Perayaan Imlek Klenteng Pay Lien San Jember, Simbol Kebijaksanaan dan Pemilu Damai

Jurnalis: Fenna Nurul
Editor: Muhammad Faizin

10 Februari 2024 13:34 10 Feb 2024 13:34

Thumbnail Perayaan Imlek Klenteng Pay Lien San Jember, Simbol Kebijaksanaan dan Pemilu Damai Watermark Ketik
Doa bersama lintas agama Sila Emas di halaman belakang Klenteng Pay Lien San (10/2/2024) (Foto: Fenna/Ketik.co.id)

KETIK, JEMBER – Ratusan umat Tri Dharma di Jember merayakan Hari Raya Imlek 2575 pada Sabtu, 10 Februari 2024 ini. Perayaan Imlek tahun ini berbarengan dengan masa-masa Pemilu 2024.

Salah satu pusat ibadah dalam perayaan Imlek ini dilakukan di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) atau Klenteng Pay Lien San yang berada di Desa Jubung/Glagahwero, Kecamatan Sukorambi, Jember. 

Plt Ketua Klenteng TITD Pay Lien San, Hery Novem mengatakan perayaan Imlek merupakan tradisi masyarakat Tionghoa dalam menyambut musim semi dengan memberikan hidangan yang menghangatkan. 

Perayaan Imlek tahun ini jatuh pada Tahun Naga dengan unsur Kayu. Ia menjelaskan bahwa Shio Naga melambangkan kekuatan dan kemampuan, sedangkan unsur kayu dikenal keras dan kaku.

“Jadi tahun Naga Kayu harus bertindak yang bijaksana terutama dalam menghadapi masalah dalam hidup sepanjang tahun ini. Karena pasti mengalah itu susah, jika tidak akan patah, sedangkan naga nya sendiri kuat,” urai Hery, sapaan karibnya.

Foto Umat Tri Dharma khusuk berdoa pada perayaan Tahun Baru Imlek di Klenteng Pay Lien San Jember, Sabtu (10/2/2024) (Foto: Fenna/Ketik.co.id)Umat Tri Dharma khusuk berdoa pada perayaan Tahun Baru Imlek di Klenteng Pay Lien San Jember, Sabtu (10/2/2024) (Foto: Fenna/Ketik.co.id)

Dalam momentum itu, Klenteng TITD Pay Lien San bersama Forum Silaturahmi Antar-Agama dan Elemen Masyarakat (Forum Sila Emas) menggelar doa bersama untuk merayakan Imlek sekaligus menjaga pemilu 2024 tetap damai.

Menginginkan pemilu bisa berlangsung jujur dan adil, jangan sampai bergesekan antar umat lintas agama. “Karena siapapun yang dipilh dan memilih, kita harus tetap berusaha mewujudkan hidup yang lebih baik,” tutur Hery.

Sementara, Ketua Sila Emas Ignatius Sumarwiadi mengatakan perayaan Imlek tahun ini sangat berdekatan dengan pesta demokrasi pada 14 Februari mendatang.

“Maka dalam kesempatan yang sangat baik ini, kita tetap merayakan perbedaan karena kita memang memiliki satu pusaka yang sangat luar biasa yaitu Bhinneka Tunggal Ika,” ujarnya usai menghadiri perayaan di Klenteng Pay Lien San, Kecamatan Sukorambi, Jember.

Mengajak semua insan manusia untuk bisa hidup rukun dan berdampingan tanpa ada bayang-bayang perbedaan pendapat maupun pilihan dalam Pemilihan Umum agar menghindari perselisihan.

“Oleh sebab itu supaya semuanya berjalan dengan baik tetap dalam suasana damai kita ungkapkan dalam permohonan doa-doa dari semua lintas agama. Termasuk Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Konghucu juga aliran kepercayaan,” tutupnya.(*)

Tags:

imlek Naga Kayu Klenteng Pay Lien San Jember Pesan pemilu damai Kebijaksanaan tri dharma TITD