Penyembelihan Hewan oleh Juleha Dijamin Sesuai Syariat, Ini Tahapannya

Jurnalis: Husni Habib
Editor: M. Rifat

16 Juni 2024 12:35 16 Jun 2024 12:35

Thumbnail Penyembelihan Hewan oleh Juleha Dijamin Sesuai Syariat, Ini Tahapannya Watermark Ketik
Juru Sembelih Halal, Hafidh Hasan saat akan menyembeli sapi. (Foto: Dok Pribadi)

KETIK, SURABAYA – Saat ini masyarakat sudah mulai kritis dan memahami pentingnya sertifikasi halal pada sebuah makanan. Dengan sertifikasi tersebut makanan tidak hanya terjamin kehalalannya tetapi juga kandungannya.

Salah satu bahan makanan yang cukup penting adalah daging. Kebutuhan konsumsi akan daging di Indonesia terus meningkat dan selaras dengan tuntutan tentang status kehalalan daging.

Berangkat dari hal tersebut profesi Juru Sembelih Halal (Juleha) sangat penting. Mereka merupakan orang yang telah dilatih bagaimana menyembelih hewan sesuai syariat islam sehingga terjamin kehalalannya.

Salah satu Juleha, Hafidh Hasan mengatakan, sebelum menyembelih hewan banyak hal yang harus dilakukan. Seperti memastikan hewan yang disembelih cukup umur dan dalam kondisi sehat.

Hal ini dapat dilihat pada dokumen sertifikat kesehatan hewan dari Dinas Peternakan setempat.

"Sebelum menyembelih kita memastikan dulu, apakah hewan tersebut sehat dan cukup umur. Jika tidak tentu tidak akan kita sembelih. Jika sudah memenuhi syarat sesuai syariat baru kita sembelih," jelasnya kepada Ketik.co.id.

Lebih lanjut, pria yang sudah menjadi Juleha sejak 2018 ini menambahkan selanjutnya tentu mempersiapkan alat-alat yang dibutuhkan, terutama pisau yang tajam. Pisau harus tajam agar hewan yang disembelih tidak merasakan sakit.

Sebelum proses penyembelihan hewan harus dibaringkan terlebih dahulu dengan posisi di atas lambung sebelah kiri, dan posisi lehernya yang dihadapkan ke kiblat.

"Pisau harus tajam, jadi sebelumnya diasah dulu pisaunya agar tajam. Kalau pisaunya tumpul kasihan hewannya kesakitan, hal ini tidak boleh dalam syariat," tambahnya.

"Lalu dibaringkan di tanah menghadapi kiblat, dengan posisi diatas lambung kiri," sambungnya.

Setelah itu, penyembelihan dilaksanakan dengan niat menyembelih dan menyebut asma Allah, penyembelihan dilakukan dengan mengalirkan darah melalui pemotongan saluran makanan (mari’/esophagus), saluran pernafasan/tenggorokan (hulqum/trachea), dan dua pembuluh darah (wadajain/vena jugularis dan arteri carotids).

"Pada saat proses penyembelihan, harus dilakukan secara cepat dengan satu kali sayatan dan lehernya gak boleh sampai putus," pungkasnya.(*)

*) Baca juga kanal Transparan edisi Juleha lainnya: Pentingnya Keberadaan Juleha untuk Menjamin Daging Kurban Halal & Bagaimana Proses Pelatihan Menjadi Juleha? Simak Ulasan Berikut Ini

Tags:

Juleha penyembelihan hewan Syariat Islam halal daging Konsumsi