Mengenai Serangan di Mal Ukraina, Putin Bantah Bukan Pasukanya

Jurnalis: Shinta Miranda

30 Juni 2022 03:58 30 Jun 2022 03:58

Thumbnail Mengenai Serangan di Mal Ukraina, Putin Bantah Bukan Pasukanya Watermark Ketik
Petugas pemadam kebakaran memadamkan api di dekat pusat perbelanjaan setelah penembakan, di Kyiv, Ukraina.(AP PHOTO/FELIPE DANA)

KETIK, SURABAYA – Serangan rudal Rusia ke mal di Kremenchuk, Ukraina menyebabkan belasan orang tewas dan puluhan warga terluka. Presiden Rusia Vladimir Putin membantah pasukanya terlibat dalam serangan tersebut.
Dilansir AFP, Kamis (30/6/2022) Putin membantah pasukan Moskow bertanggung jawab atas serangan di pusat perbelanjaan di kota Kremenchuk Ukraina. Serangan yang terjadi awal pekan ini, diketahui menewaskan 18 orang.

"Tentara kami tidak menyerang situs infrastruktur sipil mana pun. Kami memiliki semua kemampuan untuk mengetahui lokasinya di mana," kata Putin dalam konferensi pers di ibu kota Turkmenistan, Ashgabat.

Diketahui sebelumnya serangan rudal Rusia menghantam mal itu terekam CCTV. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menunjukkan bukti Rusia sengaja menyerang mal di Kremenchuk.

Zelensky menyebut Rusia menerima koordinat yang tepat untuk melepaskan serangan rudal.

"Mereka ingin membunuh sebanyak mungkin orang di kota yang damai di pusat perbelanjaan," Zelensky, dalam pernyataanya.

Zelensky meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengunjungi lokasi serangan rudal Rusia di sebuah pusat perbelanjaan di kota Kremenchuk. Korban jiwa akibat serangan itu telah bertambah menjadi 18 orang.

Dia juga meminta anggota Dewan - termasuk Rusia - untuk mengheningkan cipta selama satu menit bagi mereka yang telah tewas dalam perang di Ukraina. (sin*)

 

Tombol Google News

Tags:

ukraina rudal Rusia Putin Mal Ukraina