Ini Tanda Sikat Gigimu Harus Ganti! Demi Hindari Kontaminasi Bakteri

Jurnalis: Husni Habib
Editor: M. Rifat

28 Desember 2023 06:04 28 Des 2023 06:04

Thumbnail Ini Tanda Sikat Gigimu Harus Ganti! Demi Hindari Kontaminasi Bakteri Watermark Ketik
Ilustrasi sikat gigi dan pasta gigi. (Foto : Pexels)

KETIK, SURABAYA – Sikat gigi merupakan salah satu alat yang berguna untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. Dengan menyikat gigi 2 kali sehari dapat menghilangkan plak dan kotoran lunak, serta menurunkan risiko penyakit gusi.

Namun seiring dengan waktu, sikat gigi akan mengalami kontaminasi bakteri, kotoran, darah, dan air liur. Agar sikat gigi bisa bekerja efektif, maka bulu sikatnya harus memiliki kualitas yang baik dan tidak rusak.

Mengutip Verywell Health, sikat gigi kehilangan efektivitasnya seiring berjalannya waktu, dan ketika bulunya mulai melebar (menyebar), sikat gigi tidak mampu membersihkan gigi secara optimal.

Berangkat dari hal tersebut para ahli menyarankan untuk mengganti sikat gigi secara berkala. Penggantian sikat gigi bisa dilakukan antara 3 hingga 4 bulan sekali. Atau yang lebih akurat dengan memperhatikan tanda-tanda keausan sikat gigi Anda dibandingkan usianya.

Lebih lanjut, Penelitian menunjukkan bahwa kualitas bulu sikat gigi lebih bergantung pada teknik menyikat gigi seseorang dibandingkan usia sikat gigi tersebut.

Sikat gigi manual biasa harus diganti setiap tiga hingga empat bulan. Hal ini karena bulu sikat gigi biasanya akan rusak dalam jangka waktu tersebut.

Oleh sebab itu, Penting untuk memeriksa sikat gigi setiap beberapa bulan. Ini dapat membantu menentukan kapan harus menggantinya.

Penelitian menunjukkan bahwa tanda-tanda fisik dari keausan sikat gigi lebih penting daripada usia ketika menentukan seberapa sering sikat gigi harus diganti.

Tanda-tanda sikat gigi perlu diganti antara lain:

• Bulu sikatnya tersebar melebihi lebar pangkal sikat gigi.

• Bulunya melengkung secara permanen.

• Bulunya sangat lembut saat disentuh.(*)

Tags:

Sikat gigi kesehatan gigi dan mulut Pencernaan gaya hidup penelitian