Kelola Peternakan Modern, Peternak Kota Malang Ini Sukses Produksi 87 Ton Daging Ayam

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Gumilang

26 Februari 2024 22:30 26 Feb 2024 22:30

Thumbnail Kelola Peternakan Modern, Peternak Kota Malang Ini Sukses Produksi 87 Ton Daging Ayam Watermark Ketik
Hudan saat mendampingi Wahyu Hidayat meninjau peternakan ayam broiler miliknya. (Foto: Lutfia/Ketik.co.id)

KETIK, MALANG – Salah satu peternak dan pebisnis ayam broiler, Hudan Suryo berhasil mengembangkan peternakan modern di daerah Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Dalam satu kali panen, ia mengaku dapat menghasilkan sekitar 82-87 ton daging ayam.

Saat ditemui di kandang ayam miliknya, ia mengaku baru mendirikan usahanya itu sekitar 4 bulan yang lalu. Peternakan miliknya menjadi satu-satunya peternakan modern yang ada di Kota Malang.

"Rata-rata bulanan menghasilkan sekitar 82-87 ton per panen. Kami panen setiap 35 hari tapi mulai 28-35 hari bisa panen terus," ujar Hudan Suryo, Senin (26/2/2024).

Meskipun terhitung baru, namun kapasitas kandang yang ia miliki mampu menampung hingga 60.000 ekor ayam. Namun saat ini jumlah ayam broiler yang ia miliki masih di kisaran agka 42.000 ekor.

Selama beternak ayam, ia tidak pernah mendapatkan kendala seperti penyakit yang sering terjadi pada hewan ternak. Hanya saja cuaca yang sering berubah-ubah dapat memberikan dampak terhadap proses pembesaran ayam-ayam pedaging.

"Enggak ada kendala macam-macam, hanya cuaca saja kalau untuk kandang modern ini. Seperti dalam sehari bisa panas lalu tiba-tiba hujan, itu berpengaruh pada pembesaran pedaging dan bisa tidak sesuai grafik," lanjutnya.

Beruntungnya kendala cuaca tidak berpengaruh terhadap hasil panen ayam miliknya. Terlebih ia telah memiliki tim manajemen kandang yang rutin melakukan pengawasan terhadap ayam dari penyakit.

Foto Pemberian disinfeksi pada ayam-ayam yang ada di peternakan milik Hudan. (Foto: Lutfia/Ketik.co.id)Pemberian disinfeksi pada ayam-ayam yang ada di peternakan milik Hudan. (Foto: Lutfia/Ketik.co.id)


"Pengawasan dari penyakit itu dari kita sendiri, yang rutin dilakukan seperti penyemprotan disinfektan, untuk penyakit sesak, dan lainnya," jelas Hudan.

Hudan juga telah menjalin kontrak kerjasama dengan Kelompok Tani (Poktan) dengan harga tetap. Alhasil meskipun harga ayam di pasaran mengalami kenaikan maupun penurunan, harga ayam yang ia jual tetap sesuai dengan kesepakatan.

"Jadi walaupun harga ayam di pasaran naik atau turun, tetap saja kisaran harga mulai Rp 21.000 sampai Rp 23.000. Kita untuk pakan juga sudah kerjasama dan tekan harga Rp 10.400 per kilogram. Kerjasamanya dengan Poktan dan peternak mitra juga," terangnya.

Begitu pula dengan pengolahan limbah yang dihasilkan dari peternakannya, sudah ada pihak lain yang akan mengangkut kotoran-kotoran ayam miliknya. Biasanya limbah-limbah tersebut akan diangkut setiap 35 hari sekali selama pembersihan.

"Pengolahan limbahnya kita sudah ada yang ambil. Nanti kalau ini udah panen 35 hari kemudian kita pembersihan, (kotorannya) dimasukkan ke sak, dijual sama orang-orang di daerah Wajaki. Harga jualnya per sak biasanya Rp 5.000," tutur Hudan.

Peternakan ayam broiler miliknya tersebut sempat dikunjungi oleh Pj Wali Kota Malang bersama instansi terkait. Saat ditemui, Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menjelaskan bahwa kunjungan tersebut dalam ranka pemantauan ketersediaan daging ayam di Kota Malang.

"Kita melihat stok, jadi walaupun tidak hanya untuk di sekitar Kota Malang, tetapi paling tidak bertempatnya di Kota Malang. Untuk memenuhi stok dan kebutuhan daging walaupun ini dikelola dengan Poktan tapi tetap memberikan ketersediaan daging ayam untuk Kota Malang," jelas Wahyu.

Ia pun mengapresiasi pengelolaan peternakan ayam modern milik Hudan. Selain telah memiliki manajemen yang baik, Wahyu berharap peternakan tersebut terus berkembang serta membantu perekonomian di Kota Malang.

"Di sini berbeda dengan peternakan tradisional lainnya. Mulai dari pemberian makanan, airnya, kelembapan suhunya ini semua diatur, juga terkait dengan kotoran. Kemudian juga luasannya, kalau dari tradisional itu lebih luas sedangkan ini lebih kecil dan hasilnya juga baik. Dari sekitar 40.000 ayam, ini sangat bagus pengelolaannya," tuturnya. (*)

Tags:

Peternakan Ayam Broiler Peternakan Modern Ternak Ayam Ayam Broiler Malang Peternakan Ayam Modern Malang Hudan Suryo Kota Malang Peternak Ayam Kota Malang