Langit Mendung Bawa Berkah, Petani Jamur di Pacitan Sumringah

Jurnalis: Al Ahmadi
Editor: Mustopa

28 Januari 2024 10:40 28 Jan 2024 10:40

Thumbnail Langit Mendung Bawa Berkah, Petani Jamur di Pacitan Sumringah Watermark Ketik
Petani Jamur, Nika Wahyu Vintarto tengah menyemprotkan disinfektan pada jamur miliknya. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.co.id)

KETIK, PACITAN – Langit mendung pertanda musim hujan telah tiba. Membawa secercah berkah kebahagiaan bagi para petani jamur tiram di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.

Tingginya curah hujan dan kelembaban udara yang optimal menjadi kondisi ideal untuk pertumbuhan jamur tiram. Sehingga produksinya meningkat pesat.

Seperti yang diungkapkan salah satu petani jamur tiram di Kecamatan Kebonagung, Nika Wahyu Vintarto (32). Ia mengaku kondisi saat ini cukup menguntungkan bagi usaha jamur miliknya.

“Alhamdulillah, musim hujan turun jamur tiram tumbuh subur. Produksi meningkat pesat,” katanya saat ditemui di kombong yang berlokasi di RT 02 RW 06, Dusun Gemiring, Desa Banjarjo.

Ia menyebut, musim kemarau lalu membuat dirinya gusar. Sebab, kandang jamur yang kapasitas lima ratus baglog miliknya hanya mampu menghasilkan jamur sebanyak satu hingga dua kilogram per hari.

"Harus rajin menyemprotkan air untuk menjaga kelembaban kalau pas panas terik," imbuhnya kepada media online nasional Ketik.co.id 

Foto Jamur milik Nika yang mulai mekar. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.co.id)Jamur milik Nika yang mulai mekar. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.co.id)

Sementara ketika musim penghujan, produksi jamur mecapai empat hingga lima kilo. Ia pun tak perlu harus rutin menjaga kelembaban.

Terlebih, harga jamur tiram di pasaran Pacitan ternyata juga cukup stabil, masih di angka Rp15 ribu per kilogram. “Harganya juga masih aman. Jelas lebih menguntungkan daripada musim kemarau,” cetus pria anak satu itu.

Meski membuat subur, tetapi musim hujan yang ekstrem ternyata juga cukup berbahaya bagi pembudidaya jamur. Sebab jamur juga rentan mati saat kondisi tertentu.

Pemicunya, bila hujan lebih dari empat hari berturut turut, maka tempat budidaya jamur harus diberi angin cukup. Disusul munculnya hama lalat jamur yang membuat jamur membusuk.

“Kudu konsisten menjaga kelembaban. Ditambah agar jamur tidak membusuk, perlu disemprot disinfektan setiap dua pekan sekali,” tipsnya.

Lebih lanjut, budidaya jamur bisa menjadi usaha alternatif saat ini dan masa mendatang mengingat cara budidayanya yang relatif mudah.

Petani hanya perlu menyedikan tempat tanaman jamur dengan disusun bertingkat agar tidak memakan tempat. “Jika mau usaha perlu ketelatenan, penting jangan menyerah saat harga anjlok,” ujarnya.

Meningkatnya produksi jamur tiram pada petani ini tidak hanya menguntungkan bagi kelompoknya, tetapi juga para pedagang dan pengepul.

Permintaan jamur tiram lumayan mengalami peningkatan semenjak musim hujan. Permintaan tersebut meliputi produksi makanan ringan, bahan sayuran hingga kudapan lezat di restoran berkelas.

Tips Merawat Jamur Tiram di Musim Hujan

Berikut beberapa tips merawat jamur tiram di musim hujan:

  • Pastikan kumbung jamur memiliki ventilasi yang baik untuk menjaga kelembaban udara.
  • Lakukan penyiraman secara teratur, namun jangan berlebihan.
  • Berikan disinfektan, untuk antisipasi tambahan secara berkala guna mencegah ganguan pertumbuhan oleh hama.
  • Lakukan panen jamur tiram secara tepat waktu agar kualitasnya tetap terjaga. (*)

Tombol Google News

Tags:

UMKM Petani Jamur di Pacitan Jamur Tiram di Pacitan