Pekerja Migran Asal Jember Ditemukan Tewas Mengenaskan di Selangor Malaysia

Jurnalis: Fenna Nurul
Editor: Muhammad Faizin

30 Januari 2024 11:15 30 Jan 2024 11:15

Thumbnail Pekerja Migran Asal Jember Ditemukan Tewas Mengenaskan di Selangor Malaysia Watermark Ketik
Perempuan pekerja migran asal Kabupaten Jember tewas bersimbah darah di Selangor, Malaysia (30/1/2024) (Foto: tangkapan layar video amatir warga)

KETIK, JEMBER – Sebuah video yang beredar di aplikasi pesan singkat yang memperlihatkan seorang perempuan pekerja migran Indonesia (PMI) tergeletak bersimbah darah dengan kondisi leher tergorok di Selangor, Malaysia pada Selasa (30/1/2024) waktu setempat.

Wanita muda yang mengenakan baju berwarna ungu dan celana hitam terkulai di depan lift sebuah gedung diduga berasal dari Kecamatan Puger, Kabupaten Jember bernama Andin. Lokasi kejadian diketahui berada di Desa Mentari, Bandar Sunway, Selangor, Malaysia. Menurut video tersebut, PMI asal Jember tersebut diketahui hendak berangkat bekerja.

“Telah terjadi pembunuhan jam 06 pagi tadi di Sunway, Malaysia, orang Jember, Puger. Mau berangkat kerja, lehernya tergorok,” ungkap seorang pria dalam video berdurasi 16 detik itu. 

Sementara, Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Jember mengkonfirmasi telah terjadi pembunuhan pekerja migran asal Jember di Selangor Malaysia. “Memang benar terjadi pembunuhan, tapi kronologinya kita masih belum tahu pasti,” ungkap Suprihandoko, Selasa (30/1/2024) siang.

Pihaknya saat ini sedang melakukan asesmen kepada keluarga yang bersangkutan untuk menggali informasi terkait keberangkatan korban ke luar negeri sekaligus memberikan bantuan trauma healing atas insiden yang menimpa.

Suprihandoko juga menyebutkan bahwa wanita tersebut merupakan pekerja migran ilegal. “Jadi kami masih belum jelas yang bersangkutan bekerja sebagai apa karena tidak berangkat melalui Disnaker,” ulasnya. 

Untuk itu, pihaknya terus berkoordinasi dengan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) terkait proses pemulangan jenazah, namun ia belum bisa memastikan jadwal kedatangan di tanah air. Sebab, kasus pembunuhan membutuhkan penanganan khusus, terutama menunggu keputusan dari kepolisian setempat dan KBRI.

“Iya Pemkab juga bertanggung jawab menjemput jenazah. Biasanya BP2MI mendampingi hanya sampai di Surabaya,” urai pria berkacamata itu.

Tak bosan-bosan ia menghimbau kepada masyarakat Jember untuk menggunakan jalur legal atau prosedural melalui Disnaker jika ingin bekerja di luar negeri. 

“Jika legal, para pekerja migran terjamin soal sosial dan ketenagakerjaannya. Bila ilegal jika terjadi kasus seperti itu ya mohon maaf jadi lambat karena ada prosedural itu yang dilewati,” pungkas Suprihandoko.(*)

Tombol Google News

Tags:

PMI tewas pembunuhan Pekerja Migran Indonesia ilegal Jember malaysia disnaker