Mendagri Yakin di Tangan Praja, Indonesia Mampu Capai Visi Indonesia Emas

Jurnalis: Iwa AS
Editor: Akhmad Sugriwa

26 Juli 2024 10:02 26 Jul 2024 10:02

Thumbnail Mendagri Yakin di Tangan Praja, Indonesia Mampu Capai Visi Indonesia Emas Watermark Ketik
Mendagri Tito Karnavian saat pembekalan kepada calon wisudawan IPDN, di Gedung Balairung Rudini Kampus IPDN Jatinangor, Kab Sumedang, Jumat (26/7/24). (Foto: IPDN)

KETIK, BANDUNG – Menteri Dalam Negeri Prof. H. Moh. Tito Karnavian, Ph.D meyakini di tangan para praja yang kini menjadi calon wisudawan, visi Indonesia Eas dapat dicapai.

Hal itu disampaikan Mendagri saat pembekalan kepada calon wisudawan IPDN tahun akademik 2023/2024, di Gedung Balairung Rudini Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jumat (26/7/2024).

Bertema “Indonesia On the Right Track", Mendagri memberikan pemahaman kepada calon wisudawan IPDN, terkait perkembangan situasi dan kondisi Indonesia saat ini menuju Indonesia Emas 2045. Mereka akan diwisuda oleh Mendagri Senin, 29 Juli 2024, disusul dengan pelaksanaan pelantikan Pamong Praja Muda pada 1 Agustus 2024 oleh Wakil Presiden RI. 

Prof Tito Karnavian memaparkan, Indonesia saat ini ada pada posisi yang sangat bagus. Pertumbuhan ekonomi  di angka lebih dari 5,11%. Menurutnya ini mengindikasikan bahwa Indonesia juga negara yang mampu menjaga stabilitas harga. Perkembangan inflasi nasional per Juni 2024 juga mendapat angka yang terbaik yakni 2,51%. 

"Hal ini karena situasi politik dan ekonomi kita berjalan dengan baik,” tandas Prof Tito. 

Kondisi negara seperti ini sedikit banyak membuktikan opini dan perkiraan yang diberikan oleh World Bank maupun lembaga-lembaga internasional lainnya, bahwa Indonesia diprediksi akan menjadi negara yang maju.  

“Sebagai calon aparatur sipil negara, di mana nanti kelak kemajuan Indonesia ada di tangan kalian, kalian harus tahu bahwa diprediksikan Indonesia akan menjadi negara dengan kekuatan ekonomi keempat terbesar di dunia, setelah China, India dan United States," kata Tito. 

Indonesia menjadi kekuatan ekonomi itulah, sambung Tito, yang dikatakan Indonesia Emas, Di mana pendapat perkapita perorang akan sama seperti di negara maju. 

Tito menyebut ada tiga syarat utama Untuk bisa menjadi negara dominan. Pertama, angkatan kerja yang besar untuk menjadi mesin produksi. Kedua, sumber daya alam yang melimpah untuk menjadi bahan material produksi. Ketiga, wilayah yang luas untuk menampung mesin produksi masif. 

"Jika melihat dari syarat ini, maka dari 200 negara di dunia tidak akan lebih dari 20 negara yang mencapainya, di antaranya negara yang dominan adalah China, India, United States, Rusia dan Indonesia”, tuturnya. 

Tito mengatakan sebanyak 68,7 % penduduk Indonesia merupakan penduduk di usia produktif ini yang disebut dengan bonus demografi bagi Indonesia. Tapi ini juga dapat menjadi bencana demografi. 

Menurut Tito, demografi ini dapat menjadi bencana apabila usia produktif itu tidak bekerja atau pekerjaan yang unskill namun jika diberdayakan dengan baik, bonus demografi ini dapat membuat Indonesia semakin maju. 

"Caranya yakni mengaktifkan potensi human resource dengan peningkatan kualitas kesehatan, terutama penanganan dan pencegahan stunting, serta memperkuat bidang pendidikan, baik formal maupun non formal," kata Tito. 

Mendagri juga menegaskan, para calon wisudawan IPDN ini harus fokus kepada hal-hal nya yang berkontribusi untuk mempercepat terciptanya Indonesia Emas. Salah satu di antaranya meningkatkan sistem politik dan keamanan agar semakin baik dan stabil. 

“Lalu kita harus membuat terobosan-terobosan yang memfasilitasi agar anak-anak muda lainnya di usia produktif menjadi tenaga kerja yang unggul, terdidik, terlatih dan sehat," tegasnya. Selain itu, kita harus memelihara sumber daya alam dengan sebaik-baiknya. 

Tito berpesan kepada calon wisudawan untuk tidak mengejar gelar tapi ubahlah cara berpikir. Mendagri juga berharap lulusan IPDN yang dipercaya sebagai leader. Dapat menjadi strong leader yang tidak hanya memiliki power dan follower, tetapi juga harus memiliki konsep yang jelas.

"Sehingga dapat menjadi pemimpin yang diharapkan mampu membawa organisasi untuk mencapai tujuan, dengan menggunakan strategi yang kuat dan telah dipertimbangkan secara matang”, urainya. 

Sementara Rektor IPDN, Prof. Dr. Drs. H. Hadi Prabowo., M.M dalam laporannya memaparkan IPDN akan melaksanakan prosesi wisuda tahun 2024. 

"Jumlah wisudawan sarjana terapan ilmu pemerintahan sebanyak 1079 orang, wisudawan program profesi kepamongprajaan yang berjumlah 31 orang, program doktor 60 wisuda dan program magister 82 calon wisudawan," urai Rektor. 

Para calon wisudawan ini sebelumnya juga telah diberikan beberapa pembekalan secara internal maupun eksternal. Pembekalan eksternal di antaranya diberikan oleh Menteri Investasi, Bupati Kaimana dan Tim Psikologi dari Psikodinamika. (*)

Tombol Google News

Tags:

Ipdn REKTOR IPDN Mendagri Tito Karnavian Indonesia emas