Perdana! RSSA Malang Berhasil Operasi Pisahkan Bayi Kembar Siam

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Naufal Ardiansyah

12 Agustus 2023 09:20 12 Agt 2023 09:20

Thumbnail Perdana! RSSA Malang Berhasil Operasi Pisahkan Bayi Kembar Siam Watermark Ketik
dr Bachtiar saat menunjukkan proses operasi pemisahan bayi kembar Siam yang berlangsung. (Foto: Lutfia/ketik.co.id)

KETIK, MALANG – Proses operasi pemisahan bayi kembar siam di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) berjalan lancar. Dalam waktu satu jam, tim dokter dari RSSA dan RS dr. Soetomo berhasil memisahkan bayi kembar rujukan dari Pasuruan tersebut.

Direktur RSSA Malang dr Bachtiar Budianto menjelaskan operasi dilaksanakan sejak pukul 09.05 dan berakhir pada 10.10 WIB.

"Operasinya jadi satu dan sudah dilakukan pembedahan maka jam 10.10 berhasil dilakukan operasi pemisahan," jelas dr Bachtiar di IGD RSSA pada Sabtu (12/8/2023).

Usai dilakukan pemisahan, tim dokter segera melakukan proses penutupan kulit. Jelas dr Bachtiar, tim dokter telah melakukan berbagai persiapan. Alhasil kendala yang ditemukan saat operasi berhasil dihadapi.

"Sampai saat ini kondisi pasien stabil, berjalan dan terkontrol. Tentu operasi pemisahan kembar siam ada kesulitan, tapi para dokter ahli dari RS dr Soetomo sudah mengantisipasi berbagai kesulitan dan bisa diatasi," jelasnya.

Dokter bedah plastik pun terlibat untuk penjahitan kulit usai pemisahan berhasil dilakukan. Seiring dengan proses pemulihan pascaoperasi, tim dokter akan terus memantau kondisi pasien.  

"Ini kan bayi perempuan, jadi yang menjahit adalah teman sejawat bedah plastik. Kita membuat tali pusar supaya jahitannya halus, tidak boleh sembrono. Hal yang penting itu adalah bayi ini sudah terpisahkan dengan baik kurang dari satu bulan," sebutnya.

Diperkirakan masa pemulihan akan berlangsung selama beberapa hari ke depan. Selama pemulihan, tim dokter akan melakukan observasi hingga kondisi kedua bayi tersebut benar-benar dapat dikatakan stabil.

"Selanjutnya masa recovery dokter tim lengkap mulai anastesi akan memantau. Karena kondisi stabil itu kan butuh waktu. Recovery tergantung kondisi, meskipun sudah stabil kita tetap melakukan observasi sampai tim mengatakan kondisi stabil. Nanti dilakukan eksabasi untuk melepas alat bius. Kita prediksi insyaallah membaik, 1-2 hari," jelas dr Bachtiar.

Sebagai informasi, peralatan canggih seperti harmonic scalpel telah digunakan dalam operasi guna memastikan pemotongan dinding perut berjalan dengan cepat dan akurat. RSSA Malang sendiri telah memiliki peralatan tersebut untuk mendukung peningkatan kualitas layanan medis kepada pasien. (*)

Tags:

RSSA Bayi Kembar Siam Operasi Pemisahan Bayi Kembar Siam RSSA Malang Kembar Siam Operasi