Ngabuburit on the Ship! IHO Jatim Pamer Kapal RS Unair Spesialis Tanggulangi Kesehatan di Pulau Terpencil

Editor: Naufal Ardiansyah

26 Maret 2024 11:38 26 Mar 2024 11:38

Thumbnail Ngabuburit on the Ship! IHO Jatim Pamer Kapal RS Unair Spesialis Tanggulangi Kesehatan di Pulau Terpencil Watermark Ketik
Ngabuburit on the Ship IHO Jawa Timur bersama RS Terapung Ksatria Airlangga di Selat Madura. (Foto: Naufal/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Berbeda pada umumnya. Jika menunggu waktu berbuka puasa atau ngabuburit di daratan dan mencari takjil, kali ini rombongan Indonesian Health Observer (IHO) Jawa Timur menggelar ngabuburit on the ship, Selasa (26/3/2024). 

Uniknya lagi, ngabuburit on the ship kali ini menggunakan kapal Rumah Sakit Terapung Ksatria milik Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

Kapal RS Terapung Unair ini mulai berlayar dari pelabuhan Perak Surabaya dan melewati selat Madura. Tepat pada adzan maghrib, rombongan IHO Jatim berhenti di bawah jembatan Suramadu untuk menikmati senja dan berbuka puasa bersama. 

Ketua IHO Jatim Prof Dr Budi Santoso menyampaikan bahwa ngabuburit dan buka puasa di RS Terapung Ksatria Airlangga ini memiliki misi sosial dan pelayanan kesehatan.

"Acara kali ini tidak sekadar ngabuburit dan buka puasa bersama tapi juga melakukan edukasi pelayanan kesehatan kepada masyarakat hingga ke daerah pulau terpencil," kata Budi. 

Foto Ketua IHO Jawa Timur Budi Santoso dan Bendahara IHO Jatim HM Arum Sabil di atas kapal RS Unair. (Foto: Naufal/Ketik.co.id)Ketua IHO Jawa Timur Budi Santoso dan Bendahara IHO Jatim HM Arum Sabil di atas kapal RS Unair. (Foto: Naufal/Ketik.co.id)

Pria yang juga Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga itu menambahkan bahwa IHO Jatim menggandeng RS Kapal Unair ini untuk mengabdikan diri kepada masyarakat. 

"Kapal ini sudah 6 tahun mengabdikan diri. Saya pernah ikut dalam misi kemanusiaan dan pelayanan kesehatan ketika bencana gempa di NTB. Kapal ini juga terlibat aktif saat vaksinasi Covid-19 di pulau Madura," tuturnya. 

IHO Jatim kata Budi memiliki semangat untuk melakukan pendidikan kesehatan kepada masyarakat di daerah pulau terpencil yang tidak mudah diakses. 

"Kelebihan kapal ini bisa mendarat di pulau yang tidak bisa didarati oleh kapal besar. Nah kapal ini mampu menjangkau kepulauan terpencil," ungkapnya. 

Foto Ketua IHO Jawa Timur Budi Santoso saat edukasi kesehatan dan keunggulan RS Terapung Ksatria Airlangga. (Foto: Naufal/Ketik.co.id)Ketua IHO Jawa Timur Budi Santoso saat edukasi kesehatan dan keunggulan RS Terapung Ksatria Airlangga. (Foto: Naufal/Ketik.co.id)

Ratusan bahkan ribuan bantuan telah disalurkan kepada masyarakat melalui kapal Rumah Sakit ini. Setidaknya ada 160 persalinan caesar yang pernah ditangani oleh RS kapal ini.  

"Kenapa RS Terapung ini? Karena kapal ini punya misi menyelesaikan masalah kesehatan di daerah yang tidak terjangkau oleh pelayanan kesehatan. Kita akan terus berjuang untuk masyarakat," imbuhnya. 

Selain persalinan normal dan caesar, RS Kapal ini juga bisa melayani operasi tumor, dan patah tulang. Ada fasilitas dua kamar operasi yang tersedia. 

"Kapal ini sudah menjelajahi hampir semua pulau di Indonesia timur untuk membawa misi sosial dan pelayanan kesehatan," katanya.

Foto Salat Berjamaah IHO Jawa Timur di atas kapal RS Unair di laut Madura. (Foto: Naufal/Ketik.co.id)Salat Berjamaah IHO Jawa Timur di atas kapal RS Unair di laut Madura. (Foto: Naufal/Ketik.co.id)

Ia berharap RS Terapung Ksatria Airlangga ini bisa terus melaksanakan misinya membantu masyarakat karena Indonesia terdiri 17 ribu pulau. 

"Artinya perlu kapal-kapal seperti ini untuk membantu proses persalinan, operasi, dan layanan kesehatan bahkan sosial kemanusiaan bagi masyarakat yang terkena bencana," pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

RS Terapung Ksatria Airlangga Kapal RS Unair IHO Jatim IHO Jawa Timur