Malam Ramadan, 2 Kelompok Remaja Tawuran, Botol Beling dan Batu Berserakan di Jalan Raya Senori Tuban

Jurnalis: Ahmad Istihar
Editor: Heru Hartanto

13 Maret 2024 08:10 13 Mar 2024 08:10

Thumbnail Malam Ramadan, 2 Kelompok Remaja Tawuran, Botol Beling dan Batu Berserakan di Jalan Raya Senori Tuban Watermark Ketik
Kelompok remaja yang membubarkan diri menyelesaikan perang Beling Botol dan Batu di depan Masjid Jami' Kecamatan Senori, Tuban (13/03/2024)( Foto Ahmad Istihar/Ketik.co.id)

KETIK, TUBAN – Hampir setiap bulan suci Ramadan pada malam pertama Sahur On The Road di Kecamatan Senori, terjadi tawuran 'perang' Botol Beling dan Batu oleh 2 kelompok remaja.

Tawuran yang terjadi di Jalan Kiayi Djoned sampai Jalan Ahmad Yani, tepatnya di simpang empat lampu lalu lintas Senori ini, menyisakan bekas pecahan beling botol dan batu berceceran di jalan raya.

Aksi tawuran yang terjadi pada pukul 01.55 WIB dini hari, saat masuk pelaksanaan Sahur On Tre Road, diduga kuat dilakukan oleh puluhan remaja dari dua kelompok antar desa.

Ketika wartawan media ini di lokasi menanyakan asal mana kepada salah seorang remaja yang terlibat aksi tawuran perang botol dan batu itu, remaja tersebut mengatakan bahwa, puluhan remaja yang terlibat saling lempar botol dan batu itu, berasal dari Desa Jatisari dan Desa Wanglukulon.

“Mereka yang terlibat 'perang' botol dan batu, anak Desa Wanglukolun dan Jatisari,” kata dia, Rabu (13/03/2024) dini hari.

Saat ditanya apa penyebab terjadinya tawuran yang mereka lakukan setiap Ramadan, remaja ini tidak menyebut secara detail penyebab melakukan perbuatan meresahkan warga dan lingkungan pondok pesantren dengan aksinya perang botol beling dan batu pada waktu dini hari tersebut.Foto Salah satu sudut pecahan beling dari botol di jalan raya Kiayi Djoned - Ahmad Yani  Perempatan Senori, Kabupaten Tuban (13/03/2024)(Foto Ahmad Istihar/Ketik.co.id)Salah satu sudut pecahan beling dari botol di jalan raya Kiayi Djoned - Ahmad Yani Perempatan Senori, Kabupaten Tuban (13/03/2024)(Foto Ahmad Istihar/Ketik.co.id)

Pantauan media ini dilokasi, Selesai melakukan aksi tawuran kedua kelompok remaja yang terlibat perang botol beling dan batu membubarkan diri. Aksi yang meresahkan ini, di Jalan Ahmad Yani - Kiayi Djoned, menyisakan pecahan beling dari botol saos serta batu yang mengganggu aktivitas pengguna jalan raya untuk melintasi di simpang jalan perempatan Senori.

Selain melakukan aksi tawuran, dua kelompok remaja saat Saur on the road juga membawa sound sistem ukuran besar serta menyulut petasan ditengah jalan raya Kiayi Djoned- Ahmad Yani.

Tak pelak, suara bising yang keluar dari sound sistem dan petasan tersebut membuat warga, khususnya pengurus pondok pesantren yang berlokasi di Jalan Kiayi Djoned - Jalan Ahmad Yani risih serta terganggu atas aksi kelompok remaja yang Saur on the road.

“Kesannya ngawur anak - anak yang tenteng (Saur On The Road) dini hari, awal niatnya membangunkan orang Islam untuk sahur, tapi ini malah bikin resah warga sekitar. Mereka melakukan tawuran pas di depan halaman pagar Ponpes Mansyaul Huda 02 yang menyisakan pecahan botol beling dan batu berserak,” kata Ustrad Kiai Haji Abdul Muis. (*)

Tags:

Ramadan Kabupaten Tuban Bumi Santri Senori TAWURAN