Harapan Ganjar Pranowo Soal Alutsista: Kembangkan Industri dalam Negeri, Perencanaan dengan Ajeg

Jurnalis: Muhammad Faizin
Editor: Mustopa

9 Januari 2024 15:40 9 Jan 2024 15:40

Thumbnail Harapan Ganjar Pranowo Soal Alutsista: Kembangkan Industri dalam Negeri, Perencanaan dengan Ajeg Watermark Ketik
Ganjar Prowo di Debat Capres Ketiga pada hari Minggu (07/01/2024) lalu. (Foto: Tangkapan layar Youtube KPU RI)

KETIK, CILACAP – Capres nomor urut 03, Ganjar Pranowo kembali menegaskan visi misinya soal kebijakan pertahanan Indonesia di masa depan. Pria yang berpasangan dengan Menko Polhukam Mahfud MD itu ingin agar industri strategis dalam negeri bisa dikembangkan.

Di sisi lain, Ganjar juga setuju dengan impor atau pembelian alat utama sistem persenjataan (alutsista).

"Pembelian alutsista itu sebenarnya dalam konteks government yang penting. Yang kedua adalah pengembangan industri pertahanan dalam negeri," ujar Ganjar di sela-sela kunjungannya ke Cilacap pada hari Selasa (09/01/2024) seperti dikutip dari Suara.com, jaringan Ketik.co.id.

Ganjar menyebut sejumlah BUMN Industri strategis yang sudah mampu memproduksi alutsista dan dipercaya negara lain. Seperti PT PAL Indonesia telah memproduksi kapal selam, bekerjasama dengan Korea Selatan.

Menurutnya, pengembangan industri dalam negeri harus dilanjutkan dan ditingkatkan karena itu merupakan kekuatan anak bangsa. Karena itu, Ganjar menekankan pembelian alutsista itu diletakkan dalam kebijakan perencanaan yang ajeg dan jangka panjang.

“Kerjasama (produksi kapal selam PT PAL) dengan Korsel itu mesti dilanjutkan jangan dipotong. Karena itu kekuatan bangsa ya, kekuatan anak bangsa yang ada teknolgi yang mesti kita jaga. Jadi keajegan dalam perencanan itu penting, jangan bolak balik. Sekali lagi itu penting. Maka butuh disusun buku putih pertahanan Indonesia," tegas alumnus UGM itu.

Dalam debat capres jilid III yang digelar KPU pada hari Minggu (07/01/2024) lalu, Ganjar beberapa kali mengkritik pembelian alutsista bekas oleh Prabowo Subianto selaku Menteri Pertahanan.

Ia juga mengkritisi kinerja Prabowo dalam mengejar target Minimum Essential Force (MEF 2024) atau target kekuatan minimal pertahanan Indonesia yang harus dicapai di tahun ini. (*)

Tags:

Ganjar Pranowo Prabowo Subianto Anies Baswedan debat capres kebijakan pertahanan Menteri Pertahanan Minimum Essential Force MEF pemilu2024 pilpres2024