Jala Palagan Abah Usman

Editor: Fathur Roziq

17 Maret 2024 19:39 17 Mar 2024 19:39

Thumbnail Jala Palagan Abah Usman Watermark Ketik
Oleh: Fathur Roziq*

Sidoarjo baru saja rehat. Hiruk pikuk dan gegap-gempita Pemilu 2024 mulai mereda. Abah Usman melentikkan jari-jari strategi. Sejak Sabtu (16/3/2024), balihonya bertebaran. Berbicara dengan warga kota. Politikus PKB itu menjadi pembuka gerbang bursa pemilihan kepala daerah (Pilkada).

Siapa yang tidak kenal H Usman MKes? Lelaki 61 tahun itu berkali-kali duduk di kursi empuk DPRD Sidoarjo. Malah Ketua DPRD Sidoarjo perioede 2019—2024. Raihan suaranya pun tidak main-main. Dari 8.952 suara pada 2019 menjadi 15.171 suara pada 2024. Melonjak drastis. 

Padahal, konon, hubungannya sedang tidak baik-baik saja dengan petinggi DPC PKB Sidoarjo. Sudah bisa ditebak, apakah manuver Abah Usman untuk running di Pilkada Sidoarjo 2024 ini atas restu petinggi PKB atau tidak.

Kondisi tersebut bisa menjadi salah satu detektor. Sebenarnya, manuver Abah Usman ini memang murni niat pribadi atau dorongan pihak lain. Bahasa stiker WA-nya begini; Iki karepmu dewe ta kongkonan?

Tentu Abah Usman bukan politikus debutan. Lelaki kelahiran 18 Agustus 1963 itu telah malang melintang di percaturan politik Kota Delta. Lihai. Perhitungan ini pasti matang.

 

Foto Baliho Abah Usman sudah bertebaran di berbagai sudut Kota Sidoarjo.Baliho Abah Usman sudah bertebaran di berbagai sudut Kota Sidoarjo.

Bagi pemerhati politik lokal Sidoarjo, manuver Abah Usman ini melukis beberapa makna. Tujuannya berganda. Ibarat menebar jala di medan palagan Pilkada Sidoarjo 2024. Raihan apa saja yang hendak digapai?

Pertama, Abah Usman hanya berniat menaikkan bargaining position. Kursinya sebagai ketua dewan dipertahankan. Saat ini, Abah Usman bersaing dengan dua peraih suara terbanyak dalam Pemilu 2024. Juga kader-kader terbaik PKB Sidoarjo.

Mereka adalah H Rizza Ali Faizin (19.393 suara) dan H Dhamroni Chudlori (15.583 suara). Ada juga nama mantan Ketua DPRD Sidoarjo Sullamul Hadi Nurmawan (Gus Wawan) dan Sekretaris DPC PKB Sidoarjo Abdillah Nasih. Singkatnya, manuvernya semacam ”ulti” bagi DPC PKB Sidoarjo.

Kedua, Abah Usman benar-benar yakin dirinya punya peluang untuk kursi bupati. Tidak hanya punya, tetapi juga besar dan kuat. Ibaratnya, Abah Usman siap segalanya untuk maju menjadi orang pertama di Kota Delta.

Lebih-lebih, anomali politik masih menyelimuti Sidoarjo. Orang terkuat untuk Bupati Sidoarjo 2024-2029 sampai detik ini adalah Bupati H Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor). Sang Petahana.

Gus Muhdlor, dengan segala kinerjanya, dianggap tetap penentu arah perpolitikan Sidoarjo 5 tahun ke depan. Sukar dilawan. Sulit ditandingi. Kekuatan besar keluarga Bumi Sholawat belum pudar. Masalahnya adalah ketidakpastian.

Sejak operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), banyak yang ragu Gus Muhdlor akan maju lagi menjadi calon bupati. Isu perkara korupsi akan menghantui langkah bupati termuda yang pernah dimiliki Kabupaten Sidoarjo tersebut.

Belum lagi jika sampai terjadi Bumi Sholawat akan ”menarik diri” dari percaturan politik praktis di Sidoarjo. Bagaimana itu? Tetap berperan sebagai kiblat kekuatan dan decision maker, namun tidak terjun langsung sebagai pemain.

Di sinilah, kehadiran Abah Usman memiliki arti strategisnya. Kalau nama Gus Muhdlor belum pasti, ada Abah Usman. Sudah pasti sangat siap. Dukungan pulung keluarga Bumi Sholawat bisa jatuh kepada dirinya.

Bukan rahasia lagi. Hubungan Abah Usman sebagai ketua DPRD dan Gus Muhdlor sebagai bupati sangat dekat. Berdua ke mana-mana. Saling menyukseskan.

Ketiga, Abah Usman sudah punya perhitungan beberapa langkah ke depan. Angin politik telah memprediksi. MI 45, simbol kekuatan Bupati Saiful Ilah, bakal ikut turun gunung. Kalau Mas Iin (Amir Aslichin) putra Abah Ipul, ikut maju sebagai bupati, perebutan tiket maju pilkada bakal seru. Ada H Subandi, Mas Iin, dan Abah Usman sendiri.

Tapi, jika Mas Iin tidak ikut maju berlaga, lagi-lagi, kekuatan MI 45, bisa saja, jatuh kepada Abah Usman juga. Sejarah mencatat, Abah Usmanlah satu-satunya yang berani pasang badan sebagai pendukung Abah Ipul. Bahkan, bila koalisi dalam Pilkada 2024 menghasilkan tiga tiket, salah satunya bisa saja disabet Abah Usman.

Abah Usman menjadi tokoh tengah yang bisa diterima berbagai kubu. Sekaligus, mencegah dan mencegat. Jangan sampai MI 45 memutuskan memperkuat dan berdiri di belakang calon bupati lain.

Keempat, manuver Abah Usman berpotensi memecah suara dukungan konstituen PKB dalam pilkada. Tidak hanya terpusat untuk calon dari PKB, tetapi juga kepada dirinya. Terbelah jadi dua.

Jangan salah. Pengalaman Abah Usman sudah teruji. Figur pribadinya disukai. Mudah diakses banyak orang. Sosoknya dekat dengan beragam kalangan. Ringan tangan membantu siapa saja.

Kelima, silakan ditambahkan oleh pengamat yang lebih ahli. Lebih menguasai peta dan suasana hati Sidoarjo. Suhu. 

Saya cuma punya satu catatan untuk Abah Usman. Palagan Pilkada bukanlah konstestasi sekelas Pileg. Level Pilkada membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan finansial.

Di panggung kontestasi Pileg, pesertanya ribuan caleg. Persaingan terbuka. Lapangan penuh calon. Melibatkan banyak figur. Kemampuan finansial untuk serangan fajar bisa lebih menentukan.

Panggung Pilkada Sidoarjo 2024 lebih mirip beauty contest. Kabupaten Sidoarjo bukan kabupaten medioker. Siapa yang terbaik, dialah yang akan punya kans berunjuk aksi dan prestasi.  Menarik simpati ”penonton”. Tebar pesona. Secara berkelas. Siap segalanya. Bersih lahir dan batin. 

Namun, jangan lengah, di berbagai penjuru, ”sniper-sniper” juga siap memburu. Dengan bidikan yang mematikan. (*)

*) Fathur Roziq, redaktur dan jurnalis senior Ketik.co.id yang bertugas di Sidoarjo

**) Isi tulisan di atas menjadi tanggung jawab penulis

*) Karikatur by Rihad Humala/Ketik.co.id

**) Ketentuan pengiriman naskah opini:

• Naskah dikirim ke alamat email redaksi@ketik.co.id.

• Berikan keterangan OPINI di kolom subjek

• Panjang naskah maksimal 800 kata

• Sertakan identitas diri, foto, dan nomor HP

• Hak muat redaksi

 

Tags:

sidoarjo DPRD Sidoarjo PKB Sidoarjo Pilkada Sidoarjo Abah Usman H Usman MKes H Subandi Rizza Ali Abdillah Nasih Dhamroni Chudlori