Ngabuburit di Rembug Bedas, Warga Doakan Bupati Bandung Dadang Supriatna 2 Periode

Jurnalis: Iwa AS
Editor: Akhmad Sugriwa

13 Maret 2024 14:55 13 Mar 2024 14:55

Thumbnail Ngabuburit di Rembug Bedas, Warga Doakan Bupati Bandung Dadang Supriatna 2 Periode Watermark Ketik
Bupati Bandung Dadang Supriatna saat giat Rembug Bedas, Rabu (13/3/24).(Foto:Iwa/Ketik.co.id)

KETIK, BANDUNG – Bupati Bandung Dadang Supriatna melaksanakan kegiatan Rembug Bedas ke-90 dan ke-91 di Aula Desa Ciluncat Kecamatan Cangkuang dan Desa Jatisari Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Rabu (13/3/2024).

Rembug Bedas merupakan ajang silaturahmi antara Bupati Bandung dengan masyarakat untuk berdialog tentang kebijakan, program, permasalahan, sekaligus dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat.

Masyarakat tampak antusias menyambut kehadiran Bupati Dadang Supriatna yang didampingi Bunda Bedas Emma Dety Dadang Supriatna dan para kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkab Bandung.

Berbagai lapisan masyarakat mulai dari Ketua RT, Ketua RW, PKK, Posyandu, LPMD, Perangkat Desa, BPD, tokoh masyarakat, guru ngaji, tokoh pemuda, ormas maupun organisasi kepemudaan turut menyambut kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Bandung itu. 

Kepala Desa Ciluncat, Dadan Dahyana mengatakan, ia dan warga Desa Ciluncat  sangat gembira dengan kehadiran Bupati Dadang Supriatna di desa mereka. Sejak lama warga menantikan kehadiran Bupati Bandung di Desa Ciluncat untuk menyampaikan ucapan terima kasih secara langsung.

"Terima kasih Pak Bupati sudah hadir di Desa Ciluncat. Kami sangat berterima kasih atas berbagai programnya yang luar biasa dan sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kami," ujar Dadan seraya disambut tepuk tangan ratusan warga yang hadir.

Dadan menyebut berbagai program seperti program pemberian insentif guru ngaji, RT/RW, linmas, kartu tani, hingga program pinjaman tanpa bunga dan tanpa agunan, betul-betul sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

"Saya membandingkan dari bupati ke bupati, baru Pak Dadang Supriatna yang perhatiannya sangat terasa oleh masyarakat. Kami mendoakan Pak Bupati untuk kembali mendapat amanah masyarakat di Pilkada 2024 nanti," ujar Dadan yang juga mantan birokrat ini.

Pada kesempatan tersebut, sejumlah warga pun menyampaikan ungkapan terima kasih dan harapan-harapannya kepada Kang DS, sapaan akrab Bupati Dadang Supriatna. Ada pula yang mengeluhkan soal minimnya fasilitas sekolah, yang langsung direspon Bupati dengan memberikan bantuan CSR.

"Program-program Pak Bupati sangat terasa manfaatnya oleh kami. Karaos pisan. Kami berharap program-program yang berpihak kepada masyarakat ini dilanjutkan. Semoga Pak Bupati terpilih kembali di Pilkada 2024," ujar tokoh masyarakat Ciluncat, Ustadz Aye.

Sementara itu, di Desa Jatisari Kutawaringin, seorang warga bernama Hamdan turut mengapresiasi  pelaksanaan kegiatan Rembug Bedas tersebut. Hamdan turut bertanya kepada Bupati Bandung terkait program insentif guru ngaji. Sebab masih ada guru ngaji di Desa Jatisari yang belum mendapatkan program tersebut. Ia mempertanyakan regulasi dan persyaratan yang mendapatkan program insentif guru ngaji. 

Rudi, warga Desa Jatisari lainnya,  mengungkapkan bahwa program unggulan atau program prioritas Bupati Bandung, khususnya program pinjaman dana bergulir tanpa bunga dan tanpa jaminan, karena masih ada warga yang belum tahu. 

Agus Hendrayana, Ketua RW di Desa Jatisari, menginformasikan kondisi  jalan rusak di Desa Jatisari. "Saya minta kepada pemerintah untuk mendahulukan perbaikan jalan desa di Desa Jatisari," katanya.

Bupati Bandung Dadang Supriatna langsung merespon apa yang menjadi pertanyaan dan harapan masyarakat tersebut. Di antaranya berkaitan dengan harapan masyarakat untuk perbaikan jalan di Desa Jatisari. Di Desa Jatisari sepanjang 4 km masih rusak, dan diharapkan bisa diperbaiki secara bertahap. 

"Kumaha caranya, jalan harus diperbaiki. Minimal bisa diperbaiki secara bertahap sepanjang 1 sampai 2,5 km dulu," kata Bupati Bandung. 

Terkait dengan pertanyaan warga tentang insentif guru ngaji, bupati menyebut Pemkab Bandung sudah menyiapkan kuota untuk 17.000 guru ngaji dengan anggaran Rp 109 miliar. 

"Kriteria guru ngaji ini, yaitu memiliki kemampuan dan tidak terikat pendidikan formal. Mendapatkan insentif Rp 350.000/bulan, dan kartu BPJS Kesehatan untuk empat orang anggota keluarga. Kalau ada guru ngaji meninggal dunia, keluarganya mendapatkan santunan sebesar Rp 42 juta. Itu manfaatnya BPJS Ketenagakerjaan," jelas bupati yang akrab disapa Kang DS ini. 

Ia pun menjelaskan tentang pinjaman dana bergulir tanpa bunga dan tanpa jaminan, sebagaimana yang ditanyakan warga. Tujuannya, untuk memberantas bank emok. 

"Bank emok ini merusak karakter masyarakat karena bunganya 28 persen per bulan. Kalau ini dibiarkan bahaya bagi masyarakat," ungkapnya. 

Kang DS mengatakan, program pinjaman dana bergulir tanpa bunga dan tanpa jaminan itu juga untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat. (*)

Tombol Google News

Tags:

rebug bedas BUPATI BANDUNG DADANG SUPRIATNA Ngabuburit