Pasar Modal Membaik di Tengah Tekanan Capital Outflow

Jurnalis: Husni Habib
Editor: M. Rifat

17 Juli 2024 00:02 17 Jul 2024 00:02

Thumbnail Pasar Modal Membaik di Tengah Tekanan Capital Outflow Watermark Ketik
Gedung OJK Jawa Timur. (Foto; Husni Habib/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Di tengah ketidakstabilan ekonomi global, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melihat perekonomian Jawa Timur terpantau tetap stabil dan terjaga.

Hal ini tak lepas dari kinerja intermediasi yang kontributif, didukung oleh likuiditas yang memadai dan tingkat permodalan yang kuat.

Kepala OJK Jawa Timur, Giri Tribroto mengatakan pasar modal masih menunjukkan perkembangan yang baik di tengah volatilitas pasar keuangan, tekanan capital outflow akibat pelemahan nilai tukar serta ketidakpastian perekonomian global.

Sampai April 2024 jumlah Single Investor Identification (SID) Saham meningkat menjadi 748.571 atau tumbuh 21,17 persen (yoy). SID Surat Berharga Negara (SBN) meningkat menjadi 144.740 SID atau tumbuh 20,16 persen (yoy), dan SID Reksadana meningkat menjadi 1.574.884 SID atau tumbuh 16,80 persen (yoy).

"Posisi April 2024, nilai transaksi saham di Jawa Timur sebesar Rp21,28 triliun atau meningkat 45,32 persen dibandingkan posisi yang sama tahun lalu," jelas Giri Tribroto pada keterangan tertulis, Selasa (16/7/2024).

Sementara itu, di industri pengelolaan investasi, nilai penjualan reksadana dalam rupiah sampai dengan April 2024 tercatat sebesar Rp1,53 triloun atau turun 22,06 persen (yoy).

"Namun demikian tercatat peningkatan jumlah investor institusi sebesar 3,18 persen dan jumlah investor perorangan sebesar 69,05 persen," tambahnya.

Sedangkan penggalangan dana pada Securities Crowdfunding (SCF) yang merupakan alternatif pendanaan bagi UMKM, hingga 30 April 2024 telah terdapat 27 Penerbit, 8.256 pemodal,

"Di Jawa Timur total dana yang dihimpun sebesar Rp38 miliar," pungkasnya.(*)

Tombol Google News

Tags:

Ekonomi OJK Jawa Timur Giri Tribroto capital outflow Saham pasar modal