Jokowi Berpesan pada Petugas dan Jemaah Haji Indonesia, Ini Isinya

Jurnalis: S. Widodo
Editor: Rudi

3 Juni 2023 20:45 3 Jun 2023 20:45

Thumbnail Jokowi Berpesan pada Petugas dan Jemaah Haji Indonesia, Ini Isinya Watermark Ketik
Ilustrasi. Jemaah haji Indonesia sebagian besar lansia sudah sampai di Makkah. (Foto: Kemenag RI)

KETIK, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy berkunjung ke Arab Saudi untuk memantau persiapaan daerah kerja (daker) dan jemaah haji Indonesia.

Dalam lawatannya, ia membawa pesan langsung dari Presiden Jokowi untuk petugas dan jemaah haji Indonesia. Untuk jemaah haji, Jokowi meminta jemaah haji untuk menjalankan ibadah di Tanah Suci dengan baik. Sebab tidak semua memiliki kesempatan untuk beribadah haji.

"Pokoknya ibadah yang baik, manfaatkan kesempatan yang langka ini karena tidak semua umat Islam di Indonesia mendapatkan kesempatan," ujar Muhadjir menirukan pesan Jokowi dilansir dari Media Center Haji Kemenag, Sabtu (3/6/2023).

Hal itu bukan karena masalah finansial saja tapi juga  kesempatan yang semakin sulit karena keterbatasan kuota. Tidak hanya itu, kata Muhadjir, Jokowi juga berpesan agar jemaah haji lanjut usia (lansia) menjaga kesehatan. "Untuk jemaah haji lansia jaga kesehatan," ucapnya.

Khusus petugas haji, Jokowi berpesan kepada petugas haji menunjukkan profesionalisme dalam membantu jemaah Indonesia.

"Petugas haji tunjukkan profesionalisme dalam memberikan pelayanan jemaah haji khususnya lanjut usia (lansia) terutama jangan sampai salah niat," kata Muhadjir.

Dia mengungkapkan, petugas haji berfungsi memberikan pelayanan pada jemaah. "Tugasnya untuk menjadi pelayan haji, bila perlu gak usah haji tidak apa-apa, karena pahalanya sama dengan yang haji," kata dia.

Dia mengatakan petugas haji harus kerja keras karena haji tahun ini memberikan prioritas kepada lansia. "Jemaah lansia semakin ditunda akan membebani kita," kata dia.

Muhajir meminta kepada semua pihak memberikan perhatian khusus kepada para jemaah lansia. "Kita harus memberikan perhatian khusus untuk para jemaah yang tergolong sepuh. Dan saya mendukung serta apreasiasi langkah Kemenag untuk melarang ada pendamping lansia," katanya.

Pasalnya, kebijakan pendamping lansia menciptakan ketidakadilan karena pendamping itu mungkin sebetulnya jatah hajinya masih beberapa tahun lagi. Terpaksa diajukan karena untuk mendampingi. Tentu saja itu akan menggeser para jemaah yang mestinya lebih berhak.

"Kalau itu ditiadakan saya kira itu sangat bagus, hanya Kemenag tim petugas haji harus menyiapkan pendamping secara sungguh-sungguh, jangan sampai ada lansia yang tidak terdampingi," katanya.

Namun hal itu butuh kerja keras dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada para jemaah lansia. Menurut Muhadjir, jemaah lansia semakin ditunda keberangkatannya ke Tanah Suci akan semakin membebani.

"Saya cek yang lansia-lansia yang ngantre sudah 13 tahun, rata-rata di atas 10 tahun. Kasihan mereka kalau tidak diberi kesempatan untuk haji. Mumpung masih mungkin. Dengan segala fasilitas yang harus kita siapkan," katanya. (*)

Tags:

Jokowi muhadjir effendy jemaah petugas haji Kemenag