Ribuan Jemaah Haji Indonesia Bergerak Menuju Muzdalifah Setelah Wukuf

Jurnalis: Muhsin Budiono
Editor: Naufal Ardiansyah

15 Juni 2024 23:50 15 Jun 2024 23:50

Thumbnail Ribuan Jemaah Haji Indonesia Bergerak Menuju Muzdalifah Setelah Wukuf Watermark Ketik
Jemaah Haji Indonesia bergerak menuju Muzdalifah setelah Wukuf. (Foto: Muhsin Budiono/Ketik.co.id)

KETIK, JAKARTA – Ribuan jemaah haji Indonesia bergerak menuju Muzdalifah setelah menyelesaikan prosesi wukuf di Arafah pada hari Sabtu (15/06/ 2024).

Waktu wukuf di Arafah dimulai setelah tergelincirnya matahari -waktu Dhuhur- hingga matahari terbenam pada Hari Arafah (9 dzulhijjah 1445 H).

Perpindahan ini merupakan bagian dari rangkaian ibadah haji yang harus dilaksanakan oleh seluruh jemaah.

Khusus tahun ini pergerakan jemaah haji dilakukan dengan dua cara:

1. Sistem murur: Diterapkan bagi jamaah haji risiko tinggi, lanjut usia, disabilitas, pengguna kursi roda, dan para pendampingnya. Mabit di Muzdalifah dengan cara murur adalah mabit yang dilakukan dengan melintas di Muzdalifah, setelah menjalani wukuf di Arafah.

Jemaah saat melewati kawasan Muzdalifah tetap berada di atas bus, tidak turun dari kendaraan, lalu bus langsung membawa mereka menuju tenda Mina.

2. Sistem taraddudi (shuttle): Diterapkan bagi jamaah haji lainnya. Bus-bus disediakan untuk mengantarkan jamaah dari Arafah ke Muzdalifah.

Proses pemberangkatan jamaah haji dari Arafah ke Muzdalifah dimulai sekitar pukul 19.00 Waktu Arab Saudi. Jamaah haji Indonesia diberangkatkan secara bertahap, dengan prioritas bagi jamaah haji risiko tinggi.

Suasana di Arafah pada malam ini penuh dengan semangat dan kekhusyukan. Para jamaah haji yang baru saja menyelesaikan wukuf memancarkan wajah bahagia dan lega. Meskipun cuaca panas berkisar 42-47 derajat celcius, jemaah haji tetap semangat dan antusias bergerak menuju Muzdalifah.

Meskipun jarak antara Arafah dan Muzdalifa hanya sekitar 10 km, namun waktu tempuh yang diperlukan bisa lebih lama dari kondisi normal mengingat kemacetan yang timbul sebab banyaknya Bus jemaah haji dari seluruh dunia yang juga bersamaan bergerak dari Arafah ke Muzdalifa.

Di Muzdalifah, jamaah haji dari seluruh penjuru dunia umumnya  akan melaksanakan mabit (menginap) beralaskan bumi dan beratapkan langit atau tanpa adanya fasilitas tenda seperti halnya di Mina dan Arafah. Jamaah disunnahkan mencari batu kerikil di Muzdalifah untuk pelaksanaan lontar jumroh aqabah esok harinya.

Pada tanggal 16 Juni 2024, jamaah haji akan bergerak dari Muzdalifah menuju ke Mina untuk melanjutkan rangkaian ibadah haji berikutnya seperti melempar jumroh aqobah atau pun Thawaf ifadah plus Sa'i haji.

Pergerakan jamaah haji dari Arafah ke Muzdalifah merupakan salah satu momen penting dalam rangkaian ibadah haji. Momen ini menjadi bukti nyata semangat dan keteguhan para jamaah haji dalam menjalankan ibadah haji dengan penuh khusyuk dan penuh makna.

Tim jurnalis Ketik.co.id akan terus memantau perkembangan pergerakan jamaah haji Indonesia. Nantikan laporan selanjutnya tentang rangkaian ibadah haji berikutnya. (*)

 

* Live report Jurnalis Ketik.co.id Muhsin Budiono dari Muzdalifah 

Tags:

Muzdalifah Wukuf HAJI2024 Jemaahhaji Muhsin Budiono