KSM Pasar Pagi Kota Batu kembali Harap Bantuan Pemerintah Kelola Sampah

Jurnalis: Sholeh
Editor: M. Rifat

16 Maret 2024 20:45 16 Mar 2024 20:45

Thumbnail KSM Pasar Pagi Kota Batu kembali Harap Bantuan Pemerintah Kelola Sampah Watermark Ketik
Sutrisno dan anggota KSM Pasar Pagi mengumpulkan sampah di pasar pagi stadion Brantas Kota Batu, Sabtu (16/3/2024). (Foto: Sholeh/Ketik.co.id)

KETIK, BATU – Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Pasar Pagi Stadion Brantas Kota Batu Jawa Timur kembali mengharapkan bantuan pemerintah untuk mengelola sampah. Itu karena saat ini sampah dari aktivitas pasar kembali menumpuk di sisi selatan.

Sutrisno, Ketua KSM Pasar Pagi Stadion Brantas menguraikan, pihaknya selama ini mengangkut sampah ke suatu lahan di Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang. Namun, sekarang lahan tersebut over kapasitas. Sehingga, pemilik lahan tidak mengizinkan lahannya untuk ditimbun sampah.

"Kami tidak tahu kemana akan membuang sampah yang kira-kira hampir 5 ton lebih ini. Dulu sempat menumpuk karena kita tidak boleh membuang sampahnya ke lahan yang kita sewa di Singosari," katanya, Sabtu (16/3/2024).

Sutrisno mengatakan, sebelum diangkut ke Ngantang, pihaknya telah menyewa lahan di Singosari, Kabupaten Malang senilai 10 juta setahun. Namun, sejak 10 hari terakhir, pihaknya tidak bisa membuang di sana karena ditutup oleh warga sekitar lahan.

"Karena ada salah satu Perusahaan yang juga membuang sampah di sana yang sampai menutup jalan. Sehingga diprotes warga," jelasnya.

Menurut Sutrisno, ada 1.097 pedagang Pasar Pagi di lahan relokasi Stadion Brantas yang mengeluhkan kondisi pasar relokasi tersebut. Juga, ada 2 ton sampah yang dihasilkan dari aktivitas pedagang dalam sehari. Ia berharap, pemerintah memfasilitasi soal pengelolaan sampah, seperti pembakaran sampah yang ada di TPA Tlekung.

"Belum lagi ditambah ada beberapa warga yang membuang sampah ke sini. Kami harap pemerintah menyediakan lahan untuk kami mengelola sampah ini," ujarnya. (*)

Tags:

Kota Batu sampah pasar pagi Pasar Induk Among Tani