Kasatpol PP Surabaya Kecam Aksi Penganiayaan Oknum Buruh Terhadap Anggotanya

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Mustopa

1 Desember 2023 09:02 1 Des 2023 09:02

Thumbnail Kasatpol PP Surabaya Kecam Aksi Penganiayaan Oknum Buruh Terhadap Anggotanya Watermark Ketik
Dua Anggota Satpol PP Surabaya yang menjadi korban penganiayaan demo buruh UMK Jatim. (Foto: Humas Pemkot Surabaya)

KETIK, SURABAYA – Beredar di media sosial aksi penganiayaan yang diterima dua anggota Satpol PP Surabaya saat hendak menertibkan demo buruh UMK Jatim di kawasan Bundaran Dolog Surabaya.

Kepala Satpol PP Kota Surabaya M. Fikser mengatakan, dua sosok yang viral dalam video itu adalah anggotanya. Mereka adalah AM dan satu lagi TA.

Dua anggota Satpol PP yang tergabung di dalam Tim Jolodoro ini bertugas menjaga pedestrian di rute 2. 

Mereka menjaga pedestrian di sekitar Bundaran Dolog sampai Royal Plaza menggunakan sepeda angin. Ketika itu, Jalan A Yani arah masuk Kota Surabaya ditutup oleh massa aksi demonstrasi buruh yang berjumlah sekitar 5.000 orang.

Di saat itu, tepatnya di Bundaran Dolog Jalan A. Yani, ada seorang warga meminta tolong kepada AM untuk membukakan akses jalan agar bisa berangkat kerja. Kemudian, AM berinisiatif berbicara kepada salah satu pendemo untuk meminta izin membuka sedikit akses jalan.

“Namun, petugas Satpol PP ini justru diserang oleh pendemo,” kata Fikser. 

Petugas Satpol PP, AM diserang hingga tersungkur karena ditendang oleh pendemo. Sedangkan satu petugas lainnya, yakni TA, diinjak-injak oleh para pendemo. Beruntung, sebagian massa aksi demonstrasi kemudian melerai kejadian tersebut.

“Akibat penyerangan itu, AM dan TA mengalami cedera. Kedua petugas tersebut saat ini tengah menjalani perawatan di rumah sakit,” jelas Fikser. 

Fisker menegaskan, pihaknya telah melaporkan kasus penganiayaan tersebut ke Polrestabes Surabaya. Ia berharap, pelaku penganiayaan dapat segera ditangkap dan diadili.

"Kami buat laporan kepolisian terkait dengan kekerasan yang dilakukan kepada anggota Satpol PP. Tugas mereka (Satpol PP) membantu warga yang mau lewat tetapi tidak bisa, tidak diberikan (jalan) malah dianiaya," tegasnya.

Di tempat berbeda, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi meminta Polrestabes Surabaya segera menangkap pelaku yang menendang dua anggota Satpol PP saat demo buruh.

"Laporan ke polisi sudah, dan saya juga menyampaikan pada pak Kapolrestabes, saya memohon dan meminta untuk menjadi atensi," ujar Eri.

"Karena ini sudah perbuatan yang kebangetan. Karena Satpol PP kami pada waktu itu di belakang banyak masyarakat yang tidak bisa lewat. Sehingga, masyarakat itu melewati pedestrian. Ada yg terlambat kerja dan lain-lain, sehingga petugas Satpol PP meminta izin membuka sebentar supaya bisa lewat. Tapi ketika dibuka itulah terjadi permasalahan ini," imbuh Eri. (*)

Tags:

demo buruh UMK UMK Jatim penganiayaan Satpol PP Surabaya M. Fikser Tim Jolodoro Bundaran Dolog