Klinik Bisnis hingga Datangkan Konsultan Jadi Upaya Diskopindag Kota Malang Berdayakan UMKM

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Mustopa

23 Februari 2024 15:10 23 Feb 2024 15:10

Thumbnail Klinik Bisnis hingga Datangkan Konsultan Jadi Upaya Diskopindag Kota Malang Berdayakan UMKM Watermark Ketik
Klinik Bisnis yang menjadi salah satu program Diskopindag Kota Malang. (Foto: Lutfia/Ketik.co.id)

KETIK, MALANG – Upaya untuk memberdayakan pelaku UMKM terus dilakukan oleh Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang. Terdapat tiga metode kelas yang digunakan dalam pemberdayaan yaitu kelas teori, praktik yang diwujudkan dalam Klinik Bisnis, hingga konsultasi. 

Staf Bidang Usaha Mikro Diskopindag Kota Malang, Firsty Cynthia Nanda menjelaskan, Klinik Bisnis merupakan program baru yang dilaksanakan secara rutin setiap hari Selasa dan Kamis. Melalui Klinik Bisnis, pelaku UMKM mendapatkan pelatihan softskill untuk mengembangkan kapasitas. 

"Melalui Klinik Bisnis ini menjadi wadah untuk pelaku UMKM konsultasi, menambah ilmu dan menyelesaikan masalah yang ada sehingga mereka merasa terbantu," ujar Nanda pada Jumat (23/2/2024). 

Setelah mendapatkan pelatihan keterampilan, Diskopindag membuka Kelas Konsultasi yang dilaksanakan setiap akhir bulan. Dalam kelas tersebut berbagai ahli didatangkan untuk mendengar dan memberi solusi terhadap permasalahan yang dihadapi pelaku UMKM. 

"Kalau untuk kelas konsultasi umum kita laksanakan di akhir bulan, kita punya 6 konsultan ahli di bidangnya. Kita ada spesifikasi tertentu yaitu 3 di antaranya adalah dosen," terang Nanda. 

Konsultan tersebut di antaranya mengajarkan laporan dan pencatatan keuangan, menghitung laba rugi, dan lainnya. Diskopindag juga menghadirkan dosen yang berfokus pada Manajemen hntuk mengajarkan perihal manajemen, pemasaran, SOP, hingga pengembangan SDM. 

"Konsultan ketiga ada Dosen FTP UB mengajarkan bahan tambahan pangan. Bagaimana menghitung masa kadaluarsa atau masa best before karena keduanya berbeda. Terus bahan kimia apa yang aman bisa ditambahkan ke produk agar menambah daya visual, masa ketahanan juga," ungkapnya. 

Tak jarang Diskopindag Kota Malang melibatkan pelaku UMKM yang telah naik kelas dan berpengalaman untuk memberikan pelatihan. Selain itu juga terdapat konsultan di bidang digital marketing dari CEO salah satu start up Kota Malang. 

"Pendampingan atau pembinaan lebih lanjut, di program Klinik Bisnis ini tidak ada. Tapi kalau untuk program di Bidang Usaha Mikro, kita ada program sendiri Pendampingan UMKM," jelasnya. 

Diskopindag Kota Malang telah menargetkan sekitar 100 pelaku UMKM yang mendapat pembinaan. Pelaku UMKM Kota Malang dapat mendaftarkan diri dan setelah lolos seleksi mendapatkan pendampingan selama satu tahun. 

"Per bulan ada agenda untuk perombakan atau lebih ke perbaikan. Jadi di bulan pertama ada perbaikan legalitas, selanjutnya packaging, laporan keuangan, bulan selanjutnya mungkin baru manajemen, dan seterusnya sampai satu tahun," jelas Nanda. 

Ia berharap melalui pendampingan dan pembinaan dari Diskopindag Kota Malang mampu meningkatkan skala usaha pelaku UMKM. Dengan wadah yang diberikan pelaku UMKM tidak lagi kesulitan jika menemui kendala dalam usahanya. 

"Selama ini mereka memiliki usaha tapi kalau ada masalah bingung harus ke siapa. Akhirnya banyak usaha terhenti saay Covid-19 karena belum ada wadah untuk mereka konsultasi. Pelaku usaha mikro, atau usaha rumah tangga itu kebanyakan mereka bingung belanja, produksi, menjualkannya, belum pengirimannya. Jadi kita wadahi," tutup Nanda.(*)

Tags:

Diskopindag Kota Malang Klinik Bisnis Diskopindag umkm kota malang Kota Malang Pelatihan UMKM pelaku UMKM Konsultasi UMKM