Kepolisian Ungkap Identitas Perempuan Diduga Bunuh Diri di Gedung UB

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Mustopa

15 Desember 2023 06:04 15 Des 2023 06:04

Thumbnail Kepolisian Ungkap Identitas Perempuan Diduga Bunuh Diri di Gedung UB Watermark Ketik
Ilustrasi garis polisi, kelanjutan kasus dugaan bunuh diri di salah satu gedung di UB. (Foto: Pixabay)

KETIK, MALANG Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk mendorong perilaku yang mengarah pada bunuh diri atau menyiksa diri sendiri. Jika anda atau orang di sekitar anda memiliki gejala gangguan psikis yang mengarah pada hal-hal yang membahayakan, jangan ragu untuk segera menghubungi layanan konsultasi psikologi atau lembaga pendamping terdekat

Polsek Lowokwaru telah menemukan identitas perempuan yang diduga bunuh diri di salah satu gedung di Universitas Brawijaya (UB) pada Kamis (14/12/2023) lalu. Perempuan tersebut merupakan eks mahasiswi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) UB angkatan 2018.

Berdasarkan keterangan dari Kapolsek Lowokwaru AKP Anton Widodo, perempuan tersebut telah mengundurkan diri sebagai mahasiswa sejak tahun 2019. Diduga disebabkan oleh sakit yang dideritanya dan telah dikonfirmasi oleh pihak keluarga.

"Dari hasil pengumpulan data diperoleh informasi bahwa yang bersangkutan tercatat sebagai mahasiswi FMIPA UB tahun angkatan 2018, namun mengundurkan diri tahun 2019 karena mempunyai penyakit yang mengganggu kehidupannya," ujar AKP Anton, Jumat (15/12/2023).

Pihak kepolisian juga menemukan bekas luka sayatan yang ada di tangan kirinya. Bekas luka tersebut telah tertutup oleh perekat luka atau plester. Usai kejadian, ditemukan bahwa kondisi kepala perempuan itu telah banyak mengeluarkan darah dan langsung dilarikan ke RSSA Malang.

"Bersama dengan Unit Inafis melakukan oleh TKP, kondisi korban dalam keadaan terlentang, kondisi kepala bagian belakang mengeluarkan darah, bekas luka sayatan pada tangan kiri korban terutama bagian nadi yang terbungkus handyplas," tambahnya.

Diketahui bahwa perempuan tersebut merupakan warga Karangploso, Kabupaten Malang. Unit Reskrim dan Inafis telah melakukan penyisiran di lokasi kejadian bunuh diri. Dari keterangan pihak keamanan fakultas, ditemukan barang milik perempuan tersebut yang tertinggal.

"Ditemukan barang bukti berupa sandal, tas, hp dan memory card, serta uang senilai Rp 24.000 milik yang bersangkutan," lanjutnya.

Sementara itu Kepala Humas UB, Tri Wahyu Basuki menjelaskan jajaran Dekan telah melakukan pertemuan dan memastikan kejadian tersebut tidak terulang kembali. Setelah ini, pihak kampus akan merancang kurikulum supaya mahasiswa tidak takut untuk berkonsultasi.

"Sebenarnya sudah ada tetapi saat ini belum dioptimalkan oleh mahasiswa. Ini bisa menanggulangi minimal bisa melacak. Kalau terkait dengan kasus ini, kita serahkan ke kepolisian tentang hasil investigasi," ujar Basuki.

Tak hanya itu, evaluasi terkait pengamanan lantai atas gedung-gedung di UB juga akan dipertimbangkan. Terlebih terhadap akses keluar masuk lantai atas di gedung masing-masing fakultas.

"Pihak kampus sudah menunjuk atau informasikan ke konsultan tentang bagaimana nanti di lantai atas yang rawan, ada solusi seperti apa. Memang ada langkah untuk evaluasi itu dan akan diperbaiki. Misal teknis pintu seperti apa," ujarnya.(*)

Tags:

bunuh diri Universitas Brawijaya Tindak Bunuh Diri Kota Malang