Plt Bupati Sidoarjo H Subandi Datangi TK yang Ambruk, Bantu Rp 130 Juta untuk Perbaiki Sekolah

Editor: Fathur Roziq

4 Juni 2024 06:54 4 Jun 2024 06:54

Thumbnail Plt Bupati Sidoarjo  H Subandi Datangi TK yang Ambruk, Bantu Rp 130 Juta untuk Perbaiki Sekolah Watermark Ketik
Abah Bandi (duduk tengah pakai batik) merangkul anak-anak TK Dharma Wanita dan Suyarno, anggota DPRD Sidoarjo, ditemani Kadis Dikbud Tirto Adi, Camat Prambon Feri Prasetya Budi serta guru-guru dan warga sekitar. (Foto; istimewa)

KETIK, SIDOARJO – Kondisi TK Dharma Wanita Persatuan Desa Wonoplintahan, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo, mengundang prihatin Plt Bupati Sidoarjo H Subandi MKn. Mendengar kesedihan guru-guru,  datanglah H Subandi ke sekolah tersebut. Bantuan langsung diberikan.  

’’Alhamdulillah, Pak. Terima kasih Pak Bupati Subandi. Terima kasih, Pak Yarno,’’ ungkap Sulis Dwi Yanti, guru sekaligus kepala TK Dharma Wanita Persatuan Desa Wonoplintahan, setelah tahu sekolahnya akan diperbaiki.

Abah Bandi, panggilan akrab H Subandi, datang ke TK Dharma Wanita Persatuan Desa Wonoplintahan, Prambon, pada Selasa (4/6/2024). Hadir pula Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sidoarjo Dr Tirto Adi, camat, dan pejabat lain.

Suyarno, anggota DPRD Sidoarjo, juga segera menuju lokasi yang berjarak sekitar 500 meter dari rumahnya itu. Legislator PDIP di DPRD Sidoarjo ini menyambut ramah dan menyapa Abah Bandi dan Bu Guru Sulis.

Usai bertegur sapa, Abah Bandi segera menuju ruang kelas yang atapnya rusak parah. Ambruk. Abah Bandi juga berbincang-bincang dengan dengan Tirto Adi. Bagaimana merencanakan perbaikan tempat belajar anak-anak tersebut.

Mengapa? Sebab, plafon, genting, maupun kayu-kayu bekas atap kelas itu sudah tidak bisa digunakan lagi. Hancur. Setelah itu, Abah Bandi melihat-lihat kelas-kelas lain yang kondisinya juga memprihatinkan. Plafonnya mau roboh. Miring.

Rayap menyerang kayu-kayu. Sarangnya ada di pojok-pojok tembok hingga ke lantai. Jika diintip lewat celah-celah asbes yang berlubang, terlihat kayu-kayu plafon sudah lapuk. Serangga pemakan kayu itu menggerogotinya dengan ganas.

Plafon, atap dan genting sudah tidak bisa digunakan lagi. Abah Bandi memandang memang perlu segera ada perbaikan. Agar anak-anak itu bisa segera kembali belajar di sekolahnya. Senang, ceria, gembira seperti dulu.

’’Karena ini sangat urgen, kita akan bantu melalui anggaran BTT (belanja tidak terduga),” kata Abah Bandi.

Setelah mengunjungi lokasi TK Dharma Wanita, Abah Bandi menyambangi bocah-bocah lucu di rumah Suyarno. Mereka sedang asyik belajar. Sambil bergurau satu dengan yang lain. Begitu melihat Abah Bandi dan rombongan tiba, guru-guru dan anak-anak pun menyambut gembira. 

Murid-murid TK Dharma Wanita salim satu per satu. Jumlahnya 40-an anak. Cium tangan bergantian. Abah Bandi terlihat mengusap kepala bocah-bocah lucu itu sambil tersenyum. Seperti seorang ayah yang menyangi anak atau kakek yang perhatian kepada cucu-cucunya.

’’Kami sudah menginstruksikan dinas pendidikan untuk segera memperbaiki sekolah mereka. Paling lambat minggu depan sudah dimulai perbaikannya,” ujarnya.

Menurut rencana, perbaikan sekolah tersebut diperkirakan memerlukan anggaran kurang lebih Rp 130 juta. Dananya akan digunakan untuk membangun kembali atap. Bukan kayu lagi. Kali ini atap direhab dengan asbes dan baja ringan. Agar rapi dan kuat. Plafonnya juga akan dibenahi.

Begitu tahu Abah Bandi membantu perbaikan sekolahnya yang rusak, Kepala TK Dharma Wanita Persatuan Sulis Dwi Yanti tak kuasa menahan bahagia. Dia sangat bersyukur. Sudah lama guru-guru, murid-murid, maupun orang tua mereka menunggu uluran tangan orang yang peduli seperti Abah Bandi ini.

’’Alhamdulillah. Akhirnya anak-anak akan bisa belajar dan bermain di sekolah kami lagi,” ungkap Bu Guru Sulis. Matanya berkaca-kaca. Tanda sukacita.

Bu Guru Sulis mengaku hanya menjalankan tugasnya sebagai kepala sekolah. Berusaha agar anak-anaknya mendapatkan yang terbaik untuk masa depan. Sebenarnya, dia masih sabar menunggu uluran tangan. Namun, dalam hatinya, sedih sudah tidak tertahan.

’’Saya tidak pernah memanggil wartawan atau yang lain. Saya tidak tahu tiba-tiba ada yang datang ke sekolah menanyakan itu. Bilang diberi tahu Pak Yarno. Saya terima, wong tamu,” ungkapnya.

Foto Plt Bupati Sidoarjo H Subandi SH MKn melihat kondisi ruang kelas TK Dharma Wanita Persatuan Desa Wonoplintahan, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo, yang atapnya ambruk pada Maret lalu. (Foto; istimewa)Plt Bupati Sidoarjo H Subandi SH MKn melihat kondisi ruang kelas TK Dharma Wanita Persatuan Desa Wonoplintahan, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo, yang atapnya ambruk pada Maret lalu. (Foto; istimewa)

Ternyata memang ada Suyarno, anggota DPRD Sidoarjo, yang tidak tega melihat murid-murid TK Dharma Wanita Persatuan Wonoplintahan itu tidak bisa belajar secara layak. Suyarno mengaku iba melihat anak-anak di desanya tidak bisa belajar. Sekolah mereka mengenaskan.

Suyarno pun mempersilakan depan rumahnya dijadikan tempat belajar sementara. Bagi legislator dari PDI Perjuangan itu, pendidikan merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Nomor satu di samping kesehatan. Jangan sampai anak-anak dan cucu-cucu warga Desa Wonoplintahan terlantar gara-gara tempat belajar tidak ada.

Kerusakan bangunan sekolah sudah terjadi sekitar 3 bulan lalu. Suyarno pun mengaku sudah menginformasikan hal itu kepada dinas pendidikan. Dia bersyukur Plt Bupati H Subandi MKn bergerak cepat datang ke desanya.

’’Karena sudah tidak tempat lagi untuk anak-anak belajar. Saya juga berterima kasih kepada Pak Plt Bupati,’’ ucap Suyarno. (*)

Tags:

sidoarjo Bupati Sidoarjo H Subandi Abah Bandi Disdikbud Sidoarjo Kepala Dinas Pendidikan Tirto Adi TK Dharma Wanita Wonoplintahan Prambon Kabupaten Sidoarjo DPRD Sidoarjo Anggota DPRD Sidoarjo Suyarno Legislator PDIP Sidoarjo Suyarno