Komisi II DPR RI: Netralitas ASN di Cianjur Perlu Terus Diawasi

Jurnalis: Wandi Ruswannur
Editor: M. Rifat

1 Februari 2024 03:01 1 Feb 2024 03:01

Thumbnail Komisi II DPR RI: Netralitas ASN di Cianjur Perlu Terus Diawasi Watermark Ketik
Komisi II DPR RI bersama Bupati, KPU, dan Bawaslu Cianjur di kantor Pemkab Cianjur (31/1/2024) (Foto: dok. Komisi DPR RI)

KETIK, CIANJUR – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI tegaskan netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) khususnya di Cianjur harus terus diawasi selama pemilu berlangsung dan juga kepala daerah harus memberikan contoh netralitas agar diikuti seluruh jajarannya.

“Tentu yang pertama jadi catatan kita yang paling penting dari sisi kepemiluan itu terkait dengan netralitas ASN. Ini penting dan juga harus diteladani oleh pimpinan yang tertinggi di Kabupaten Cianjur," ujar Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Saan Mustopa, usai kunjungan kerja spesifik ke Cianjur, Jawa Barat, Rabu (31/01/2024).

Dia menambahkan, ini supaya seluruh jajaran ASN ke bawahnya juga bisa menerapkan prinsip-prinsip clear and clean. "Karena memang pemilu kali ini yang menjadi sorotan itu terkait dengan netralitas dari ASN, Aparatur dan sebagainya yang pertama kami tekankan,” tambahnya.

Dalam hal ini, Saan juga meminta kepastian kepada pihak terkait bahwa jangan sampai ada masyarakat yang pada Rabu, tanggal 14 Februari 2024 sudah berusia 17 tahun dan sudah memenuhi syarat hak pilih, tetapi belum terdata sama sekali.

”Jangan sampai hak pilih dari warga Cianjur ini ada yang terabaikan, makanya kita meminta kepada KPU, Pemerintah Daerah (Pemda) untuk terus menerus mendata terutama yang terkait soal pemilih pemula yang sampai tanggal 14 Februari dia genap berusia 17 Tahun dan itu harus segera diberikan hak pilihnya dengan cara pencetakan KTP elektroniknya harus menjadi prioritas,” ujar Saan.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Cianjur, H. Herman Suherman menyatakan, Pemkab sudah menyiapkan anggaran 1 Milyar lebih untuk BPJS Ketenagakerjaan bagi KPU, Panwaslu dan Bawaslu Cianjur.

"Hal ini dilakukan karena kita belajar dari kejadian pemilu tahun 2019, agar dapat memberikan rasa nyaman dan motivasi kerja bagi jajaran penyelenggara pemilu 2024," tutur Herman menjelaskan dengan detail.

Karena menurutnya, kemungkinan di bulan Februari 2024 masih kondisi hujan, Pemkab juga mensiagakan 5 orang RETANA di setiap Desa di Kabupaten Cianjur, juga beberapa alat berat disiagakan di tempat yang kemungkinan terjadi bencana alam.

"Selain itu juga kita mensiagakan ambulan dan tenaga medis dari 47 Puskesmas se-Kabupaten Cianjur dan ambulan desa, apabila ada sesuatu yang tidak diinginkan. Mari kita ciptakan kondusifitas dan rasa aman pada saat masa kampanye, masa tenang dan saat pencoblosan sampai dengan perhitungan suara di Kabupaten Cianjur," terangnya.

Ketua KPU Cianjur Muchamad Ridwan menyampaikan, bahwa pelaksanaan pemungutan suara tinggal menghitung hari. Saat ini KPU Kabupaten Cianjur masih terus melaksanakan tahapan pemilu yang sedang berjalan saat ini.

"Yakni kampanye, pengadaan dan distribusi logistik, pemutakhiran daftar pemilih tambahan dan sosialisasi. Kita berharap selalu mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah Kabupaten Cianjur serta pihak terkait agar pemilu dapat berjalan dengan baik, damai serta kondusif," tukasnya.

Turut hadir, Komisi II DPR RI dipimpin Ketua Tim Saan Mustopa bersama Anggota lainnya, Bupati Cianjur H. Herman Suherman, Forkompimda Kabupaten Cianjur, Ketua KPU Provinsi Jawa Barat, Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Barat, Ketua dan Anggota didampingi Sekretaris KPU Kabupaten Cianjur, Bawaslu Kabupaten Cianjur, OPD Pemkab Cianjur, media, dan tamu undangan lainnya.(*)

Tombol Google News

Tags:

Komisi II DPR RI pemilu 2024 Bupati Cianjur KPU Cianjur Bawaslu Cianjur