KETIK, MALANG – Produksi cincau oleh salah satu pedagang di Kota Malang, Hariati mulai mengalami peningkatan. Meskipun sempat mengalami kelesuan pada awal puasa, namun secara perlahan mulai banyak pesanan berdatangan.
Ia memproduksi cincuanya di Jalan Laksamana Martadinata Gang 6B Nomor 38, Kecamatan Kedungkandang.
"Waktu yang pertama penjualan sempat menurun, itu saat puasa pertama. Sekarang ini banyak langganan yang antre" ujarnya, Sabtu (23/3/2024).
Biasanya setiap harinya ia memproduksi hingga 300 blek cincau. Ia menjelaskan produksi cincau saat ini dipengaruhi oleh musim. Apabila musim penghujan ia memutuskan untuk tidak memproduksi terlalu banyak cincau.
"Produksi cincau sekarang dipengaruhi oleh musim hujan. Kemarin itu hujan, produksi dikira sepi tapi cuaca juga panas, sekarang lumayan lagi. Kalau hujan seharian, mulai pagi, siang dan malam hujan terus enggak berani bikin banyak," lanjutnya.
Ketika hujan ia biasa hanya membuat sekitar 250 blek cincau. Setiap 25 kilogram cincau, Hariati mematok harga Rp 50.000 saja. Namun dibandingkan dengan hari-hari biasa, ia hanya memproduksi 40-50 blek cincau.
Sementara itu untuk proses pembuatan cincau, setiap 20 kotak memerlukan waktu hingga 4-5 jam hingga cincau tersebut mulai dingin.
"Kami jualnya 25 kilogram Rp 50.000, itu membuatnya perkiraan bisa sampai 5 jam sudah dingin untuk 20 kotak cincau," lanjutnya.
Ia mengaku sempat kesulitan mendapatkan bahan baku berupa daun cao. Hal tersebut disebabkan semakin jarangnya penjual daun cao di Kota Malang.
Untuk mendapatkan bahan baku tersebut, Hariati mengambil daun cao dari Ponorogo sebab memiliki kualitas yang lebih bagus dan menghasilkan cincau berwarna hitam dengan tekstur yang kenyal.
"Daunnya enggak ada yang menanam, padahal dulu banyak yang jual tapi sekarang sulit dan mahal, sepertinya karena pengaruh cuaca. Ini dari Ponorogo, kualitas jadinya bagus, hitam dan kenyal. Kalau tidak dari sana hasilnya jelek, kalau dari sini beda seperti coklat begitu warnanya," jelasnya. (*)
Pertengahan Puasa, Permintaan Cincau di Kota Malang Mulai Meningkat
23 Maret 2024 08:45 23 Mar 2024 08:45



Tags:
Cincau Kota Malang Produksi Cincau bulan Ramadan Kota Malang Kuliner RamadanBaca Juga:
Pergunu Kabupaten Ngawi Gelar Pelantikan Pengurus Masa Khidmat 2024-2029Baca Juga:
Gabungan Solidaritas Peduli Nira Gelar Aksi Damai di Kantor DPRD Kabupaten NgawiBaca Juga:
Polres Ngawi Rilis Sketsa Wajah Pria Muda yang Ditemukan Tewas di Bengawan Solo, Ini Ciri-cirinyaBaca Juga:
Ngawi Night Carnival 2023, Sukses Sedot Perhatian Puluhan Ribu Pengunjung, SMPN 4 Ngawi dan MTsN 5 Curi PerhatianBaca Juga:
14 Atlet Silat Ngawi Ikuti Porprov Jatim ke-VIII, Simak Dua Pesan Wabup NgawiBerita Lainnya oleh Lutfia Indah

3 April 2025 20:00
Serunya Membaca Tulisan Neneng Rosdiyana, Perempuan Tani Pengambil Alih 'Marxisme Indonesia'

3 April 2025 19:00
Anti Boros! Berikut Tips Mengelola THR dengan Bijak

3 April 2025 16:00
Aktif di Linkedin, Anies Baswedan Bagikan 3 Cara Memilih Karir

3 April 2025 12:00
Mengenal Micromanagement, Gaya Kepemimpinan Atasan yang Tidak Disukai Gen Z!

2 April 2025 15:30
Tak Hanya Kayutangan Heritage, Pemerataan Pembangunan Kampung Tematik Jadi Sorotan

2 April 2025 09:00
Fakta Unik Kucing, Dianggap Hewan Suci di Zaman Mesir Kuno

Trend Terkini

28 Maret 2025 23:41
Perjuangan Siti Lutfiyatul Kharisma, Mahasiswi UINSA Finalis Aksi Indonesia Asal Pelosok Desa Senori Tuban

31 Maret 2025 04:29
Lebaran Idul Fitri, Satu Dusun di Probolinggo Terisolir

30 Maret 2025 13:35
Sambat Bunda vs Wadul Guse: Efisiensi atau Pemborosan Anggaran? Studi Kasus Jember-Lumajang

31 Maret 2025 15:40
Usai Sholat Idulfitri, Bupati Situbondo Makan Bersama Ala Santri

30 Maret 2025 13:40
Curah Hujan Tinggi, Petani Bawang Merah di Kabupaten Probolinggo Merugi Ratusan Juta
Trend Terkini

28 Maret 2025 23:41
Perjuangan Siti Lutfiyatul Kharisma, Mahasiswi UINSA Finalis Aksi Indonesia Asal Pelosok Desa Senori Tuban

31 Maret 2025 04:29
Lebaran Idul Fitri, Satu Dusun di Probolinggo Terisolir

30 Maret 2025 13:35
Sambat Bunda vs Wadul Guse: Efisiensi atau Pemborosan Anggaran? Studi Kasus Jember-Lumajang

31 Maret 2025 15:40
Usai Sholat Idulfitri, Bupati Situbondo Makan Bersama Ala Santri

30 Maret 2025 13:40
Curah Hujan Tinggi, Petani Bawang Merah di Kabupaten Probolinggo Merugi Ratusan Juta
