Kasus DBD di Pacitan Melonjak, Dinkes: Waspadai Siklus Pelana Kuda

Jurnalis: Al Ahmadi
Editor: Gumilang

12 Juni 2024 06:15 12 Jun 2024 06:15

Thumbnail Kasus DBD di Pacitan Melonjak, Dinkes: Waspadai Siklus Pelana Kuda Watermark Ketik
Kepala Dinkes Pacitan, dr Daru Mustiko Aji saat berbicara terkait DBD di Pacitan, diingatkan untuk waspada siklus pelana kuda. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.co.id)

KETIK, PACITAN – Hingga awal Juni 2024, Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan mengklaim belum ada kasus kematian akibat demam berdarah dengue (DBD). Namun pihaknya mencatat, kasus DBD di wilayah setempat terus mengalami lonjakan sejak Januari 2024 lalu.

Data Dinas Kesehatan menunjukkan, hingga awal Juni 2024, total kasus DBD di Pacitan mencapai 364. Sebanyak 54 kasus baru dilaporkan sepanjang Mei-Juni. Angka ini tergolong tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Pacitan, dr. Daru Mustiko Aji, menghimbau warga untuk waspada terhadap DBD, terutama pada fase "siklus pelana kuda". Fase ini ditandai dengan demam yang turun sebentar, kemudian naik lagi.

"Inilah fase yang harus diwaspadai. Penanganan yang terlambat sering terjadi karena pasien tertipu oleh siklus ini, seolah sudah membaik," jelas Daru, Rabu (12/6/2024).

Daru menekankan pentingnya asupan cairan yang cukup untuk mencegah terjadinya dehidrasi bagi pasien DBD. Dehidrasi, kata dia, dapat memperparah kondisi pasien dan berujung pada Dengue Shock Syndrome (DSS), yang bisa berakibat hilangnya nyawa.

"Siklus pelana kuda dan DSS ini harus diwaspadai, terutama di daerah endemik DBD seperti Pacitan. Segera periksakan diri ke dokter jika mengalami gejala DBD dan perhatikan asupan cairan yang cukup," ujar Daru kepada Ketik.co.id.

Dinas Kesehatan Pacitan terus menggalakkan upaya pencegahan DBD, termasuk dengan menggencarkan fogging dan edukasi masyarakat tentang 3M Plus (Menguras, Menutup, Mengubur, Plus). (*)

Tags:

DBD di Pacitan