Sejarah dan Asal Mula Kampung Cina di Manado

Jurnalis: Husni Habib
Editor: Muhammad Faizin

24 Februari 2024 07:30 24 Feb 2024 07:30

Headline

Thumbnail Sejarah dan Asal Mula Kampung Cina di Manado Watermark Ketik
Salah satu klentang di Kawasan Kampung Cina Manado (Foto: akun X/ klapertaart)

KETIK, MANADO – Seperti halnya banyak kota di Indonesia, Kota Manado ternyata juga memiliki Kampung Cina yang dihuni oleh warga keturunan Tionghoa. Kampung Cina di Manado terletak di pusat kota yang tak pernah sepi aktivitas perdagangan.

Uniknya Kampung Cina di Manado berdiri banyak bangunan bersejarah peninggalan Belanda yang memiliki gaya arsitektur khas pada masa kolonial. Keunikan tersebut membuat Kampung Cina tersebut menjadi salah satu destinasi wisata sejarah.

Ketua Komunitas Tionghoa Sulut, Sofyan Jimmy Yosadi, SH, mengatakan penghuni dari Kampung Cina ini sebagian sudah ada sebelum kedatangan bangsa Spanyol, Portugis dan Belanda. 

"Terbentuknya kawasan khusus bagi etnis Tionghoa atau Cina di Nusantara berawal dari peristiwa pembunuhan dan pembantaian terhadap etnis Tionghoa (Chinezenmoord) di Batavia pada tahun 1740," jelasnya.

Lebih lanjut, Pasca peristiwa Batavia tahun 1740, pemerintah Hindia Belanda memberlakukan wijkenstelsel, yaitu menempatkan orang Tionghoa di lokasi pemukiman yang sudah ditentukan (Ghetto). Tujuannya agar etnis Cina mudah diawasi.

Foto Penampakan Kampung Cina yang penuh dengan bangunan tua. (Foto: Google Maps/Ay_sambuaga)Penampakan Kampung Cina yang penuh dengan bangunan tua. (Foto: Google Maps/Ay_sambuaga)

"Dampak dari aturan tersebut kemudian berkembang menjadi kampung Cina yang dipimpin oleh seorang Wijkmeester (Loh tia), yaitu jabatan yang setara dengan Hukum Tua atau Lurah," tambahnya.

Kampung  Cina  dibangun berdasarkan kebijakan pemerintah Hindia Belanda. Tujuannya adalah untuk melakukan penataan pemukiman berdasarkan asal usul etnis, seperti kampung Belanda, kampung Arab dan kampung Ternate. Lokasi pemukiman dibagi dalam bentuk letter.  Kampung Cina  oleh pemerintah Hindia Belanda ditempatkan di letter G.

Penghuni kampung Cina terdiri dari berbagai kelompok profesi etnis Cina. Sebagian penghuninya adalah para tukang etnis Cina yang didatangkan oleh pemerintah Hindia Belanda dari Batavia. Mereka didatangkan untuk membangun benteng kayu di Manado pada tahun 1655 yang bernama Nederlanche Vasticheijt. Kemudian bangunan benteng pada tahun 1673 diganti dengan beton dan namanya diubah menjadi Fort Amsterdam.

Dalam perkembangannya, kampung Cina di kota Manado telah terbagi dalam beberapa  wilayah seperti kelurahan Calaca, Pinaesaan, Wenang, dan lain-lain.Orang Manado etnis Cina yang mendiami kampung Cina terdiri dari kelompok pedagang dan orang-orang yang datang untuk mengubah nasib.

"Modal mereka adalah tekad dan kemauan keras untuk mempertaruhkan nasib dengan harapan untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik," pungkasnya.(*)

Tags:

wisata sejarah Kampung Cina Bangunan Tua Kolonial Belanda