Jadi Guru Besar PAI IAIN Kediri, Prof. Muhamad Yasin Bahas Kepemimpinan Lembaga Pendidikan Islam di Era Digital

Jurnalis: Isa Anshori
Editor: Mustopa

31 Januari 2024 20:08 31 Jan 2024 20:08

Thumbnail Jadi Guru Besar PAI IAIN Kediri, Prof. Muhamad Yasin Bahas Kepemimpinan Lembaga Pendidikan Islam di Era Digital Watermark Ketik
Pengukuhan Prof. Dr. Muhamad Yasin, S.Ag.,M.Pd. sebagai guru besar bidang Ilmu Pendidikan Agama Islam IAIN Kediri, Rabu (31/1/2023). (foto : ist).

KETIK, KEDIRI – Prof. Dr. Muhamad Yasin, S.Ag.,M.Pd dikukuhkan sebagai guru besar bidang Ilmu Pendidikan Agama Islam (PAI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri, Rabu (31/1/2024).

Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Muhamad Yasin mengenalkan tentang "Konstruksi Kepemimpinan Lembaga Pendidikan Islam pada Era Digital", sebuah cara untuk membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan. 

Prof. Muhamad Yasin sekaligus Ketua Yayasan Sunan Ampel Ngadiluwih ini menyatakan bahwa era digital telah tumbuh pesat saat ini. Perkembangan dan perubahan era digital membawa tantangan dan peluang bagi kepemimpinan lembaga pendidikan Islam.

Tantangan tersebut antara lain, perubahan pola komunikasi dan interaksi sosial, perubahan cara belajar dan mengajar serta perubahan kebutuhan dan tuntutan masyarakat. 

Selain tantangan, Wakil Direktur Pascasarjana IAIN Kediri 2022-2026 ini juga memaparkan peluang kepemimpinan lembaga pendidikan Islam di era digital. 

"Antara lain, meningkatkan efektivitas pembelajaran dan manajemen lembaga pendidikan Islam, menyediakan pendidikan yang lebih relevan dengan kebutuhan zaman serta mencetak lulusan yang memiliki kompetensi yang dibutuhkan di era digital," kata Prof. Muhamad Yasin usai pengukuhan. 

Maka dari itu, Wakil Ketua Ikatan Sarjana NU (ISNU) PW Provinsi Jawa Timur ini menyampaikan, konstruksi kepemimpinan lembaga Pendidikan Agama Islam di era digital dapat diwujudkan melalui empat upaya. Yang pertama, meningkatkan kapasitas kepemimpinan. 

Kedua, mengembangkan manajemen berbasis sekolah. Ketiga, pengembangan kurikulum kompetensi dan terakhir meningkatkan pemanfaatan teknologi digital. 

"Guru besar itu merupakan jabatan fungsional yang justru mendorong kita sebagai akademisi, dalam hal ini dosen khususnya untuk meningkatkan kualitas Tri Dharma Perguruan Tingginya. Yaitu, di bidang pendidikan atau pengajaran dan penelitian untuk inspirasi produktifitas keilmuan," terangnya. 

Masih katanya, hal lain adalah pengabdian masyarakat. Karena basis keilmuan yang dibangun di atas penelitian, sebaiknya juga diaktualisasikan dalam perilaku kehidupan di masyarakat. Demikian juga sebagai bentuk pengabdian seorang akademisi kepada masyarakat. 

"Bisa dalam bentuk, ikut mengelola pendidikan di luar kampus. Sebagai pendamping ahli di lembaga pendidikan. Juga bisa memberikan ilmu kepada masyarakat dan mendorong masyarakat semakin berdaya yang dibangun di atas pengetahuan dan prinsip-prinsip etika," bebernya. 

Sementara itu, Rektor IAIN Kediri Dr. H. Wahidul Anam, M.Ag mengatakan, era digital adalah zaman dimana semua orang bisa berkomunikasi dan bisa mendapatkan akses secara cepat. Hal tersebut menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan.

"Pada era digital ini, semua orang bisa belajar secara mandiri dan perubahan ini membawa konsekuensi kepada kita para guru, para dosen dan para pimpinan pondok pesantren untuk merubah cara pandang terhadap siswa siswi kita," tegasnya.

Wahidul Anam membandingkan zaman dahulu dengan datangnya era digital. Dia mengungkapkan fakta, pada tahun 2014 saat dirinya menjadi Ketua LP3M, orang mengakses jurnal sangat sulit. Tapi sekarang dengan OJK, teramat mudah.

"Saya mohon pikiran dari Prof Yasin ini harus dikembangkan. Karena beliau di Fakultas Tarbiyah, maka harus ada revolusi khusus. Saya berharap pak Yasin bisa menjadi contoh kepada kita semua bagaimana dalam mengelola lembaga pendidikan di era digital ini," pintanya.

Sebagai tambahan, Prof. Muhammad Yasin dikenal banyak berkecimpung di dunia organisasi. Sejak duduk di bangku MTs, warga Desa Rembang, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri ini sudah aktif sebagai pengurus OSIS maupun IPNU.

Saat beranjak dewasa, Wakil Tanfidziyah PC NU Kabupaten Kediri 2023-2028 itu bergabung dengan senat mahasiswa, PMII hingga GP Ansor. Setelah itu, ia aktif di organisasi ISNU baik tingkat Kediri hingga Provinsi Jawa Timur. 

Pria yang sudah banyak menulis buku pendidikan dan pembelajaran ini meraih gelar S1 dengan menempuh pendidikan di IAIN Malang. Kemudian dia melanjutkan study S2 di UN Malang dan S3 diraih dari UIN Sunan Ampel Surabaya.

Saat ini, Prof Muhamad Yasin mendapat amanah sebagai Ketua Yayasan Uswatun Hasanah yang menaungi Madrasah Diniyah dan SMK. Dia juga sebagai Wakil Direktur Pascasarjana IAIN Kediri. (*)

Tags:

Prof Dr muhamad Yasin guru besar iain Kediri iain Kediri kediri muhammad Yasin