Peringati Hari Gizi Nasional, Kadinkes Jatim: Makanan Enak Belum Tentu Sehat

Jurnalis: Moch Khaesar
Editor: M. Rifat

7 Februari 2024 13:31 7 Feb 2024 13:31

Thumbnail Peringati Hari Gizi Nasional, Kadinkes Jatim: Makanan Enak Belum Tentu Sehat Watermark Ketik
Kepala Dinkes Jatim dr. Erwin Astha Triyono saat membuka seminar Hari Gizi Nasional, Rabu (7/2/2024). (Foto: Khaesar/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Memperingati Hari Gizi Nasional Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur menggelar seminar peringatan Hari Gizi Nasional ke-63 yang mengangkat tema MP-ASI kaya protein hewani cegah stunting. Kepala Dinkes Jatim dr. Erwin Astha Triyono menilai makanan enak belum tentu sehat.

"Jadi makanan sehat itu pasti tidak enak, kalau mau tau makanan sehat dan bergizi itu adanya di rumah sakit meskipun banyak pasien di rumah sakit tidak habis makanan rumah sakit dengan alasan tidak enak," ucap dr Erwin, Rabu (7/2/2024).

Erwin menjelaskan masakan sehat itu tidak menggunakan MSG sehingga memang rasanya yang tidak begitu enak. "Kalau makanan di rumah sakit itu sudah dihitung bagaimana gizinya," jelasnya.

Erwin menjelaskan banyak makanan yang diiklankan secara luar biasa sehingga menjadi daya tarik pada kaum milenial. Menurutnya, mengatasi Isu stunting itu juga bagaimana mempromosikan masakan sehat. "Karena kaum milenial bagaimana pun isu stunting bagaimana kita memasarkan anak remaja kita, karena jika remaja kita bisa memilih makanan sehat maka isu stunting akan hilang sendiri," jelasnya.

Tablet tambah darah tidak menarik padahal itu nutrisi yang sehat untuk anak remaja. "Anak usia SMP dan SMA yang sudah menstruasi itu mulai mengkonsumsi tablet tambah darah," ucap dr Erwin.

Namun, dr Erwin menjelaskan sejatinya mengkonsumsi pil penambah darah merupakan cara instan agar memperoleh zat besi yang dibutuhkan tubuh. Namun, cara yang benar jika remaja di Indonesia terlebih di Jawa Timur mulai mengkonsumsi sayur. "Dengan konsumsi sayur zat besinya sesuai dengan pil penambah darah," bebernya.

Akan tetapi dr Erwin melihat terlebih dahulu konsumsi remaja. "Karena itu cara mengkonsumsi pil penambah darah itu salah satu cara instan untuk bisa memenuhi kebutuhan zat besi," ungkapnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Hari Gizi Nasional Dinas Kesehatan Stunting Dinas Kesehatan Jatim Jawa timur