya dipromosikan jadi Kajari Sleman (type A).

Bambang berharap kegiatan coffee morning  tersebut bisa menjalin silaturahmi, komunikasi dan kerja sama dengan media massa yang ada. Sehingga tidak ada miskomunikasi ke depannya.

Dalam kesempatan ini Kajari Sleman dengan santai dan akrabnya menyapa satu persatu para wartawan dan meminta para insan pers ini untuk balik memperkenalkan dirinya masing-masing.

Dalam kesempatan yang sama Kajari Sleman Bambang Yunianto juga mengungkapkan prinsipnya. "Di mana saya bertugas harus ada peningkatan kapasitas atau inovasi yang dilakukan.
Termasuk saat ini," ucapnya.

Dia lantas mengenalkan tagline baru, yakni Kejari Sleman 'Milik Kita'. "Kejari Sleman 'Milik Kita'. Filosofinya adalah Modern, Inovatif, Loyalitas dan Integritas. Sedangkan Kita-nya adalah Kreatif, Informatif, Tangguh dan Agamis," jelas Bambang.

Selain itu ia juga mengenalkan program 'Jabat Kampus' yakni Jaksa Sahabat Kampus.

Langkah tersebut sebagai upaya edukasi hukum bagi para mahasiswa. Mengingat banyaknya perguruan tinggi yang ada di Sleman. Sebagai tindak lanjut program yang telah berjalan sebelumnya yakni Jaksa Masuk Sekolah (JMS). (*)

Tombol Google News

Tags:

Kajari Sleman Bambang Yunianto Eko Putro Coffee Morning Insan Pers Kejari Sleman Milik Kita Kejari Sleman jabat Kampus Jaksa Masuk Sekolah Kapuspenkum Kejagung Penkum Kejati DIY