KETIK, SURABAYA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya mengembalikan berkas kasus pembunuhan terhadap mahasiswi Universitas Surabaya (Ubaya) berinisial AN. Pengembalian ini lantaran ada berkas yang perlu dilengkapi oleh penyidik Polrestabes Surabaya.
"Masih P-19 berkasnya, jadi berkasnya kami kembalikan ke Polrestabes Surabaya untuk dilengkapi," ujar Kasi Intel Kejari Surabaya, Putu Arya Wibisana, Kamis (14/9/2023).
Putu meminta penyidik untuk melengkapinya dengan beberapa petunjuk yang sudah dilampirkan.
"Masih ada kekurangan syarat formil dan materiil dalam berkas perkara dengan JPU mengirim petunjuk kepada penyidik untuk dilengkapi," ucap Putu.
Penanganan kasus pembunuhan ini sudah berjalan empat bulan. Mulanya orangtua korban AN melapor ke polisi bahwa anaknya hilang pada 5 Mei 2023. Polisi melakukan penyelidikan yang kemudian menangkap pria berinisial RBA (41) pada 7 Mei 2023.
Nah, RBA merupakan orang terakhir yang bersama dengan korban pada tanggal 3 Mei 2023. Diketahui, RBA adalah guru les musik korban. Karena kedekatannya, keduanya menjalin asmara.
Kejadian bermula ketika AN keluar rumah menggunakan mobil miliknya untuk bertemu RBA pada 3 Mei 2023. Kemudian keduanya jalan-jalan keliling kota, sampai akhirnya pelaku menggadaikan mobil korban.
Pada 5 Mei 2023, RBA dan AN menginap di apartemen di kawasan Tenggilis, keduanya juga sempat keluar untuk jalan-jalan ke Kebun Bibit. Sampai akhirnya di tempat tersebut mereka bertengkar hingga diketahui warga sekitar.
Pertengkaran itu menyebabkan korban AN berteriak. Pelaku pun emosi lalu mengikat leher korban dengan tali sepatu, mulut dibekap hingga lemas. Tindakan RBA membuat AN meninggal dunia di lokasi.
Mengetahui korban sudah tak bernyawa, RBA kemudian mengambil koper ke rumah mertuanya. Kemudian AN dimasukkan ke dalam koper. Koper berisi jenazah itu dibuang pelaku ke Pacet, Mojokerto pada 5 Mei pukul 20.00 WIB.
Pelaku pembunuhan dalam koper ini pun disangkakan dengan Pasal 338 KUHP atau Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. (*)
Kejari Surabaya Kembalikan Berkas Pembunuhan Mahasiswi Ubaya
14 September 2023 08:29 14 Sep 2023 08:29



Tags:
Pembunuhan Mahasiswi Ubaya Ubaya Kejari Surabaya SurabayaBaca Juga:
Mega Skandal Pertamina: Modus Oplosan BBM Bongkar Kerugian Rp193,7 Triliun!Baca Juga:
Terungkap, Kejagung Geledah Kantor Ditjen Migas Terkait Dugaan Korupsi Tata Kelola Minyak MentahBaca Juga:
Kantor Ditjen Migas Digeledah Kejagung, Ada Apa?Baca Juga:
Bersikap Sopan, Tiga Terdakwa Kasus Pupuk Ilegal di PN Tuban Divonis RinganBaca Juga:
KPU Jatim Catat Ada 3 Daerah Ajukan Sengketa Pilkada 2024 ke MKBerita Lainnya oleh Moch Khaesar

4 April 2025 15:30
Longsor Cangar Tewaskan 10 Orang, Ini Tanggapan Gubernur Khofifah

4 April 2025 13:48
Pencarian Selama 2 Hari, Tim SAR Temukan 10 Korban Longsor Cangar

4 April 2025 13:20
Peduli Kelestarian Penyu, Khofifah Ajak Cucu Lepas Puluhan Penyu

4 April 2025 13:13
Longsor Cangar, Jenazah Sopir Mini Bus Ditemukan

4 April 2025 11:00
9 Langkah Turunkan Gula Darah Tanpa Obat

3 April 2025 13:00
Cara Merawat Earphone Bluetooth Agar Awet, Simak!

Trend Terkini

28 Maret 2025 23:41
Perjuangan Siti Lutfiyatul Kharisma, Mahasiswi UINSA Finalis Aksi Indonesia Asal Pelosok Desa Senori Tuban

31 Maret 2025 04:29
Lebaran Idul Fitri, Satu Dusun di Probolinggo Terisolir

30 Maret 2025 13:35
Sambat Bunda vs Wadul Guse: Efisiensi atau Pemborosan Anggaran? Studi Kasus Jember-Lumajang

31 Maret 2025 15:40
Usai Sholat Idulfitri, Bupati Situbondo Makan Bersama Ala Santri

30 Maret 2025 13:40
Curah Hujan Tinggi, Petani Bawang Merah di Kabupaten Probolinggo Merugi Ratusan Juta
Trend Terkini

28 Maret 2025 23:41
Perjuangan Siti Lutfiyatul Kharisma, Mahasiswi UINSA Finalis Aksi Indonesia Asal Pelosok Desa Senori Tuban

31 Maret 2025 04:29
Lebaran Idul Fitri, Satu Dusun di Probolinggo Terisolir

30 Maret 2025 13:35
Sambat Bunda vs Wadul Guse: Efisiensi atau Pemborosan Anggaran? Studi Kasus Jember-Lumajang

31 Maret 2025 15:40
Usai Sholat Idulfitri, Bupati Situbondo Makan Bersama Ala Santri

30 Maret 2025 13:40
Curah Hujan Tinggi, Petani Bawang Merah di Kabupaten Probolinggo Merugi Ratusan Juta
