Revitalisasi Apel di Kota Batu Dianggarkan Rp 800 Juta

Jurnalis: Sholeh
Editor: Gumilang

4 Maret 2024 07:29 4 Mar 2024 07:29

Thumbnail Revitalisasi Apel di Kota Batu Dianggarkan Rp 800 Juta Watermark Ketik
Salah satu pertanian Apel di Desa Tulungrejo Kecamatan Bumiaji Kota Batu Jawa Timur. (Foto: Sholeh/ketik.co.id)

KETIK, BATU – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu Jawa Timur menganggarkan Rp 800 juta untuk revitalisasi apel di tahun 2024. Aggaran sebesar itu untuk pengadaan sarana produksi, mulai bibit apel hingga pupuk. 

"Tahun ini kita ada anggaran revitalisasi apel ya. Sebesar Rp 800 juta," kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu, Heru Yulianto, Senin (4/3/2024).

Menurutnya, Anggaran tersebut akan dibagikan ke sejumlah kelompok tani. Dengan harapan, petani semakin semangat untuk mempertahankan keberadaan apel. Yangmana Apel sebagai salah satu ikon Kota Batu sejak lama.

"Ini khusus untuk revitalisasi apel. Ada beberapa kelompok tani yang kita gelontorkan bantuan. Biasanya Rp 100 juta untuk mengkover lahan 10 hektar," jelasnya.

Pemkot Batu terus berupaya mempertahankan Apel sebagai ikon Kota Batu. Meskipun, luasan lahan kebun apel di Kota Wisata tersebut dari tahun ke tahun mengalami penyusutan.

Dari data Dinas Pertanian Kota Batu, pada tahun 2023 lahan Apel hanya tersisa 1.044 hektare. Sedangkan pada pada tahun 2020, luas lahan perkebunan apel di Kota Batu seluas 1.200 hektare, kemudian pada tahun 2022 berkurang menjadi 1.092 hektare.

"Oleh Karena itu kami dari dinas ada program revitalisasi Apel. Selama ini kenapa lahan Apel nya rusak karena selama ini petani menggunakan pupuk kimia secara masif," ujarnya.

Penyusutan lahan kebun apel tersebut lantaran banyak petani yang menyerah dari serangan hama lalat buah. Sehingga banyak petani apel yang beralih menanam jeruk atau sayuran.

Heru menegaskan, pihaknya juga telah kerap memberikan penyuluhan untuk menanggulangi rusaknya apel tersebut. Bahkan penelitian kandungan unsur hara tanah juga telah dilakukan, tetapi hama lalat buah masih belum bisa dikendalikan.

"Di Gapoktan Mitra Arjuna, ada petani yang mengendalikan Hama Terpadu menggunakan pestisida nabati. Jadi, pengendalian hama terpadu secara berkelanjutan, tidak hanya menggunakan pestisida kimia," tuturnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Kota Batu revitalisasi apel buah apel apel batu