“Jogo Jagat" Diusulkan Jadi Nama Gunung Bawah Laut di Pacitan

Jurnalis: Kuncoro S.
Editor: Rudi

23 Februari 2023 07:09 23 Feb 2023 07:09

Thumbnail “Jogo Jagat" Diusulkan Jadi Nama Gunung Bawah Laut di Pacitan Watermark Ketik
Ilustrasi gunung bawah laut di Pacitan. (Foto: Dok. Badan Informasi Geospasial)

KETIK, PACITAN – Badan Informasi Geospasial (BIG) menginforamasikan bahwa Gunung di bawah laut Pacitan memiliki ketinggihan sekitar 2.300 meter dari dasar laut. Sedangkan posisinya sekitar 200 meter di barat daya kota Pacitan. Pucak gunung yang masih diindenfikasi tersebut puncaknya sekitar 3-4 kilometer dari permukaan air laut.

Sampai sekarang status gunung bawah laut tersebut masih belum jelas. Apakah gunung itu termasuk gunung berapi atau gunung yang punya status bukan gunung berapi.

"Gunung itu betul ada. Namun demikian tidak ada kaitannya dengan kegempaan yang terjadi di kabupaten Pacitan. Gunung tesebut sudah ada sejak lama, cuma baru terdeskripsi," ucap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan Erwin Andriatmoko, kepada jurnalis media online.

Dia mengatakan, keberadaan gunung bawah laut tersebut sudah dikoordinasikan dengan pejabat setempat. Hal ini juga disampaikan kepada BIG yang khususnya menangani masalah pegunungan.

Gunung di bawah laut tersebut belum terdetiksi apa gunung berapi atau bukan. Kalaupun ternyata gunung bawah laut tersebut tergolong gunung berapi, maka masyarakat diminta waspada.

Beberapa informasi yang dihimpun Ketik co.id menyebutkan, gunung bawah laut yang ditemukan di perairan Pacitan, Jawa Timur, itu mendapat usulan nama.  "'Jogo Jagat', sebagai bentuk harapan memberi kebaikan bagi warga sekitar," Kata Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji ketika diundang pertemuan via zoom, pekan lalu.

Nama Jogo Jagat, katanya, dipilih karena mengandung doa dan makna filosofi tinggi. Kata "jogo" yang diambil dari bahasa Jawa memiliki makna harfiah dengan menjaga, sedangkan kata "jagat" berarti bumi/dunia atau dalam pemaknaan lebih luas memiliki identifikasi alam semesta.

Keberadaan gunung ini tidak akan membawa dampak yang tidak baik. Sebaliknya, harapan kita semua gunung ini bisa menjaga Pacitan, menjaga Jawa, menjaga Indonesia, dan dunia dari musibah, marabahaya.

Seperti diketahui, gunung itu terbentuk karena aktivitas lipatan lempeng. Sama seperti Gunung Jaya Wijaya, Gunung Everest. Everest itu kalau dilihat dari sejarahnya itu dulu lautan, sekarang menjadi gunung tertinggi di dunia. Jadi sama saja, bahwa itu terbentuk karena proses alam lipatan yang terjadi sejak berjuta-juta tahun lalu, sehingga terbentuklah gunung seperti itu.

Terkait ancaman dampak keberadaan gunung bawah laut, sampai saat ini belum ada teknologi yang bisa memantau aktivitas vulkanologi sedalam lebih dari 500 meter di bawah permukaan laut. (*)

Tombol Google News

Tags:

gunung bawah tanah pacitan