Kunjungi Kantor Ketik.co.id, Mario Aji Cerita Awal Karier hingga Stigma Buruk Balap Motor

Jurnalis: Moch Khaesar
Editor: M. Rifat

19 Mei 2023 14:52 19 Mei 2023 14:52

Thumbnail Kunjungi Kantor Ketik.co.id, Mario Aji Cerita Awal Karier hingga Stigma Buruk Balap Motor Watermark Ketik
Mario Aji wawancara ekslusif dengan reporter Ketik.co.id saat mengunjungi kantor Ketik.co.id, Jumat (19/5/2023). (Foto: Naufal Ardiansyah/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Pembalap grand prix Moto3 satu-satunya asal Indonesia Mario Aji menyempatkan mampir ke kantor Ketik.co.id di sela-sela waktu liburnya sebelum melanjutkan race keenam pada GP Italia di Sirkuit Mogello 11 Juni mendatang.

Ketik.co.id berkesempatan ngobrol banyak hal dengan pembalap muda asal Magetan ini. Salah satunya tentang stigma balapan motor di Indonesia yang masih banyak dianggap buruk karena banyaknya balap motor liar.

Pembalap 19 tahun itu mengatakan, saat mulai sibuk menggeluti berbagai event internasional balap motor, dirinya harus meyakinkan sekolahnya untuk memberi dispensasi.

"Saya saat itu meyakinkan ke sekolah untuk dapat dispensasi sekolah karena harus latihan dan mengikuti kejuaraan. Selain itu, saya juga membuktikan dengan prestasi selama mengikuti kejuaraan," beber Mario Aji di kantor Ketik.co.id di Jalan Raya Jemursari Surabaya, Jumat (19/5/2023).

Mario Aji bahkan mengaku sempat tidak terima dan marah dengan stigma buruk tentang balap motor. "Sampai saat ini saya ingin mengubah stigma ini dengan prestasi di Moto3. Jika balapan yang ditekuni merupakan balapan profesional," terangnya.

Mario Aji juga menceritakan awal karirnya mulai menekuni profesi sebagai pembalap. Sejak usia 5 tahun hingga 7 tahun dia mulai menggeluti balap dari jenis motor cross.

Mario Aji juga menyebut awal 2014 dirinya sempat mengalami patah tulang kaki saat mengikuti lomba motor cross. "Saya sempat rehat 1 tahun untuk penyembuhan, saat itu pindah ke road race di Jogjakarta. Akhir tahun 2014 ikut kejuaraan dan meraih juara," ucapnya.

Prestasi gemilang Mario Aji itu membuatnya naik kelas ke 125 CC di usia muda. Dari prestasi ini dirinya mulai mengikuti pelatihan Astra Honda Racing School.

"Dari sana, pihak Astra Honda meminta saya untuk menekuni motor sport jadi itu yang membuat saya fokus membawa motor besar," ucapnya.

Sukses di Asia, membuat Astra Raccing School membawa Mario ke Eropa yang membuat prestasinya terus melambung di usia 13 tahun. "Saat itu saya mulai balapan dengan pembalap senior sehingga mental saya terbentuk untuk meningkatkan prestasi lebih baik," ucapnya.

Hingga sampai di Moto3 saat ini, Mario Aji memiliki target meraih prestasi lebih baik dalam setiap race. "Dalam balapan nanti di Mugello Italia (11/6/2023) saya minta doa masyarakat Indonesia untuk bisa meraih prestasi lebih baik," ucapnya.

Mario mengaku Mengidolakan Marc Marquez sebagai pembalap MotoGP. "Saya suka gaya balapannya seperti pembalap Asia," pungkas pembalap yang menggunakan nomor motor 64 tersebut. (*)

Tags:

Mario Aji balap motor Moto3 Pembalap Jatim Jawa timur